Apel Aksi Nyata untuk Ciamis Lebih Bersih Digelar, Bupati Ingatkan Ancaman Sanksi
Machmud Mubarok February 06, 2026 03:35 PM

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Pemerintah Kabupaten Ciamis menggelar Apel Aksi Nyata untuk Ciamis Lebih Bersih di Stadion Galuh Ciamis, Jumat (6/2/2026). 

Kegiatan ini digelar serentak di seluruh kecamatan melalui sambungan virtual.

Apel tersebut diikuti unsur Forkopimda, jajaran pemerintah daerah, Kementerian Agama (Kemenag), Organisasi Perangkat Daerah (OPD), TNI/Polri, para camat secara virtual, hingga masyarakat.

Dalam kegiatan itu juga dilakukan penandatanganan Fakta Integritas oleh Bupati Ciamis, Forkopimda, Kemenag, dan seluruh OPD tingkat kabupaten. 

Sementara para camat turut menandatangani Fakta Integritas di wilayahnya masing-masing, baik secara langsung maupun virtual.

Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, yang bertindak sebagai inspektur upacara menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut hasil Rapat Koordinasi Nasional di Sentul yang dihadiri Presiden Republik Indonesia bersama jajaran menteri, Kapolda, gubernur, Pangdam, serta kepala daerah se-Indonesia.

Baca juga: Ciamis Catat Nilai Tertinggi Nasional Pengelolaan Sampah Namun Kondisi Pasar Jadi Sorotan

Menurut Herdiat, dalam rakornas tersebut Presiden menegaskan Indonesia saat ini berada dalam kondisi darurat sampah yang berdampak pada kualitas lingkungan, kesehatan masyarakat, hingga sektor pariwisata.

“Penumpukan sampah sudah terjadi di berbagai daerah, termasuk di kawasan wisata nasional. Hal ini tentu harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.

Ia menyebutkan, pemerintah pusat juga telah menetapkan tiga kategori penilaian daerah, yakni daerah bersih, kotor, dan sangat kotor. 

Bahkan, sejumlah daerah telah dikenai sanksi hukum akibat kelalaian dalam pengelolaan sampah.

“Kabupaten Ciamis tentu tidak ingin masuk kategori daerah bermasalah dan berhadapan dengan hukum hanya karena pengelolaan lingkungan yang kurang baik,” katanya.

Herdiat mengungkapkan, pada awal Februari lalu Menteri Lingkungan Hidup melakukan kunjungan kerja mendadak ke Kabupaten Ciamis. 

Dalam kunjungan tersebut, menteri melakukan peninjauan langsung ke lapangan serta berdialog dengan masyarakat.

Hasilnya, masih ditemukan sebagian warga yang belum sepenuhnya menerapkan pengelolaan sampah secara baik. 

Beberapa di antaranya masih membuang sampah organik ke sungai, membakar sampah, hingga menumpuk sampah di sekitar permukiman dan pasar.

Meski demikian, secara nasional Kabupaten Ciamis masih masuk dalam daerah dengan penilaian terbaik dari 514 kabupaten/kota di Indonesia, meskipun tetap terdapat sejumlah catatan perbaikan.

Herdiat menuturkan, keterbatasan kemampuan fiskal daerah menjadi tantangan dalam pembangunan sistem pengolahan sampah berbasis teknologi yang membutuhkan anggaran besar.

Karena itu, menurutnya, partisipasi aktif masyarakat dan budaya gotong royong menjadi kekuatan utama dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Rasa tanggung jawab, kebersamaan, dan semangat gotong royong masyarakat Ciamis sangat luar biasa. Ini menjadi modal dasar untuk merawat dan memajukan daerah,” ucapnya.

Seusai apel, kegiatan dilanjutkan dengan kerja bakti kebersihan secara serentak di berbagai titik, mulai dari area Stadion Galuh, Pasar Subuh, Pasar Manis, komplek perkantoran Ciamis, Terminal, hingga wilayah Jambansari dan Maleber.

Herdiat berharap gerakan Ciamis lebih bersih tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi dapat menjadi budaya masyarakat demi mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Ciamis, Kania Ernawati Herdiat, mengapresiasi tingginya antusiasme seluruh elemen masyarakat dalam kegiatan Aksi Nyata untuk Ciamis Lebih Bersih.

Menurut Kania, kegiatan tersebut melibatkan seluruh lapisan masyarakat, mulai dari unsur TNI, Polri, ASN, BUMN, BUMD, pelajar, hingga warga umum yang turun langsung membersihkan lingkungan.

“Alhamdulillah hari ini kita bisa melaksanakan aksi nyata Ciamis lebih bersih bersama seluruh lapisan masyarakat. Semua terlibat dan terlihat sangat antusias,” ujar Kania.

Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat menunjukkan rasa cinta dan kepedulian terhadap Kabupaten Ciamis.

“Ini menandakan bahwa masyarakat Ciamis cinta daerahnya. Mereka dengan sukarela dan penuh semangat melakukan bersih-bersih di lingkungan yang telah ditentukan,” katanya.

Kania menegaskan, kegiatan tersebut tidak hanya bersifat seremonial, tetapi diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan dan menjadi budaya masyarakat.

“Insya Allah ke depan kegiatan ini tidak hanya satu kali, tetapi terus berlanjut. Ini juga menjadi bagian dari sosialisasi dan pengingat bagi masyarakat,” ucapnya.

Ia juga menyoroti masih adanya sebagian masyarakat yang belum sepenuhnya memahami pentingnya pemilahan sampah dari rumah tangga.

“Sebagian warga sudah memilah sampah, tapi masih ada yang mencampur sampah organik dan anorganik. Padahal sampah organik bisa dimanfaatkan menjadi kompos atau pupuk,” jelasnya.

Menurut Kania, edukasi dan sosialisasi terkait pengelolaan sampah menjadi penting, sekaligus menjawab catatan dari Kementerian Lingkungan Hidup saat kunjungan kerja ke Ciamis beberapa waktu lalu.

Ia menambahkan, gerakan kebersihan ini juga sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia agar setiap daerah aktif menjaga kebersihan lingkungan dan bebas dari persoalan sampah.

“Ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden dan juga hasil Rakornas, bahwa setiap daerah harus serius dan konsisten dalam pengelolaan sampah serta menjaga kebersihan lingkungannya,” pungkasnya.

Di samping melakukan aksi bersih-bersih, Kania dan para kader PKK maupun Dharma Wanita turut membagikan stiker imbauan untuk menjaga kebersihan yang diberikan kepada masyarakat hingga para pemilik toko di sekitar GGT Ciamis.(*)


 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.