SURYA.co.id, Surabaya - Persebaya Surabaya menghadapi tantangan berat saat bertandang ke markas Bali United dalam lanjutan pekan ke-20 BRI Super League 2025/2026, Sabtu (7/2), di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar. Bajol Ijo hanya memiliki waktu pemulihan tujuh hari, sementara lawan mendapat jeda dua hari lebih panjang.
Pelatih Bernardo Tavares menegaskan fokus utama tim adalah memulihkan kondisi pemain dan memastikan kesiapan skuad. Ia menyadari Bali United akan tampil agresif setelah kekalahan dari Persik Kediri.
Menurut Tavares, kecepatan pemain sayap lawan, umpan silang berbahaya ke Boris Kopitovic, serta peran Mirza Mustafic dengan tembakan jarak jauh akurat menjadi aspek yang harus diwaspadai.
Oleh karena itu, Persebaya Surabaya saat berangkat ke Bali pada Jumat (6/2/2026) membawa skuad terbaiknya. Di antaranya ada Gali Frietas, Fransisco Riveira, serta Oktavianus Fernando.
Persebaya datang ke Bali dengan modal rekor 12 laga tak terkalahkan. Meski demikian, absennya sejumlah pemain kunci membuat laga ini menjadi ujian sesungguhnya bagi tim asuhan Tavares.
Dalam lawatan ke Pulau Dewata, Persebaya dipastikan tidak diperkuat Milos Raickovic dan Bruno Moreira akibat akumulasi kartu kuning. Kehilangan dua pemain inti ini membuat lini tengah dan serangan Bajol Ijo harus beradaptasi cepat.
Tavares menegaskan pentingnya kesiapan mental. “Kami harus memiliki rencana yang sangat baik dan fokus penuh dari menit pertama hingga terakhir jika ingin mendapatkan hasil positif di sana,” ujarnya dikutip SURYA.co.id dari laman Persebaya.
Skuad Bajol Ijo baru saja melepas enam pemain di putaran pertama, termasuk Dejan Tumbas dan Diego Mauricio. Keputusan ini diambil untuk memberi ruang bagi pemain baru yang diharapkan lebih segar.
Sebagai gantinya, Persebaya mendatangkan empat pemain asing baru: Bruno Paraiba, Jefferson Silva, Pedro Matos, dan Gustavo Fernandes. Kehadiran mereka diharapkan memberi keseimbangan di semua lini.
Pedro Matos dan Jefferson Silva sudah mulai menunjukkan kontribusi. Keduanya diproyeksikan menjadi tumpuan di lini serang.
Selain itu, Persebaya juga menambah dua pemain lokal, Adre Arido sebagai penjaga gawang dan Riyan Ardiansyah di sektor sayap. Keduanya melengkapi perombakan besar skuad.
Adre Arido menjadi tambahan penting di sektor penjaga gawang. Kehadirannya menambah kedalaman skuad yang sebelumnya hanya mengandalkan Ernando Ari dan Andhika Ramadhani.
Dengan pengalaman bersama Persibo Bojonegoro, Adre diharapkan bisa beradaptasi cepat dengan atmosfer kompetisi kasta tertinggi.
Riyan Ardiansyah juga resmi bergabung. Eks Malut United dan PSIS Semarang ini diharapkan menambah variasi serangan di sektor sayap.
Kehadiran Riyan memberi opsi rotasi bagi Tavares. Persaingan di sektor sayap semakin ketat dengan adanya Malik Risaldi dan Oktafianus Fernando.
Meski dua pemain baru hadir, Persebaya tetap kehilangan Milos Raickovic dan Bruno Moreira. Absennya keduanya menjadi tantangan besar.
Baca juga: Kondisi Bali United Jelang Jamu Persebaya Surabaya di Pekan 20 Super League
Milos dikenal sebagai pengatur tempo di lini tengah, sementara Bruno Moreira menjadi salah satu tumpuan serangan.
Tavares menegaskan bahwa tim harus tetap solid. “Kami harus kompak dan disiplin. Semua pemain harus siap berkorban,” ujarnya.
Pedro Matos dan Jefferson Silva diharapkan bisa menutup celah yang ditinggalkan pemain absen. Gustavo Fernandes juga berpeluang tampil, meski kondisinya belum 100 persen.
Persebaya kini memiliki skuad yang lebih segar setelah perombakan besar. Hal ini menjadi modal penting menghadapi putaran kedua.
Suporter menanti kontribusi nyata dari pemain baru. Mereka berharap Adre dan Riyan bisa segera beradaptasi.
Atmosfer Gelora Bung Tomo akan menjadi panggung besar bagi keduanya di laga-laga berikutnya.
Meski menghadapi Bali United dengan kondisi pincang, Persebaya tetap percaya diri. Rekor unbeaten menjadi motivasi utama.
Target realistis adalah membawa pulang poin, sekaligus menjaga posisi di papan atas klasemen.