Khutbah Jum'at oleh Ustad Dr. Andi Putra, Lc., M.A : Bangkit dari Musibah, Menuai Amal Saat Syakban
IKL February 06, 2026 12:54 PM

Jemaah Jumat rahimakumullah.

Pada bulan yang baik ini, marilah kita meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan berupaya untuk semaksimal mungkin menjauhi larangan-Nya. 

Di sisi lain, perlu kita tingkatkan intensitas cinta kita kepada Rasulullah saw, mudah-mudahan kita mendapatkan rahmat-Nya di dunia dan syafaatnya pada hari kiamat kelak.

Khatib
Dr. Andi Putra, Lc.,MA
Kabid Pengembagan Sumber Daya Syariat Islam, Dinas Syariat Islam, Kabupaten Gayo Lues.
Khatib Dr. Andi Putra, Lc.,MA Kabid Pengembagan Sumber Daya Syariat Islam, Dinas Syariat Islam, Kabupaten Gayo Lues. (Istimewa)

Jemaah Jumat rahimakumullah. 

Pada tanggal 26 November 2025 yang lalu, Allah menguji kita dengan banjir bandang dan tanah longsor yang menimbulkan dampak fisik dan psikis bagi masyarakat Gayo Lues khususnya, masyarakat Aceh, dan Sumatra umumnya.

Dari sebelas kecamatan yang ada di Gayo Lues, tujuh di antaranya mengalami dampak secara langsung, hanyutnya perumahan warga, rumah ibadah, perkantoran dan sekolah, serta terputusnya akses jalan dan jembatan.

Namun, setelah dua bulan berlalu, kita harus bangkit dari musibah ini dan melanjutkan kehidupan sebagai satu rahmat dari Allah Swt. 

Berhubung kita sedang berada di dalam bulan Syakban maka judul khutbah yang akan khatib sampaikan adalah “Bangkit dari Musibah, Menuai Amal pada Bulan Syakban”. 

Musibah sebagai ujian dan kesempatan Jemaah Jumat rahimakumullah.

Konsekuensi sebagai seorang muslim, kita akan menghadapi berbagai ujian di dalam hidup dan kehidupan. 

Hal ini sesuai dengan firman Allah Swt, “Dan sungguh akan kami berikan ujian kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. 

Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah 2:155) Ujian berbanding lurus dengan tingkat keimanan masing-masing insan.

Semakin kuat iman seseorang, semakin besar pula ujian yang ia terima.

Sebagaimana sabda Rasulullah saw, “Orang yang paling berat ujiannya adalah para nabi, kemudian yang semisalnya dan semisalnya lagi.

Seseorang akan diuji sesuai dengan kondisi agamanya.

Apabila agamanya begitu kuat (kokoh), maka semakin berat pula ujiannya. 

Apabila agamanya lemah, maka ia akan diuji sesuai dengan kualitas agamanya.

Seorang hamba senantiasa akan mendapatkan cobaan hingga dia berjalan di muka Bumi dalam keadaan bersih dari dosa.” (HR. Tirmidhi) Selain sebagai ujian, musibah juga merupakan kesempatan bagi kita agar terbebas dari segala dosa dan noda. 

Hikmah di balik musibah Marilah kita berbaik sangka kepada Allah bahwa setiap kejadian dan musibah yang menimpa kita terselip pesan dan hikmah besar untuk kebaikan kita pada masa yang akan datang. 

Adapun hikmah yang dapat kita tangkap dari musibah yang kita alami adalah: 

1. meningkatkan keimanan; 

2. mendekatkan diri kepada Allah Swt;

3. menyucikan jiwa dari dosa dan kemaksiatan; 

4. sebagai simpanan (investasi) untuk kehidupan akhirat; dan 

5. sebagai parameter kesabaran.

Syakban kesempatan untuk bangkit Dengan hadirnya bulan Syakban, merupakan kesempatan bagi kita untuk bangkit dari musibah yang diberikan Allah Swt.

Mari kita tingkatkan dimensi spiritual kita pada bulan ini, sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah saw. 

