TRIBUNNEWS.COM - AC Milan bukan lawan sepadan Inter Milan dalam perebutan Scudetto 2025/2026. Hanya saja, mantan pemain AC Milan, Massimo Ambrosini, tidak menutup penuh sepenuhnya peluang juara!
Akhir pekan ini Inter Milan berpeluang memperlebar keunggulan poin menjadi 8 atas AC Milan dalam persaingan gelar juara Serie A.
Inter Milan sebagai pemuncak klasemen dengan koleksi 55 poin, akan melakoni laga tandang melawan Sassuolo di Mapei Stadium, Senin (9/2) dini hari WIB.
Lain cerita dengan AC Milan. Rossoneri tidak akan melakoni laga giornata 24 akhir pekan ini.
Hal itu dikarenakan Stadium San Siro, markas AC Milan digunakan sebagai opening Olimpiade Musim Dingin 2026. Sehingga, AC Milan yang seharusnya menjamu Como pada 8 Februari, dipindahkan ke 18 atau 19 Februari mendatang.
Ini menjadi kesempatan Inter Milan untuk memperlebar keunggulan.
Di sisi lain, Napoli dan Juventus juga akan melakoni pertandingan cukup berat pada matchday 24.
Juventus lakoni laga kandang menjamu Lazio. Sementara Genoa sebagai tuan rumah akan menguji Napoli. Jika Juventus dan Napoli terjegal pada giornata 24, Inter Milan semakin terdepan dalam pacuan Scudetto musim ini.
Mantan pemain AC Milan, Massimo Ambrosini, menilai perbedaan mentalitas menjadi faktor penting dalam persaingan gelar musim ini.
Menurutnya, Milan AC tidak memiliki urgensi yang sama besarnya dengan Inter dalam upaya meraih kemenangan demi kemenangan.
Ia juga menyoroti bagaimana Inter berada dalam posisi yang jauh lebih menentukan.
Baca juga: Strategi Diam-diam AC Milan: Pemain Pinjaman Bisa Bikin Rossoneri Kaya Raya
Jika Nerazzurri mampu meraih kemenangan pada Derby della Madonnina nanti, peluang mereka untuk mengamankan Scudetto akan semakin terbuka lebar.
Ambrosini menilai situasi itu membuat posisi Rossoneri berada di bawah tekanan tersendiri.
Kemenangan Inter bisa menjadi penanda akhir persaingan, sementara kemenangan Milan hanya akan memperketat jarak tanpa memberi jaminan mutlak.
“Saya pikir Milan tidak memiliki urgensi untuk memenangkan kompetisi, seperti yang dimiliki Inter. Ini bisa menjadi keuntungan. Tentu saja, itu tergantung pada berapa banyak poin yang Anda dapatkan," buka pria berusia 48 tahun, dikutip dari laman SempreMilan.
"Tetapi tidak diragukan lagi bahwa jika mereka sampai dengan poin yang kurang lebih sama (pada derby), kemenangan Inter jelas akan menandai akhir, kemenangan Milan pasti akan membawa tim lain lebih dekat, jika Anda melihatnya dari sudut pandang ini," ujarnya menambahkan.
Meski terdengar pesimis, Ambrosini tidak sepenuhnya menutup peluang AC Milan.
Ia justru melihat ada sisi positif dari kondisi di mana Rossoneri tidak dibebani keharusan mutlak untuk menang di setiap laga.
Menurutnya, bermain tanpa urgensi berlebihan bisa membuat pemain tampil lebih lepas. Kondisi mental yang lebih ringan berpotensi membantu Milan menunjukkan performa terbaik mereka di sisa musim.
“Namun menurut saya, ini adalah kesempatan yang sensasional."
"Saya ulangi, bagi Milan, sikap tidak terburu-buru untuk menang ini membuat Anda memasuki lapangan dengan lebih ringan, bahkan jika Anda memiliki target minimal, yang sekarang tujuh poin, Anda akan merasa lebih ringan dan tenang," terangnya mengakhiri.




















(Tribunnews.com/Giri)