Berbagi Kebahagiaan Meski Tabrak Aturan, Jhoni Tawarkan Wisata Perahu Layar Mewah di Teluk Ambon
Fandi Wattimena February 06, 2026 06:52 PM

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula Pelu

TRIBUNAMBON.COM - Persaudaraan dua kota di dua negara (Ambon Indonesia dan Darwin Australia) jadi pembuka jalan pelayaran perahu layar mewah.

Tercetuslah Ambon Darwin Yacht Race, dan kali pertama terselenggara tahun 1976.

Kemudian rutin diadakan untuk menjaga hubungan sister city.

Sempat terhenti tahun 1999 kala terjadi bencana sosial, dan berlanjut kembali 2007 hingga kini.

Johanis Stevanus Dahoklory adalah bocah yang kala itu begitu takjub akan kapal putih dengan tinggi tiang dan layar membentang.

Berharap ingin menaiki perahu layar mewah milik bule (sebutan tuk Warga Negara Asing), malah diusir.

Sekiranya itu menjadi pukulan telak yang berbuah tekad, kelak barus kembali ke tanah kelahiran dengan membawa serta yacht.

Baca juga: Hampir 3 Tahun Buron, DPO Royke Berhasil Ditangkap, 62 Personel Dapat Penghargaan Kapolda

Baca juga: Raih Dua Penghargaan Indonesia Golden Award 2026, Ketua DPRD Ambon: Ini Untuk Warga Tercinta

"Beta diusir, dan beta bertekad suatu waktu pasti bisa berlayar dengan kapal itu," ujar Johny saat dikonfirmasi TribunAmbon.com, Kamis (5/2/2026) malam.

Akkur, nama kapal berbendera Malaysia yang dikemudikan Johni Ambon, tak lain adalah bocah yang pernah diusir bule kala itu.

Penuh bangga menanjap jangkar di batas pasang tertinggi-surut terendah Amahusu, negeri di Kecamatan Amahusu Kota Ambon, tempat dia tumbuh besar dan bermukim.

Tercatat terakhir melapor ke kantor Bea Cukai Ambon tertanggal 26 Januari 2026.

Johni Ambon kerap membawa serta sanak keluarga bersamanya mengibar layar memecah ombak perairan teluk.

Niat berbagi bahagia dengan menjangkau lebih luas warga kota, Johni pun menawarkan jasa wisata pelayaran.

Wisata Yacht dan Aturan yang Dilanggar

1 November 2025, promo jasa wisata yacht diunggah akun Tiktok @Blandysilooy__.

"Haloo tamang2, yg mau sewa kapall par jalan2 dlm Teluk Ambon menggunakan kapal layarr yang sma ad di vidioo ini. boleh infoo bt yaaahh", tulis @Blandysilooy__ dalam unggahan video tampak yacht berbeda Malaysia yang tengah berlabuh.

Video itu disematkan di kolom pertama beranda laman TikTok dan sudah 73 ribu tayang, 210 komentar dan dibagikan sebanyak 1.045 hingga hari ini, Jumat (6/2/2026).

Tak sedikit akun menanyakan cara bocking hingga berapa tarif per Trip.

"DM bt yah kaka," kata @Blandysilooy__ membalas pertanyaan warganet di kolom komentar.

Dikonfirmasi TribunAmbon.com, Johni yang juga kapten kapal membenarkan ada tarif yang dikenakan, yakni Rp 1.500 ribu per trip (Di Luar Biaya Sewa Drone).

Dijelaskan tarif itu hanya sekedar untuk ongkos BBM, tak bernilai keuntungan yang memperkaya.

Hitungannya, nominal tersebut jauh sangat murah dibanding tarif ideal yang mencapai puluhan juta.

Hanya karena berniat bagi kebahagian sekaligus untuk mendorong wisata di Teluk Ambon, harga sewa itu senilai kurang dari dua juta.

"Super super diskon," cetus Jhoni.

Impor sementara membatasi yacht difungsikan untuk tujuan komersial.

Bea Cukai Ambon Selidiki Aktivitas Wisata Yacht di Teluk Ambon 

Kepala Kantor Bea Cukai Ambon M. Farid Irfan Mahfudz mengaku baru mengetahui informasi wisata yacht di Teluk Ambon dikomersialkan nyaris empat bulan jika dihitung sejak 1 November 2025 promo jasa wisata yacht diunggah akun Tiktok @Blandysilooy__.

Menurutnya, perahu layar mewah dengan nama Akkur berstatus impor sementara dan terakhir melapor ke Bea Cukai 26 Januari 2026.

Belum ada perubahan status kapal untuk tujuan komersial, sehingga jika disewakan untuk mendapatkan keuntungan, itu adalah ilegal.

Farid pun memastikan akan menelusuri aktivitas Akkur.

"Kita akan telusuri," ujarnya.

Bantah Kongkalikong dengan Kapten Kapal

Kepala Kantor Bea Cukai Ambon M. Farid Irfan Mahfudz dalam kesempatan itu juga membantah keterlibatan bea cukai dalam aktivitas ilegal yacht di Teluk Ambon.

Penegasan itu menyusul pengakuan Johanis Stevanus Dahoklory bahwa telah berkoordinasi dengan bea cukai dengan tujuan aktivitas komersial tetap berjalan. 

Meski begitu, tak menutup kemungkinan pihaknya juga akan menelusuri dugaan keterlibatan oknum pegawai Bea Cukai seperti pengakuan Johni.

Selanjutnya, pengawasan akan diperketat untuk memastikan tak ada pelanggaran serupa terjadi di kemudian hari.

"Saya membantah itu, kalau nanti ada anggota seperti itu yah saya tegas," tandasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.