Teks Misa Minggu 8 Februari 2026 Lengkap Renungan Harian Katolik
Gordy Donovan February 06, 2026 01:47 PM

Oleh: P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak teks misa Minggu 8 Februari 2026.

Teks misa lengkap renungan harian Katolik.

Teks misa disiapkan untuk hari biasa pekan V tahun A dengan warna liturgi hijau.

Teks misa disusun oleh P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD.

Ikuti misa dengan penuh iman.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Sabtu 7 Februari 2026, Belas Kasihan Yesus

Persiapan Misa

Para Petugas Liturgi berkumpul di sakristi. Pada meja perayaan disiapkan lilin bernyala yang mengapiti salib. Untuk bacaan, siapkan Alkitab. Untuk nyanyian, bisa siapkan buku nyanyian. Sedapat mungkin, untuk kekhusukan suasana, alat-alat komunikasi dimatikan. 

Ketika memulai, Pemimpin (P) berkata, “Penolong kita ialah Tuhan”, dan yang lain menyahut, “Yang menjadikan langit dan bumi”.  Kemudian dinyanyikan lagu pembuka

01. TANDA SALIB DAN SALAM 

P : Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. 
U : Amin. 
P : Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus beserta kita. 
U : Sekarang dan selama-lamanya. 

02. KATA PEMBUKA 

P : Hari ini kita merayakan Hari Minggu Kelima dalam Masa Biasa. Bacaan-bacaan suci mengajak kita untuk melakukan perbuatan baik sebagai ungkapan dari iman kita. Dalam bacaan pertama, melalui mulut nabi Yesaya, Tuhan meminta orang Israel untuk berbagi kasih dengan sesama seperti berbagi roti dengan yang miskin, menutupi yang telanjang, dan sebagainya. Itulah yang berkenan kepada Tuhan. Itulah yang menjadi ciri anak-anak dari Allah yang mahamurah.Dalam bacaan kedua, Rasul Paulus mengajak kita untuk tidak bermegah karena diri kita sendiri. Apa yang kita perbuat mesti juga berasal dari kekuatan Roh Tuhan. Hal ini akan membantu kita untuk tidak sombong karena kita sadar bahwa apa yang kita buat itu selalu berasal dari dorongan Roh. Karena itu, kita perlu mendengarkan suara Roh dalam batin kita.Dalam bacaan Injil, Yesus meminta kita untuk 
menjadi terang dan garam dunia. Kita berbuat baik, sehingga ketika orang lain melihat perbuatan baik yang kita lakukan, mereka pun dihantar kepada Tuhan. Tuhan itu asal segala kebaikan, sebab itu, kita pun diundang untuk meneruskan kebaikan Tuhan itu kepada sesama kita. Semoga kita tidak pernah jemu untuk berbuat baik, sama seperti Tuhan yang selalu berbuat baik kepada kita. [hening sejenak] 

03. TOBAT DAN PERMOHONAN AMPUN 

P : Marilah menyesali dan mengakui bahwa kita telah berdosa, supaya kita siap mendengarkan Sabda 
Allah, Terang dan Pedoman hidup kita.
U : Saya mengaku kepada Allah yang Mahakuasa, dan kepada saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa,
dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu saya mohonkepada Santa Perawan Maria, kepada para malaikat 
dan orang kudus dan kepada saudara sekalian, supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita. 
P : Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U : Amin. 

04. MENYANYIKAN LAGU KEMULIAAN 

[Dianjurkan untuk memakai Madah Kemuliaan di bawah ini.] 

