SRIPOKU.COM, MUARA ENIM — Tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah Kecamatan Rambang, Kabupaten Muara Enim, dalam beberapa hari terakhir menyebabkan Sungai Rambang meluap.
Akibatnya, air menggenangi permukiman warga serta sempat memutus akses jalan penghubung antar desa.
Sebagai bentuk respons cepat, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopincam) Rambang bersama sejumlah pemangku kepentingan menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir, Kamis (5/2/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Pelaksana Tugas (Plt) Camat Rambang Helman Agus, S.E., M.M., Kapolsek Rambang IPTU Zulkarnain Afinata, S.T., M.Si., M.H., perwakilan Koramil 0404-08/Rambang Lubai, personel Polsek Rambang, staf Kecamatan Rambang, serta anggota Satpol PP.
Kapolsek Rambang IPTU Zulkarnain Afinata mengatakan, bantuan yang disalurkan merupakan bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat yang sedang mengalami musibah.
“Bantuan ini adalah bentuk kepedulian dan empati kami kepada masyarakat yang terdampak banjir. Kami ingin memastikan warga tidak merasa sendiri dan tetap mendapatkan perhatian, baik secara moril maupun materi,” ujarnya.
Berdasarkan data di lapangan, banjir akibat luapan Sungai Rambang berdampak pada sekitar 100 rumah warga yang tersebar di tujuh desa.
Rinciannya, Desa Tanjung Dalam sebanyak 20 rumah, Pagar Agung 35 rumah, Sugihwaras 10 rumah, Sukarami 15 rumah, Negeri Agung 7 rumah, Sugihan 4 rumah, dan Desa Tanjung Raya 9 rumah.
Bantuan yang disalurkan berasal dari program Corporate Social Responsibility (CSR) PT EPA berupa 100 paket sembako.
Setiap paket berisi mi instan, susu, beras 5 kilogram, minyak goreng, dan tepung terigu yang langsung diterima oleh warga terdampak.
Meski banjir sempat mengganggu aktivitas masyarakat dan memutus akses jalan antar desa, kondisi saat ini dilaporkan mulai membaik.
Debit air Sungai Rambang berangsur surut dan jalur penghubung antar desa sudah dapat dilalui kembali oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.
Dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian harta benda yang signifikan. Air hanya menggenangi rumah warga tanpa menyebabkan kerusakan berat.
Namun demikian, pihak kepolisian bersama pemerintah kecamatan tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan.
“Kami bersama Forkopincam Kecamatan Rambang akan terus memantau perkembangan debit air Sungai Rambang dan berkoordinasi dengan instansi terkait guna mengantisipasi kemungkinan terburuk apabila curah hujan kembali meningkat,” pungkas Kapolsek.