SURYA.CO.ID, BLITAR - Gempa bumi magnitudo 6,4 yang berpusat di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Jumat (6/2/2026) sekitar pukul 01.06 WIB, sempat dirasakan Cornelius Marcelino Wijaya (26), warga Kota Blitar.
Saat itu Cornelius berada di kafe miliknya di Jl Mastrip, Kota Blitar, bersama sejumlah pegawainya yang masih bersih-bersih di ruang belakang.
Cornelius kemudian menyuruh para pegawainya pulang setelah terjadi gempa.
Selang kemudian, atap bangunan tua di samping kafe milik Cornelius roboh.
Material bangunan rumah menimpa kanopi dan lampu di kafe milik Cornelius.
"Kafe tutup jam 01.00 WIB. Setelah itu terasa ada gempa. Waktu itu, pegawai masih bersih-bersih. Setelah terjadi gempa, pegawai saya suruh pulang," kata Cornelius.
Baca juga: UPDATE Gempa Pacitan, BPBD : Sejumlah Bangunan Warga Dilaporkan Rusak Pasca Guncangan
Setelah pegawai pulang, Cornelius masih berada di luar rumah. Ia berdiri di pinggir jalan depan kafenya.
Mobil miliknya yang biasanya dimasukkan ke halaman setelah kafe tutup, saat itu masih parkir di pinggir jalan.
"Sekitar 30 menit setelah terjadi gempa, bangunan di samping kafe roboh menimpa kanopi kafe. Beruntung, mobil belum saya parkir di halaman kafe," ujarnya.
Cornelius mengatakan, guncangan gempa Pacitan terasa sangat keras di Kota Blitar.
Saat terjadi gempa, bangunan tua di samping kafenya masih tetap berdiri, tidak ada tanda-tanda roboh.
Beberapa saat setelah gempa, ia baru mendengar suara seperti benda retak dari bangunan di samping kafe.
"Terdengar suara 'krek, krek, krek'. Saya kira temboknya retak. Ternyata bangunan atapnya roboh," katanya.
Menurutnya, bangunan di samping kafenya memang sudah tua dan kondisinya kosong. Bangunan tersebut sudah lama tidak terawat.
"Bangunan ini sudah lama kosong. Kalau temboknya sepertinya masih kuat, karena model bangunan lama yang bata dindingnya dobel. Kayu atapnya yang sudah lapuk," ujarnya.
Dilansir SURYA.co.id dari situs resmi BMKG, data gempa bumi yang mengguncang Pacitan adalah sebagai berikut :
Kepala BPBD Kota Blitar, Agus Suherli mengatakan, ada satu laporan bangunan rumah tua roboh menimpa kafe di Jl Mastrip, Kota Blitar, dampak gempa di Pacitan.
Petugas BPBD sudah mengecek ke lokasi dan melakukan asesmen pada Jumat dini hari.
"Bangun rumah roboh menimpa kafe. Pagi ini, kami lanjutkan pembersihan material di lokasi supaya kafe bisa buka lagi," kata Agus.
Dikatakannya, usia bangunan rumah yang roboh sudah tua dan kondisinya kosong. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.
"Untuk kerugian materiil masih dihitung. Korban jiwa nihil. Sementara baru ada satu laporan ini di Kota Blitar akibat dampak gempa Pacitan," ujarnya.