P : Kemuliaan kepada Allah di surga 
U : dan damai di bumi kepada orang yang berkenan pada-Nya. 
P : Kami memuji Dikau, 
U : Kami meluhurkan Dikau. 
P : Kami menyembah Dikau, 
U : Kami memuliakan Dikau.
P : Kami bersyukur kepada-Mu, karena kemuliaan-Mu yang besar. 
U : Ya Tuhan Allah, raja surgawi, Allah Bapa yang Mahakuasa. 
P : Ya Tuhan Yesus Kristus, Putera yang tunggal. 
U : Ya Tuhan Allah, Anak Domba Allah, Putera Bapa. 
P : Engkau yang menghapus dosa dunia, kasihanilah kami. 
U : Engkau yang menghapus dosa dunia, kabulkanlah doa kami. 
P : Engkau yang duduk di sisi Bapa, kasihanilah kami. 
U : Karena hanya Engkaulah kudus. 
P : Hanya Engkaulah Tuhan. 
U : Hanya Engkaulah Mahatinggi, ya Yesus Kristus. 
P : bersama dengan Roh Kudus, 
U : dalam kemuliaan Allah Bapa. Amin.

05. DOA PEMBUKA 

P : Marilah kita berdoa,[hening sejenak] 

Allah yang mahapengasih, kami berterima kasih karena Engkau senantiasa menolong kami. Demi kebaikan dan keselamatan kami, Engkau mengutus Yesus Putra-Mu untuk menunjukkan jalan yang benar kepada kami. Semoga kami selalu membuka hati kami untuk mendengarkan Sabda-Mu dan melaksanakannya dalam kehidupan harian kami. Dengan pengantaraan Kristus, kami, yang hidup dan berkuasa bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa.
U : Amin. 

06. AJAKAN MENDENGARKAN SABDA TUHAN 

P : Marilah kita membuka hati kita untuk mendengar kan Sabda Tuhan dan menerimanya agar Sabda Tuhan menjadi pelita iman kita dan tongkat penuntun jalan hidup kita. 
[Bacaan dibacakan dari Alkitab atau Lectionarium]

07. BACAAN PERTAMA (Yes. 58:7-10) 

L : Bacaan dari Kitab Yesaya.

Beginilah firman Tuhan Allah, “Aku menghendaki supaya engkau membagi-bagikan rotimu kepada orang yang lapar, dan membawa ke rumahmu orang-orang miskin yang tak punya rumah; dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian, dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri! Pada waktu itulah terangmu akan merekah laksana fajar, dan luka-lukamu akan pulih dengan segera. 
Kebenaran menjadi barisan di depanmu dan kemuliaan Tuhan menjadi pengiringmu. Pada waktu itulah engkau akan memanggil Tuhan dan Ia akan menjawab; engkau akan berteriak minta tolong, dan Ia akan berkata, ‘Ini Aku!’ Apabila engkau tidak lagi mengenakan kuk kepada sesamamu, dan tidak lagi menunjuk-nunjuk orang 
dengan jari dan memfitnah; apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kauinginkan sendiri, dan memuaskan hati orang yang tertindas, maka terangmu akan terbit dalam gelap, dan kegelapanmu akan seperti rembang tengah hari.”
Demikianlah Sabda Tuhan.
U : Syukur kepada Allah. 

08. MENDARASKAN MAZMUR TANGGAPAN 

Refren (Mzm. 112:4a) 

Bagi orang benar Tuhan bercahaya 
laksana lampu di dalam gulita.

Mzm 112:4-5.6-7.8a.9 

Bagi orang benar Tuhan bercahaya laksana lampu di dalam gelap Ia pengasih dan penyayang serta 
berlaku adil. Orang baik menaruh belaskasihan dan memberi pinjaman, ia melakukan segala urusan dengan semestinya.(Refren)

Orang jujur tidak pernah goyah; ia akan dikenang selama-lamanya. Ia tidak takut kepada kabar buruk, 
hatinya tabah, penuh kepercayaan pada Tuhan. (Refren)

Hatinya teguh, ia tidak takut, ia murah hati, orang miskin diberinya derma. Kebajikan tetap untuk selama-lamanya, tanduknya meninggi dalam kemuliaan. (Refren)

09. BACAAN KEDUA (1Kor. 2:1-5) 

L : Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus

10. ALLELUIA (Mat. 8:12) 

P : Alleluia
U : Alleluia
P : Akulah terang dunia, sabda Tuhan.*Barangsiapa mengikuti Aku, ia mempunyai terang 
hidup.
U : Alleluia

11. INJIL (Mat. 5:13-16) 

P : Marilah kita bersama-sama mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut Matius.

