Eka Dwiyanti Tak Henti Doa Sepertiga Malam untuk Ahmad Habibie dan Timnas Futsal Indonesia 
Joseph Wesly February 06, 2026 04:50 PM

 

Laporan jurnalis TribunBekasi.com, Rendy Rutama Putra

TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI SELATAN- Timnas Futsal Indonesia berhasil mencatatkan sejarah untuk pertama kali dapat melaju ke babak final AFC di tahun 2026.

Menyambut hal itu, kemeriahan atau sorai merayakan menggema di Indonesia Arena, Kecamatan Tanah Abang, Jakara Pusat, terlebih pasca menindas Timnas Jepang di babak semi final dengan skor 5 - 3 pada Kamis (5/2/2026) malam.

Pencapaian menuju final itu juga didasari satu faktornya oleh performa ciamik sang kiper, Ahmad Habibie.

Terlepas dari rutin berlatih, di balik setiap aksi sang kiper, rupanya ada doa yang tak pernah putus dipanjatkan dari rumah, khususnya oleh sang istri tercinta, Eka Dwiyanti.

Eka bukanlah sosok yang sering tampil di layar kamera atau berdiri di pinggir lapangan. 

Namun perannya menjadi sebagian fondasi emosional bagi Habibie dalam menapaki perjalanan bersejarah Timnas Futsal Indonesia hingga ke babak final.

“Sebagai keluarga tentu kami senang banget, bersyukur, dan tidak menyangka bisa sampai di titik ini,” kata Eka saat ditemui Tribun Bekasi di kediaman, RT 01 RW 18 Kelurahan Jakasetia, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jumat (6/2/2026).

Rasa bangga dan haru tak bisa Eka sembunyikan. 

Baca juga: Istri Kiper Timnas Futsal Optimis Indonesia Mampu Raih Gelar Juara Perdana AFC di Tahun 2026

Bahkan, air mata menjadi saksi betapa perjuangan sang suami terasa begitu nyata bagi dirinya.

Air mata ketulusan itu juga terpancar dari mata Eka ketika menceritakan perjuangan sang Suami untuk negara kepada jurnalis Tribun Bekasi di lokasi.

“Waktu Indonesia pertama kali lolos semifinal saja itu sudah sejarah. Sekarang bisa sampai final, rasanya kayak mimpi. Apalagi suami juga ikut berkontribusi di dalamnya,” jelasnya dengan suara bergetar.

Awal pertemuan

Perjalanan Eka dan Habibie bukanlah kisah instan.

Sebelumnya, mereka telah saling mengenal sejak duduk di bangku SMP. 

Hanya saja saat itu, futsal belum menjadi jalan hidup Habibie seperti sekarang.

“Dulu dia itu belum kelihatan banget main futsal. Baru mulai serius itu waktu SMK, ikut latihan, turnamen kecil-kecilan,” ujarnya.

Eka mengaku tak pernah membayangkan kalau pria yang dikenalnya sebagai anak perumahan sederhana itu kini berdiri sebagai benteng terakhir Timnas Futsal Indonesia.

Bahkan Habibie dan rekan satu tim nya dapat membawa nama bangsa ke panggung Asia.

Diketahui, Habibie dan Eka resmi menikah pada 2021. 

Dari pernikahan tersebut, keduanya telah dikaruniai satu anak laki-laki bernama Ahmad Qais Alshaki, yang kini berusia 11 bulan.

Di tengah padatnya jadwal latihan dan pertandingan, komunikasi menjadi jembatan utama menjaga keharmonisan keluarga.

“Biasanya sela-sela habis latihan atau sebelum tidur, dia selalu nyempetin video call. Nelpon anaknya, nelpon aku,” imbuhnya.

Sebagai istri atlet, Eka memastikan lebih memilih berperan sebagai penjaga ketenangan. 

Ia mengaku tidak menuntut target tinggi dan membebani dengan ekspektasi berlebihan.

“Yang paling sering aku ingetin itu kesehatan. Jangan sampai cedera. Buat aku, sehat itu yang utama,” titip pesan kepada Habibie.

Minta doain sebelum berlaga

Eka menegaskan tak ada ritual atau aktivitas khusus yang dilakukan Habibie jelang pertandingan. 

Namun terdapat satu hal yang selalu Habibie minta, yakni doa.

Doa-doa itu pun dipanjatkan dengan penuh harap dan ketulusan. 

Mulai dari keselamatan, kesehatan, hingga kelancaran setiap langkah sang suami di lapangan.

Menjelang laga final melawan Iran pada Sabtu (7/2/2026) sekira pukul 19.00 WIB, Eka menyadari tantangan besar yang dihadapi Timnas Futsal Indonesia. 

Namun ia memilih untuk menyerahkan segalanya kepada Tuhan.

“Kalau memang Allah ridho, tidam ada yang tidak mungkin. Kami cuma bisa doa dan support,” ucapnya dengan penuh keyakinan.

Bagi Eka, kemenangan sejati bukan semata soal skor di papan pertandingan, melainkan perjuangan, doa, dan keikhlasan yang mengiringi setiap langkah Ahmad Habibie dalam membela Merah Putih.

"Intinya saya mendoakan, dan percaya bahwa setiap usaha yang dilandasi doa tak akan pernah sia-sia," tutupnya. (M37)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.