TRIBUNMANADO.CO.ID, RATAHAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Tenggara (Mitra), Sulawesi Utara (Sulut) secara resmi meluncurkan Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, Indah (ASRI), Jumat 6 Februari 2026.
Gerakan ini sebagai langkah nyata dalam menindaklanjuti instruksi Presiden Prabowo Subianto.
Kegiatan yang dipusatkan diberbagai titik strategis ini, bertujuan mewujudkan lingkungan yang bersih, indah, dan berkelanjutan di wilayah Kabupaten Mitra, Jumat 6 Februari 2026.
Minahasa Tenggara adalah kabupaten di provinsi Sulut, Indonesia, dengan ibu kota Ratahan yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Minahasa Selatan.
Jarak Manado Ibu Kota Sulut ke Ratahan adalah 64,5 km yang bisa ditempuh dengan 2 jam 4 menit lewat Jl. Raya Manado Tomohon dan Jl. kawangkoan-Tomohon.
Gerakan Indonesia ASRI ini dipimpin langsung oleh Bupati Mitra Ronald Kandoli, yang didampingi oleh Ketua TP PKK Stefa Kandoli Antou.
Turut hadir Wakil Bupati Fredy Tuda bersama Wakil Ketua TP PKK Sandra Tuda Kindangen, jajaran Forkopimda, serta seluruh pejabat di lingkungan Pemkab Mitra.
Bupati Ronald Kandoli menegaskan Pemkab Mitra berkomitmen penuh menyukseskan program nasional ini.
Gerakan Indonesia ASRI sendiri sebelumnya telah dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2026 sebagai upaya transformasi daerah melalui pengelolaan sampah terintegrasi.
“Kami langsung mengambil langkah nyata di lapangan sebagai tindak lanjut arahan Bapak Presiden Prabowo," ujarnya.
"Target kita jelas yaitu transformasi lingkungan yang lebih bersih dan sehat bagi seluruh masyarakat Mitra,” ujar Kandoli.
Top eksekutif di Kabupaten Mitra ini menekankan bahwa gerakan tersebut bukan sekadar aksi seremonial.
Ia menaruh harapan besar agar semangat Indonesia ASRI bertransformasi menjadi budaya baru bagi masyarakat Mitra dalam menjaga kelestarian lingkungan secara mandiri.
“Saya mengajak seluruh lapisan masyarakat, para pemangku kepentingan, hingga sektor swasta untuk bahu-membahu. Mari kita jadikan Mitra lebih ASRI demi kenyamanan dan masa depan generasi kita,” ujar Kandoli.
Gerakan ini ditandai dengan pembersihan fasilitas publik secara serentak.
Turut ambil bagian seluruh ASN Pemkab Mitra, personel TNI dan Polri serta instansi vertikal, organisasi Wanita (Pengurus TP-PKK dan Dharma Wanita), perbankan dan swasta dan masyarakat. (Nie)