Pemimpin dan semua yang hadir membuat tanda salib dengan ibu jari pada dahi, mulut, dan dada.Kemudian Pemimpin membacakan Injil. Dalam khotbah di bukit Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada gunanya lagi selain dibuang 
dan diinjak-injak orang. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagi pula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian, 
sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik, dan memuliakan Bapamu yang di surga.”
P : Demikianlah Injil Tuhan. 
U : Terpujilah Kristus. 

12. RENUNGAN HARIAN KATOLIK

Kita barusan mendengarkan bacaan tentang ajakan Yesus untuk menjadi garam dan terang dunia. Pesan Yesus ini diberikan ketika Ia berada di bukit, setelah mengucapkan Sabda Bahagia. Kita dalami satu dua 
poin dari bacaan Injil ini. Pertama, berani menunjukkan identitas. Dalam bacaan ini, Yesus menyamakan para pendengar-Nya sebagai garam dan terang. Kedua hal ini amat akrab dengan situasi para pendengar. Garam dipakai sebagai pelengkap bumbu makanan. Terang dirasakan mereka setiap hari. Keduanya memiliki identitasnya masing masing. Garam dikenal dengan asinnya dan terang dikenal dengan cahaya yangmenampakkan segala sesuatu. Dengan memilih kedua hal ini, Yesus sebenarnya meminta para pendengar-Nya untuk secara jelas menampilkan identitas mereka. Mereka adalah para pendengar atau pengikut-Nya, maka 
mereka harus juga menampilkan identitas kemuridan itu dengan jelas. Dengan cara seperti ini, ia juga diingatkan untuk selalu memusatkan perhatian pada Yesus. Semakin ia dekat dengan Yesus, semakin kuat pula identitasnya. Kita pun diajak oleh Tuhan untuk menunjukkan atau menampakkan identitas kekristenan kita dengan jelas dalam hidup kita. Oleh pembaptisan dan pembaharuan pembaptisan setiap tahun dalam momen Paskah, kitatelah menamakan diri kita sebagai orang Kristen, Pengikut Kristus. Kita perlu menampakkan identitas kita itu dengan jelas, baik dalam kata-kata maupun dalam tingkah laku kita. Seperti garam dan terang yang memiliki kejelasan identitas dan kekhasannya, kita pun diharapkan untuk berkualitas dalam identitas iman kita. Semoga kita dapat hidup sesuai dengan pengakuan iman kita.Kedua, berani tampil bersaksi. Yesus juga menyampaikan bahwa garam dan terang itu mesti berguna bagi semua orang. Garam mesti tetap asin sehingga ia dipakai, dan terang harus bernyala di depan banyak orang sehingga berguna. Kalau pelita yang bernyala itu diletakkan di dalam gentong, maka cahayanya tidak dapat dinikmati oleh orang lain. Ia harus diletakkan di tempat terbuka sehingga ia menerangi seluruh isi rumah. Ketika kita sudah mengimani Kristus, kita menjadi pribadi yang khas dengan identitas yang jelas. Yang mesti dibuat adalah membuat cahaya iman kita itu menyala di depan banyak orang. Hidup kita yang baik, tutur kata kita yang bijak, dan pendekatan kita yang menenangkan adalah contoh dari terang iman kita. Terang itu menghidupkan dan membuat orang dapat termotivasi untuk bekerja lebih baik. Maka kita pun bisa menjadi terang yang memotivasi sesama kita untuk hidup lebih baik. Ketika kita berbuat demikian, maka orang akan melihat kebaikan Tuhan melalui diri kita. Mereka tahu bahwa kita belajar banyak dari Tuhan yang mahabaik. Mereka pun dihantar kepada Tuhan. Sebaliknya, jika kita berbuat jahat, kita membawa 
kegelapan ke dalam hidup orang lain. Semoga kita setia dalam iman kita, dan berani tampil bersaksi sebagai garam dan terang dunia. Tuhan memberkati.

