Laporan Wartawan TribunPalu.com, Abdul Humul Faaiz
TRIBUNPALU.COM, PARIGI MOUTONG – Komisariat Daerah (Komda) Alkhairaat Kabupaten Parigi Moutong menggelar Salat Sunnah Istisqa sebagai ikhtiar spiritual menghadapi kemarau panjang melanda wilayah tersebut, Jumat (6/2/2026) pagi.
Salat istisqa merupakan salat sunnah yang dilakukan umat Islam untuk memohon turunnya hujan kepada Allah, biasanya saat terjadi kemarau panjang, kekeringan, atau krisis air.
Salat Istisqa dilaksanakan di Kompleks Alkhairaat Parigi, Kecamatan Parigi dan diikuti pelajar madrasah, pengurus Alkhairaat, masyarakat umum, hingga sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong.
Baca juga: Tangis Warga Pecah Saat Karhutla Hanguskan Kebun di Parigi Moutong, Polisi Turun Menenangkan
Ibadah dipimpin oleh Ustadz Rifyal Saputra dan berlangsung khidmat sejak pukul 06.00 Wita hingga sekitar pukul 08.00 Wita.
Mereka memadati lapangan sejak pagi hari dan mengikuti rangkaian acara dengan tertib dan khidmat.
Pantauan di lokasi, jemaah laki-laki dan perempuan duduk terpisah di atas sajadah dan terpal yang digelar memanjang.
Inada ini dilaksanakan bersama di ruang terbuka, alas kaki peserta diletakkan di bagian depan dan sisi lapangan.
Seorang pemuka agama terlihat memimpin doa dan menyampaikan tausiah di hadapan jemaah.
Ketua Komda Alkhairaat Parigi Moutong, Adrudin Nur, mengatakan Salat Istisqa merupakan bentuk tanggung jawab bersama umat Islam dalam menyikapi kondisi alam yang semakin memprihatinkan akibat kemarau berkepanjangan.
Baca juga: BP3MI Sulteng Perkuat Pembentukan Desa Migran Emas di Kabupaten Donggala dan Sigi
Ia menyebut, dampak kemarau saat ini telah dirasakan langsung oleh masyarakat, mulai dari kekeringan sumber air, terganggunya lahan pertanian warga, hingga meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Salat Istisqa ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk memohon rahmat Allah SWT agar hujan segera diturunkan dan membawa keberkahan bagi Parigi Moutong,” ujar Adrudin.
Ia menegaskan, selain upaya teknis yang dilakukan pemerintah, pendekatan spiritual juga penting sebagai penguat batin masyarakat di tengah situasi krisis lingkungan.
Pelaksanaan Salat Istisqa ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Parigi Moutong terkait imbauan menyikapi dampak kemarau panjang.
Dalam surat edaran tersebut, Kemenag mengajak umat Islam untuk meningkatkan doa, memperbanyak istighfar, serta melaksanakan Salat Istisqa sebagai ikhtiar spiritual memohon turunnya hujan.
Kemenag Parigi Moutong juga menginstruksikan seluruh Kantor Urusan Agama (KUA) di tingkat kecamatan untuk berkoordinasi dengan penyuluh agama, tokoh agama, dan masyarakat dalam pelaksanaan Salat Istisqa di wilayah masing-masing.
Baca juga: Operasi Keselamatan Tinombala 2026, Polres Morut Periksa Kendaraan Umum di Jl Trans Sulawesi
Selain itu, masyarakat diimbau untuk terus meningkatkan kepedulian sosial serta menjaga lingkungan sebagai bagian dari upaya bersama menghadapi dampak kemarau dan ancaman bencana.
Salat Istisqa ini diharapkan dapat menjadi penguat solidaritas umat sekaligus bagian dari ikhtiar menyeluruh dalam menghadapi kemarau panjang dan risiko karhutla di Parigi Moutong.(*)