SRIPOKU.COM, MUARA ENIM- Angka kemiskinan di Provinsi Sumatera Selatan berhasil turun ke satu digit, yakni dari 10,51 persen tahun 2024 turun menjadi 9,85 persen tahun 2025 yang menjadikan terendah dalam sejarah.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Sumsel H. Herman Deru dan Wakil Gubernur H. Cik Ujang, serta sejumlah kepala daerah lainnya diwilayah Provinsi Sumsel, yang juga dilaksanakan penandatanganan komitmen dukungan terhadap Sensus Ekonomi 2026 serta penyelenggaraan statistik daerah.
Menurut Bupati Muara Enim H. Edison, S.H., M.Hum, yang menghadiri langsung Rakor tersebut mengatakan bahwa rapat koordinasi ini sebagai langkah strategis untuk memastikan kebijakan pembangunan berbasis data yang lebih akurat.
"Saya mengucapkan selamat atas capaian diraih provinsi Sumsel yang berhasil menekan angka kemiskinan menjadi satu digit ditahun 2025," ujar Bupati.
Selain itu, Bupati apresiasi pertumbuhan ekonomi Sumsel pada tahun 2025 juga menunjukkan tren positif dengan angka 5,35 persen, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,11 persen.
Bupati menegaskan di antara kabupaten dan kota di Sumsel, Muara Enim tampil sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi mencapai 7,17 persen pada tahun 2025 (triwulan II).
Hal ini, menegaskan peran Kabupaten Muara Enim sebagai motor penggerak pembangunan di provinsi, sekaligus menjadi bukti nyata kontribusi daerah dalam mendukung pencapaian makro ekonomi Sumsel.
Dengan capaian tersebut, Bupati berharap dampak positif dapat dirasakan secara merata oleh seluruh kabupaten dan kota di Sumsel.
Penurunan angka kemiskinan dan peningkatan pertumbuhan ekonomi menjadi fondasi penting untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat