Renungan Remaja Kristen, 1 Korintus 1:10-17, Seia Sekata, Erat Bersatu dan Sehati Berpikir
Chintya Rantung February 06, 2026 02:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Renungan remaja kristen dalam sepekan mulai 1 - 7 Februari 2026.

Pembacaan alkitab terdapat pada 1 Korintus 1:10-17.

Tema perenungan adalah Seia Sekata, Erat Bersatu dan Sehati Berpikir.

Khotbah:

Coba kamu jawab dengan jujur, siapa sosok idolamu dalam pelayanan? Adakah itu pendeta, pembina remaja atau teman paling bertalenta? 

Sesungguhnya meneladani orang lain dalam hal baik, bukanlah kesalahan. Tapi, hati-hati dengan jebakan "branding rohani". 

 Ada banyak orang terjebak pada pandangan rohani seseorang/kelompok yang merasa paling benar serta keren, hingga akhirnya menimbulkan perpecahan dan bukan kesatuan dalam pelayanan yang tunduk pada Tuhan Yesus. 

Mari bercermin dari jemaat di Korintus. Mereka adalah jemaat kristen yang hidup di kota, senang berkompetisi serta sarat filsafat Yunani.

Jemaat terinfeksi cara pandang umum sehingga saling menjagokan pemimpin dan kelompoknya. 

Ada golongan Paulus, Apolos, dan Kefas. Gereja menghadapi ancaman perpecahan.

Paulus menyurati jemaat di Korintus untuk mengingatkan adanya bahaya. Paulus tidak menolak perbedaan, tetapi ia mengkritik perpecahan yang lahir karena ego.

Paulus menunjukkan satu-satunya figur yang patut diteladani ialah Yesus Kristus.

Terang Kristus menyatakan bahwa pelayanan yang berpusat pada figur, gaya, atau aliran dan bukan pada Kristus sebenarnya gelap secara rohani, walau terlihat aktif.

Paulus juga menolak pengkultusan atas dirinya.

Ia memberi penegasan tentang baptisan, sebab di masa itu ada pemikiran bahwa baptisan juga merupakan tanda loyalitas seseorang kepada pembaptis yang dianggap sebagai guru. Paulus menempatkan Kristus sebagai pusat. 

 Hal ini menunjukkan terang Kristus meruntuhkan semua motivasi melayani demi pengakuan, posisi ataupun pengaruh. 

 Pelayanan gereja bukan untuk menciptakan pengikut diri/kelompok, melainkan menuntun orang untuk mengikuti Kristus.

Di lingkungan yang sarat filsafat Yunani itu, ketika orang-orang Korintus mengagungkan kecerdasan, kecakapan bicara, dan penampilan publik. 

Firman Tuhan saat ini mengingatkan para remaja GMIM serta pembina remaja yang ada, untuk selalu mengevaluasi gerak pelayanannya sehingga tidak terjebak pada "branding rohani" yang menciptakan kubu dan melahirkan perpecahan dalam pelayanan gereja, sebaliknya seia sekata, sehati sepikir dan erat bersatu dalam melayani. 

Ini bukan tentang seragam atau menyamakan selera, melainkan sikap tunduk pada otoritas Kristus. Karena Banyak kali konflik muncul bukan soal prinsip iman, melainkan karena ego, kelompok serta keinginan menjadi dominan dan didengar. 

Firman Tuhan mengajak semua anak Tuhan agar seia sekata melayani Tuhan. Ini bukanlah diam asal damai, tetapi mau dikoreksi dan ikut kata Firman. Sebab kesatuan bukan soal chemistry tim, tapi buah dari pertobatan bersama. Amin.

Sumber: Bina Remaja GMIM

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.