Suatu ketika Usamah bin Zaid bertanya kepada Rasulullah saw, “Wahai Rasulullah, kenapa engkau memperbanyak puasa pada bulan Syakban, berbeda dengan bulan yang lain, kecuali Ramadhan? Lalu Rasulullah saw menjawab: Bulan Syakban sering dilupakan oleh umat manusia dan bulan diangkatnya amalan kepada Allah SWT, Penguasa Semesta Alam. 

Saya sangat suka ketika amalanku diangkat, posisiku dalam keadaan berpuasa. (HR. An-Nasai) 

Masjid Agung Ash-Shalihin, Gayo Lues
Masjid Agung Ash-Shalihin, Gayo Lues (Istimewa)

Di dalam hadis ini Nabi Muhammad saw menjelaskan dua keutamaan bulan Syakban. 

Pertama, bulan yang sering dilupakan umat Islam pascasemangat beribadah pada bulan Rajab. 

Kedua, pada bulan ini amalan tahunan diangkat oleh Allah Swt, sehingga Nabi Muhammad sangat antusias melakukan puada pada bulan Syakban. 

Bulan Syakban juga merupakan bulan transisi spiritual menuju Ramadhan. 

Sejatinya umat Islam memperbanyak ibadah pada bulan ini, sehingga saat datangnya Ramadhan kita sudah terbiasa dan tidak ‘shock’ lagi dengan banyaknya agenda-agenda amalan pada bulan Ramadhan. 

Sebagian ulama mengutarakan keterkaitan antara bulan Rajab, Syakban, dan Ramadhan dengan istilah: Rajab bulan menanam, Syakban bulan menyirami tanaman, dan Ramadhan bulan memetik hasil.

Marilah kita jadikan bulan ini sebagai bulan latihan agar kelak terbiasa melakukan amalan pada bulan Ramadhan. 

Bangkit dari musibah Berlarut-larut dalam musibah dapat meningkatkan kesedihan dan menghambat perjuangan untuk kemajuan pada masa depan. 

Banyak ibadah yang dapat kita lakukan agar Allah Swt memberikan solusi terhadap musibah yang sedang kita alami. 

Seperti, banyak berdoa dan beristigfar. 

Rasulullah saw bersabda, “Barang siapa memperbanyak istigfar, maka Allah akan hilangkan kecemasannya, Allah lapangkan kesempitannya, dan Allah berikan rezeki dari jalan yang tidak diduga-duga.” (HR. Abu Daud) Kalau kita sedikit melihat ke belakang, banyak solusi yang telah Allah berikan terhadap orang yang ditimpa musibah dan banyak rezeki yang datang dari jalan yang tidak kita duga. 

Setelah musibah terjadi kita berada dalam masa darurat. 

Dampak dari terputusnya akses jalan kita kekurangan makanan, bahan bakar minyak, gas, dan kebutuhan lainnya. 

Namun, saat ini kita bersyukur kepada Allah secara perlahan kita beranjak untuk bangkit dan pulih. 

Bahkan, banyak bantuan untuk masyarakat kita yang terdampak langsung, hadirnya para pemangku kebijakan, dan dimulainya pembangunan hunian sementara (huntara). 

Semoga ke depan masyarakat kita mendapatkan hunian tetap (huntap) dan dapat difungsikannya lahan-lahan masyarakat yang tergerus banjir atau tertimbun longsor. 

Penutup Jemaah Jumat rahimakumullah. 

Mudah-mudahan dengan hadirnya bulan Syakban ini Allah memberikan kepada kita kesempatan untuk bangkit dari musibah dan keterpurukan. 

Tentunya dengan memperbanyak amalan dan ibadah yang dicontohkan oleh nabi kita Muhammad saw. 

Marilah kita perbanyak doa dan istigfar agar setiap permasalahan kita mendapat solusi terbaik dari-Nya. (*)

Baca juga: Bupati Syech Muharram Tegaskan Tak Ada Jual Beli Jabatan Saat Melantik Pejabat Pemkab Aceh Besar

 

Baca juga: BPS Kota Banda Aceh Borong 3 Penghargaan Proaksi KPPN, Raih IKPA Sempurna 100

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.