Legislator Papua Tengah Dukung Program Gentengnisasi Karena Bahan Baku Melimpah
Marius Frisson Yewun February 06, 2026 01:29 PM

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari

TRIBUN-PAPUA.COM, NABIRE - Upaya pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk merombak standar hunian layak bagi masyarakat melalui program gentengnisasi mulai memicu gelombang dukungan dari berbagai daerah.

Di wilayah timur Indonesia, inisiatif ini dipandang sebagai terobosan untuk menghadirkan keadilan hunian yang lebih manusiawi dan adaptif terhadap iklim tropis.

Anggota DPR Papua Tengah, Peanus Uamang, secara terbuka memberikan apresiasi tinggi terhadap visi besar tersebut.

Langkah ini dinilai sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat akan tempat tinggal yang nyaman secara termal.

Ia meyakini, perubahan material atap dari seng ke genteng dapat membawa dampak baik terhadap kualitas hidup secara keseluruhan.

​​Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu, menyoroti kedaulatan sumber daya sebagai fondasi utama program ini.

Baca juga: MODANA dari Smart Finance Hadirkan Solusi Pinjaman Dana Tanpa Drama

Menurut dia, Indonesia tidak perlu bergantung pada material impor karena ketersediaan bahan baku lokal untuk membuat genteng yang sangat besar.

"Kita harus melihat bahwa bahan mentah untuk memproduksi genteng di Indonesia, termasuk tanah liat dan material pendukung lainnya, sangat melimpah. Dari sisi hulu, kita sangat siap untuk melakukan produksi massal tanpa kendala ketersediaan bahan. Bagi saya, ini adalah program yang sangat masuk baik," kata Peanus kepada Tribun-Papua.com, di salah satu kafe, Jalan Sam Ratulangi, Kelurahan Oyehe, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Jumat, (6/2/2026).

Legislator asal Papua Tengah ini membedah alasan mengapa transisi penggunaan genteng lebih baik karena itu dapat membuat suhu dalam rumah lebih sejuk secara alami serta terasa jauh lebih dingin dan teduh.

Untuk itu, penggunaan genteng sangat penting bagi rumah masyarakat yang tinggal di daerah dengan paparan sinar matahari tinggi.

"Artinya, dengan genteng rumah benar-benar berfungsi sebagai tempat perlindungan yang nyaman," ujarnya.

Peanus berharap, transformasi ini dapat terwujud dalam bentuk renovasi fisik hunian masyarakat di seluruh pelosok nusantara demi meningkatkan indeks kebahagiaan dan taraf hidup rakyat Indonesia.

Baca juga: Persipura Jangan Jemawa di Puncak!

Sebagai informasi, program gentengnisasi merupakan program yang diperkenalkan secara resmi oleh Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang berlangsung di Sentul, Bogor, pada Senin (2/2/2026).

Kebijakan ini bertujuan untuk mengganti atap seng pada rumah-rumah warga dengan genteng yang lebih berkualitas dan tahan lama. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.