TribunGayo.com, TAKENGON - Sebanyak 50 mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat, di Desa Genuren, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah pada awal Februari 2026.
Kegiatan yang bertajuk 'Bangun Desa Tangguh Bencana Berbasis Rehabilitasi Lingkungan dan Edukasi Bencana', ini merupakan wujud implementasi Program Mahasiswa Berdampak yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
Program ini bertujuan untuk meningkatkan ketangguhan desa dalam menghadapi potensi bencana melalui pendekatan rehabilitasi lingkungan serta peningkatan pemahaman masyarakat terhadap mitigasi dan kesiapsiagaan bencana.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari pemerintah desa dan masyarakat setempat.
Dosen Pengawas Lapangan, Dr Ir Elysa Wulandari MT, Ir Sofyan MT, dan Ir Pocut Nurul Alam MT dalam penyampaiannya kepada reje atau Kepala Desa Genuren menegaskan bahwa fokus utama pelaksanaan program kali ini adalah pada upaya nyata di lapangan.
“Fokus utama kami pada kesempatan kali ini adalah rehabilitasi lingkungan dan edukasi bencana,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan mahasiswa dari Program Studi Teknik Sipil, Farel Kin Ara, menyampaikan komitmen seluruh peserta dalam menjalankan program kerja yang telah direncanakan.
“Kami selaku mahasiswa juga akan berusaha keras memenuhi setiap keluhan dan program kerja yang telah direncanakan sebelumnya,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa mahasiswa tidak hanya hadir untuk melaksanakan kegiatan fisik, tetapi juga membangun hubungan sosial yang baik dengan masyarakat.
“Kami juga akan terus melakukan pendekatan dan menjaga sikap terhadap masyarakat sekitar agar lingkungan tetap aman dan kondusif” tambah Farel.
Pelaksanaan kegiatan di lapangan telah dilakukan melalui berbagai aksi rehabilitasi lingkungan dan edukasi kebencanaan.
Meskipun sebagian besar kegiatan dilaksanakan dengan peralatan sederhana dan mengandalkan tenaga manusia, semangat gotong royong antara mahasiswa dan masyarakat tetap terjaga.
Antusiasme kedua belah pihak menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk menciptakan perubahan positif bagi lingkungan desa.
Program Mahasiswa Berdampak ini sejalan dengan tujuannya untuk membentuk mahasiswa sebagai agen perubahan sosial yang solutif, adaptif, dan inovatif dalam menjawab permasalahan nyata di tengah masyarakat.
Selain memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Desa Genuren, program ini juga memberikan keuntungan akademik bagi mahasiswa.
Melalui program ini, mahasiswa memperoleh konversi akademik sebesar 2 Satuan Kredit Semester (SKS) mata kuliah Kuliah Kerja Nyata (KKN) serta 2 Satuan Kredit Semester (SKS) mata kuliah pilihan, sehingga pengabdian kepada masyarakat dapat berjalan seiring dengan penguatan kompetensi akademik.
Dengan adanya Program Mahasiswa Berdampak ini, diharapkan Desa Genuren dapat menjadi desa yang lebih tangguh, peduli lingkungan, serta siap menghadapi potensi bencana di masa depan. (*)
Baca juga: Menteri PU Dody Kaget Suara Dentuman Tanah Saat Tinjau Lubang Raksasa Mirip Sinkhole di Aceh Tengah
Baca juga: Tanggap Darurat Berakhir, Aceh Tengah Resmi Masuk Masa Transisi Pemulihan Bencana 90 Hari
Baca juga: Kementrian PU Lakukan Kajian Teknis di Lokasi Fenomena Mirip Sinkhole Pondok Balik Aceh Tengah