TRIBUNGORONTALO.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca pada Jumat (6/2/2026).
Intensitas hujan yang cukup tinggi diprediksi akan menyisir banyak wilayah mulai siang hari ini.
Laporan terbaru yang diperbarui oleh BMKG pada pukul 12:53 Wita menunjukkan adanya konsentrasi awan hujan yang signifikan.
Fenomena alam ini diperkirakan tidak hanya membawa curah hujan sedang hingga lebat, namun juga potensi sambaran petir yang disertai tiupan angin kencang secara mendadak.
Instansi yang bertanggung jawab di bidang klimatologi tersebut mengeluarkan peringatan ini sebagai langkah preventif bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan.
Mengingat cuaca ekstrem dapat memicu jarak pandang terbatas dan pohon tumbang, kesiapsiagaan menjadi kunci utama bagi para pengendara maupun penduduk di area rawan.
Berdasarkan pantauan radar cuaca, titik awal gangguan atmosfer ini mulai terdeteksi di sebagian wilayah Kabupaten Gorontalo dan Kabupaten Pohuwato.
Pergerakan awan kumulonimbus ini diprediksi mulai memberikan dampak langsung pada pukul 13:05 WITA di titik-titik koordinat tertentu.
Kondisi cuaca yang kurang bersahabat ini diperkirakan memiliki durasi yang cukup panjang.
Pihak prakirawan BMKG Gorontalo memproyeksikan bahwa gangguan cuaca ini masih akan bertahan dan menyelimuti wilayah-wilayah terdampak hingga pukul 15:05 Wita sore nanti.
Baca juga: Nama-nama 5 Penjabat Kepala Desa Dilantik Bupati Gorontalo per 5 Februari 2026
Berdasarkan data rilis resmi, wilayah berikut menjadi titik awal masuknya cuaca ekstrem:
- Kabupaten Gorontalo: Wilayah Pulubala
- Kabupaten Pohuwato: Wilayah Popayato Timur.
Perluasan Wilayah Potensi Hujan & Angin Kencang
Seiring pergerakan angin, BMKG memprediksi hujan lebat akan meluas ke area-area berikut:
1. Kabupaten Gorontalo
Limboto, Danau Limboto, Telaga, Batudaa, Tibawa, Batudaa Pantai, Boliyohuto, Telaga Biru, Bongomeme, Tolangohula, Mootilango, Limboto Barat, Tabongo, Biluhu, Asparaga, Bilato, dan Dungaliyo.
2. Kabupaten Boalemo
Paguyaman, Wonosari, Dulupi, serta Paguyaman Pantai.
3. Kabupaten Bone Bolango
Bulango Utara dan Bulango Ulu.
4. Kabupaten Pohuwato
Popayato, Lemito, Randangan, Marisa, Patilanggio, Taluditi, Buntulia, Duhiadaa, Wanggarasi, serta Popayato Barat.
5. Kabupaten Gorontalo Utara
Atinggola, Kwandang, Anggrek, Sumalata, Tolinggula, Gentuma Raya, Tomolito, Ponelo Kepulauan, Monano, dan Sumalata Timur.
BMKG mengingatkan agar masyarakat yang berada di wilayah perluasan tersebut untuk segera mengamankan peralatan elektronik dan menghindari berlindung di bawah pohon besar atau baliho saat angin kencang menerjang.
(TribunGorontalo.com/*)