13. HENING SEJENAK 
14. SYAHADAT 

P : Marilah menanggapi Sabda Tuhan dan mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada 
Tuhan dengan mengucapkan Syahadat. Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa…..

15. DOA UMAT 

P : Saudara-saudari terkasih, Tuhan tetap setia pada janji-janji-Nya. Maka beranilah kita memanjatkan 
doa-doa kepada-Nya.
P : Bagi Gereja yang kudus. Kita mohon semoga Roh Kudus senantiasa menyadarkan para pewarta Injil, bahwa Rohlah yang menyentuh hati orang-orang yang mencari kebenaran, dan bukan karena usaha mereka sendiri. Marilah kita mohon…
P : Bagi masyarakat kita. Semoga Allah berkenan mencurahkan Roh Kudus-Nya kepda masyarakat kita, agar mereka melalui karya dan hiudp sehari hari mampu mengalami kehadiran dan penyertaan 
Tuhan. Marilah kita mohon… 
P : Bagi semua orang di perantauan. Kita berdoa semoga mereka tetap setia dalam iman yang sudah ditanamkan oleh orangtuanya. Semoga mereka tetap dilindungi oleh Tuhan dan tetap menjalin hubungan dengan orangtua dan sanak saudaranya. Marilah kita mohon….
P : Bagi kita sekalian. Semoga kita yang hadir di sini diberi daya kekuatan untuk semakin menjadi garam 
dan terang di tengah masyarakat melalui sikap pribadi dalam karya nyata. Marilah kita mohon…. 
P : Kita hening sejenak untuk menyerahkan doa dan permohonan pribadi kita masing-masing. 
[hening sejenak lalu lanjut].
P : Demikianlah, ya Bapa, doa-doa yang kamisampaikan ke hadirat-Mu. Semoga Engkauberkenan mengabulkannya, sebab semua ini kami sampaikan kepda-Mu dengan pengantaraanKristus, Tuhan kami.
U : Amin

16. KOLEKTE 

[Selanjutnya ada pengumpulan kolekte sebagai perwujudan cinta kepada Sang Sabda dan kepada sesama yang berkekurangan, diiringi lagu yang sesuai. Kolekte dikumpulkan lalu dihantar dan diletakkan di depan mimbar] diiringi lagu persembahan yang bernada Syukur Kepada Tuhan atau Ajakan  Berbagi. 

17. DOA PUJIAN 

[Sesudah Kolekte, Pemimpin membawakan Doa Pujian sambil berdiri di depan umat, menghadap ke altar dan umat berdiri dan setiap kali mendaraskan aklamasi bersama.]

P : Saudara-saudari yang terkasih, Allah Bapa mengutus Putra-Nya untuk membawa keselamatan ke tengah kita; setiap orang yang menerima Dia, akan diselamatkan. Oleh karena itu, marilah kita mengangkat hati kepada-Nya, memuji dan meluhurkan Dia sambal berseru:
Terpujilah Engkau di Surga.
U : Terpujilah Engkau di Surga.
P : Ya Allah, Bapa yang kudus, kami memuji Engkau, sebab Engkau telah berjanji kepada umat-Mu untuk 
mengutus seorang Juruselamat, yakni Yesus Kristus, Putra-Mu. Maka kami berseru:
U : Terpujilah Engkau di Surga.
P : Putra-Mu datang sebagai manusia biasa, untuk melaksanakan rencana-Mu, yakni membuka jalan 
keselamatan bagi kami. Kedatangan-Nya merupakan anugerah terbesar belas kasih-Mu kepada manusia. Maka kami berseru:
U : Terpujilah Engkau di Surga.
P : Bila kelak kegenapan masa tiba, Putra-Mu akan datang lagi, ya Bapa, dengan semarak dan mulia. Kedatangan-Nya itu kami nantikan dengan berjaga sambil berdoa. Maka kami berseru:
U : Terpujilah Engkau di Surga.
P :Dalam menantikan kedatangan-Nya yang mulia, Dia menuntun kami dengan Sabda-Nya, memberi harapan dengan janji keselamatan yang akan kami peroleh dalam Dia. Maka kami berseru:
U : Terpujilah Engkau di Surga.
P : Maka, ya Bapa, dengan gembira hati, bersama seluruh umat beriman, dalam kesatuan dengan Bapa Uskup kami [nama Uskup setempat] dan Pastor Paroki kami [nama pastor paroki setempat], kami melambungkan madah pujian bagi-Mu dengan berseru:

