Temuan ini menunjukkan bahwa potensi anti-kanker tidak selalu berasal langsung dari tanaman obat, namun mikroba yang hidup di sekitarnya juga berpotensi memiliki aktivitas yang sama dengan inangnya dan berpeluang dikembangkan lebih lanjut

Jakarta (ANTARA) - Tim peneliti dari Pusat Riset Bahan Baku Obat dan Obat Tradisional, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berhasil menemukan bakteri aktinomisetes yang hidup di tanah rhizosfer (sekitar akar/rimpang) kunyit (Curcuma longa L.).

Bakteri ini berpotensi menghasilkan senyawa antikanker yang efektif melawan sel kanker payudara, dengan tingkat toksisitas yang sangat rendah terhadap sel normal.

Aniska Novita Sari sebagai perwakilan tim peneliti menyampaikan bahwa hasil pengujian in vitro menunjukkan bahwa salah satu isolat, yaitu TC-ARCL7, memiliki aktivitas antikanker yang sangat kuat dengan nilai IC50 sebesar 0,2 µg/ml, jauh lebih rendah dibandingkan obat kemoterapi doxorubicin, kurkumin murni, maupun ekstrak etanol kunyit.

"Temuan ini menunjukkan bahwa potensi anti-kanker tidak selalu berasal langsung dari tanaman obat, namun mikroba yang hidup di sekitarnya juga berpotensi memiliki aktivitas yang sama dengan inangnya dan berpeluang dikembangkan lebih lanjut," kata Aniska dalam keterangan di Jakarta, Jumat.

Aniska menyebutkan isolat ini juga menunjukkan toksisitas yang sangat rendah terhadap sel normal (Vero), sehingga memiliki indeks selektivitas yang tinggi.

Ia menjelaskan penelitian ini masih di tahap awal dan masih panjang prosesnya.

Aniska dan tim berkomitmen untuk melanjutkan riset, termasuk pemurnian senyawa aktif, optimasi produksi metabolit, hingga uji pra-klinik, sebelum dapat dikembangkan sebagai kandidat obat antikanker baru yang aman dan efektif sehingga bermanfaat bagi yg membutuhkan.

"Pendekatan ini dinilai dapat menjadi alternatif dalam pengembangan obat berbasis bahan alam dengan biaya produksi yang lebih efisien dan sumber daya yang berkelanjutan," ujar Aniska.

Diketahui, temuan ini merupakan hasil riset kolaboratif antara tim BRIN dan Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM).

Tim peneliti berhasil mengisolasi tujuh bakteri aktinomisetes dari tanah perkebunan kunyit (Karanganyar, Jawa Tengah) dan menguji potensi antikankernya secara in vitro terhadap sel kanker payudara T47D.

Hasil penelitian dipublikasikan di Journal of Applied Pharmaceutical Science Vol. 15 No. 3 (DOI: 10.7324/JAPS.2025.218990).