TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa merespons santai keputusan lembaga pemeringkat internasional Moody’s Investors Service yang menurunkan outlook kredit Indonesia menjadi negatif, meski tetap mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level Baa2 atau satu tingkat di atas batas investment grade.
Bendahara negara itu menilai penilaian Moody’s tersebut bersifat sementara dan akan berubah seiring membaiknya kinerja ekonomi nasional.
Baca juga: Alasan Moodys Pangkas Outlook Utang RI Jadi Negatif, Soroti Program MBG
"Ya biar aja seperti itu, yang menjelaskan ekonomi kita sudah berbalik arah, lebih cepat daripada sebelumnya. Kedepan akan membaik juga, lebih bagus lagi saya pikir, pertumbuhan akan lebih cepat. Nanti saya pikir pelan-pelan Moody's akan melihat apa yang terjadi di sini dengan lebih fair," ujar Purbaya di Kementerian Keuangan, Jumat (6/2/2026).
Purbaya menegaskan, pada prinsipnya lembaga pemeringkat menilai kemampuan dan kemauan suatu negara dalam membayar utangnya. Bahkan kata dia, seiring waktu Moody’s akan melihat kondisi ekonomi Indonesia dengan lebih objektif.
"Bahwa walaupun ada program seperti itu yang mereka ragukan, tapi ekonomi akan tumbuh lebih cepat. Pelan-pelan nanti keraguannya akan hilang lagi. Kan lembaga pemerintah sebetulnya memenilai untuk melihat apakah kita mampu bayar utang atau mau bayar utang," jelasnya.
Baca juga: Moodys Turunkan Outlook RI, Pengamat: Risiko Meningkat dari Sisi Tata Kelola
Sebelumnya lembaga pemeringkat internasional Moody’s Investors Service menurunkan outlook kredit Indonesia menjadi negatif, meski tetap mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level Baa2 atau satu tingkat di atas batas investment grade.
Mengutip keterangan Moody's Rating yang diunggah pada 5 Februari 2026, lembaga pemeringkat kredit global itu menyebut bahwa perubahan outlook ini didorong oleh menurunnya tingkat prediktabilitas dalam perumusan kebijakan, yang berisiko melemahkan efektivitas kebijakan dan mencerminkan pelemahan tata kelola.
Jika berlanjut, tren ini dapat menggerus kredibilitas kebijakan Indonesia yang telah terbangun lama, yang selama ini menopang pertumbuhan ekonomi yang solid serta stabilitas makroekonomi, fiskal, dan keuangan.
Moody's menyebut, penegasan peringkat ini mencerminkan ketahanan ekonomi Indonesia yang didukung oleh kekuatan struktural, seperti kekayaan sumber daya alam dan demografi yang menguntungkan, yang menopang pertumbuhan jangka menengah.
Meskipun terdapat risiko yang muncul, penegasan peringkat ini juga ditopang oleh kebijakan fiskal dan moneter yang prudent, yang telah menghasilkan stabilitas makroekonomi.
Terjaganya kredibilitas kebijakan dan dengan demikian stabilitas makroekonomi tetap menjadi asumsi dasar utama yang mendasari peringkat Baa2 atau satu tingkat di atas batas investment grade.