SRIPOKU.COM — Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Lumajang, Muhammad Safik, mengungkapkan bahwa peristiwa peluru nyasar di lingkungan sekolahnya telah terjadi sebanyak dua kali.
Insiden terbaru menimpa seorang siswi kelas VIII berinisial NS yang tertembak peluru nyasar saat jam istirahat sekolah, Rabu (4/2/2026).
Safik menjelaskan, kejadian serupa pernah terjadi sekitar satu tahun lalu ketika gedung sekolah sedang dalam proses pembangunan lantai dua.
Pada peristiwa pertama tersebut, peluru nyasar tidak sampai melukai siswa, melainkan hanya menyerempet telinga seorang tukang bangunan yang sedang bekerja.
“Sebelumnya itu tidak kena, waktu itu tukang yang membangun gedung ini hanya keserempet peluru di telinganya,” ujar Safik saat ditemui di MTsN Lumajang, Rabu.
Sementara pada peristiwa terbaru, peluru nyasar mengenai siswi berinisial NS dan menyebabkan luka di bagian paha kiri.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, peluru tersebut masih bersarang di dalam paha korban dan belum dikeluarkan.
Meski kejadian penembakan terjadi dua kali, Safik menegaskan bahwa insiden tersebut tidak dapat dikategorikan sebagai aksi teror.
Ia menyerahkan sepenuhnya penyelidikan kepada pihak kepolisian.
“Kalau teror, saya rasa tidak mungkin. Fokus kami saat ini adalah pemulihan siswa yang menjadi korban. Untuk hal-hal lain, biarlah ditangani oleh pihak yang berwenang,” katanya.
Diketahui, peristiwa penembakan terbaru terjadi saat korban tengah bermain bersama tiga temannya di depan kelas yang berada di lantai dua.
Korban tiba-tiba merasakan sakit di paha bagian dalam kiri dan mendapati darah keluar dari luka tersebut.
Korban saat ini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Haryoto Lumajang.
Aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengungkap asal peluru nyasar tersebut.