[menyanyikan satu lagu bertemakan Puji Syukur]

Menyusul RITUS KOMUNI. Dalam Ibadah Sabda terdapat dua kemungkinan, yaitu (1) menyambut komuni (lihat cara A), (2) tidak menyambut komuni, tetapi umat diajak menghayati komuni batin/rindu (lihat cara B). 

18A. Cara A: DENGAN KOMUNI 

Sesudah Doa Pujian, Pemimpin menuju ke altar untuk mempersiapkan komuni. Ia membentangkan kain korporale di atas altar dan kemudian mengambil Sakramen Mahakudus dari tabernakel dan diletakkan di atas kain korporale. Sesudah mempersiapkan segala yang perlu untuk Komuni Kudus, para pemandu/pengantar bersama para pelayan dan umat beriman berlutut menyembah dalam keheningan sesaat. Sesudah itu Pemimpin mengajak umat untuk menyanyikan lagu Bapa Kami sambil berdiri.

P : Saudara-saudari, meskipun kita tidak merayakan Ekaristi, pada perayaan ini kita memperoleh 
kesempatan menyambut Komuni Kudus, maka dalam persatuan dengan saudara-saudari se paroki yang merayakan Ekaristi, marilah kita menyiapkan hati di hadirat Tuhan. [Hening sejenak]

19A. BAPA KAMI Berdiri 

P : Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran Ilahi, maka beranilah kita berdoa.
U : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah 
kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah 
kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Sesudah doa Bapa Kami, dapat juga diadakan Salam damai.

20A. SALAM DAMAI DAN KOMUNI 

Bila ada Salam Damai, Pemimpin mengajak Umat, misalnya sebagai berikut:

P : Marilah kita saling memberikan salam damai. Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat. Sesudah Salam Damai, Pemimpin berlutut menghormati Sakramen Mahakudus, lalu menghunjukkan hosti kudus kepada umat, sambil berkata:

P : Inilah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia. Hosti dan sibori ditunjukkan kepada umat:
Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuan Nya. Pemimpin dan Umat berdoa bersama-sama.

U : Ya Tuhan saya tidak pantas, Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh. Dengan khidmat, Pemimpin menyambut Tubuh Tuhan terlebih dulu. Sesudah itu, ia melayani umat yang menyambut komuni, seraya setiap kali berkata:
P : Tubuh Kristus.
U : Amin.

Penyambutan komuni diiringi dengan nyanyian komuni.
----------------------------------------------------------------------------------------------
18B. Cara B. TANPA KOMUNI 

P : Pada perayaan ini kita tidak menyambut Komuni kudus. Meskipun demikian, marilah kita menghayati kehadiran Tuhan yang kita rindukan di dalam hati kita masing-masing.

19B. BAPA KAMI Berdiri 

P : Saudara-saudari terkasih, kita telah dipersatukan oleh iman yang sama. Maka sebagai Putra-Putri 
Bapa yang satu dan sama, marilah kita berdoa sebagaimana yang diajarkan oleh Putra-Nya sendiri.

U : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi 
bebaskanlah kami dari yang jahat. Dapat dilaksanakan Salam Damai. 

P : Marilah kita saling memberikan salam damai.
Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari 
yang berada paling dekat saja.

20B. DOA KOMUNI BATIN Berlutut/berdiri 

Pemimpin mengajak semua yang hadir untuk melaksanakan Komuni Batin dengan rumusan ajakan antara lain sebagai berikut: 

P : Kini, mari kita siapkan hati kita untuk menyambut kedatangan Tuhan di dalam hati kita.

P : Yesus bersabda, “Kamu memang sudah bersih karena Firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari  dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” (Yoh. 15:3-4). [hening sejenak]

P : Yesusku, aku percaya, Engkau sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus. Aku mengasihi-Mu 
lebih dari segalanya, dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam seluruh jiwaku. Karena sekarang aku tak dapat menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi, datanglah sekurang kurangnya secara rohani ke dalam hatiku, meskipun Engkau selalu telah datang. Aku memeluk-Mu dan mempersatukan diriku 
sepenuhnya kepada-Mu, jangan biarkan aku terpisah daripada-Mu. Amin. [hening sejenak]

P : Dalam keheningan, marilah kita masing-masing menyatukan diri dengan Tuhan yang hadir saat ini 
di sini bersama kita. 

Berbicaralah dengan Dia dari hati ke hati dengan mengatakan: 

P : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu. 
U : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu. 

▪ Seruan di atas diulangi oleh Pemimpin dan diikuti oleh yang hadir sebanyak tiga kali. 
▪ Lalu diberi saat hening secukupnya. 
▪ Sesudah Komuni Batin, dapat dinyanyikan satu lagu Syukur atau Pujian.

21. MENDOAKAN MAZMUR 15 

[Bisa didoakan bergantian oleh dua orang]

TUHAN, siapa yang boleh menumpang dalam kemah-Mu? Siapa yang boleh diam di gunung-Mu yang kudus? Yaitu dia yang berlaku tidak bercela, yang melakukan apa yang adil dan yang mengatakan kebenaran dengan segenap hatinya,yang tidak menyebarkan fitnah dengan lidahnya, yang tidak berbuat jahat terhadap temannya dan yang tidak menimpakan cela kepada tetangganya; yang memandang hina orang yang tersingkir, tetapi memuliakan orang yang takut akan TUHAN; yang berpegang pada sumpah, walaupun rugi;yang tidak meminjamkan uangnya dengan makan riba dan tidak menerima suap melawan orang yang tak bersalah. Siapa yang berlaku demikian, tidak akan goyah selama-lamanya. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus, seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad, amin.

22. AMANAT PENGUTUSAN 

P : Saudara-saudari terkasih, Yesus berpesan agar kita mesti tetap menampakkan cahaya iman kita kepada sesama. Itulah pewartaan dan sekaligus kesaksian kita akan ibadah yang kita rayakan. Mari kita saling berbagi dan saling menolong, agar kasih Tuhan itu tampak kepada semua orang sehingga semua orang dapat dihantar kepada Tuhan. Mari kita mulai dari dalam keluarga dan lingkungan kita masing-masing. 

23. DOA PENUTUP 

P : Marilah kita berdoa, Allah yang mahamurah, kami telah merenungkan Sabda-Mu yang menguatkan kami untuk melanjutkan kebaikan yang telah kami mulai dalam hidup kami. Bantulah kami, jika garam hidup kami 
menjadi tawar, dan tolonglah Ketika nyala pelita kami redup, agar kami tetap menampakkan kebaikan-Mu dalam hidup kami. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami, kini dan 
sepanjang masa.
U : Amin

24. MOHON BERKAT TUHAN 

P : Sebelum mengakhiri perayaan ini marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat Tuhan. [hening sejenak]
P : Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal. 
[sambil membuat Tanda Salib pada diri sendiri]

DALAM NAMA BAPA, DAN PUTRA, DAN ROH KUDUS. 

U : Amin. 

P : Perayaan Sabda kita ini sudah selesai. 

U : Syukur kepada Allah. 

25. PENGUTUSAN 

P : Marilah pergi, kita diutus. 

U : Amin. 

26. LAGU PENUTUP . (Sumber P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD/Kgg).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.