Training Referee ORADO Kalsel Rampung, Permainan Domino Dimulai dari Balak Kosong
Irfani Rahman February 06, 2026 04:52 PM

BANJARMASINPOST CO.ID, BANJARMASIN - Training Referee Olahraga Domino Indonesia (ORADO) Kalimantan Selatan resmi berakhir.

Pelatihan yang digelar di Aula Lantai 4 Gedung Batas Kota, Banjarmasin, Jumat (6/2/2026).

Berbeda dengan domino yang umum dimainkan menggunakan kartu, pada cabang olahraga ORADO permainan menggunakan batu domino dengan regulasi yang ketat. 

Seluruh peserta pelatihan dibekali pemahaman teknis perwasitan, mulai dari alur permainan sampai sistem penilaian.

Dari pantauan Banjarmasinpost, dalam aturan resmi domino ORADO, pemain pertama ditentukan berdasarkan balak. 

Baca juga: Soal Temuan Paku Bumi di Sungai Jafri Zam Zam Banjarmasin saat Pengerukan, Wali Kota Buka Suara  

Baca juga: Lowongan Kerja Terbaru Rumah Sakit Islam Banjarmasin, Terbuka Bagi Lulusan D3, Cek Posisi Dibutuhkan

Balak sendiri adalah batu domino yang memiliki angka sama. Pada ronde pertama, permainan dimulai oleh pemain yang memegang Balak 0, kemudian berlanjut pada ronde kedua oleh pemegang Balak 1, ronde ketiga Balak 2, dan seterusnya sampai Balak 6. 

Jika sudah sampai Balak 6 namun permainan belum berakhir, maka urutan kembali lagi ke Balak 0. Sebagai contoh, batu dengan angka 5 di kedua sisinya disebut Balak 5.

Selain urutan permainan, peserta juga dibekali cara menghitung poin. Poin ditentukan dari jumlah titik batu yang tersisa di tangan tim lawan. 

Jika menang secara normal, poin yang diperoleh adalah total titik batu lawan yang belum habis.

Sementara itu, jika permainan berakhir seri atau macet, tim dengan total titik paling kecil dinyatakan sebagai pemenang. Apabila hasilnya imbang, poin tetap dihitung. Namun jika kalah, poin dapat dihitung dua kali lipat untuk tim lawan.Terdapat pula bonus khusus dalam perhitungan poin. 

Jika batu terakhir yang dimainkan cocok di kedua ujung permainan, poin akan menjadi dua kali lipat. Sedangkan jika permainan ditutup dengan balak sempurna, tim berhak mendapatkan bonus tambahan 50 poin. Biasanya sebutan orang Kalsel itu "Maratus" domino.

Target utama dalam satu set pertandingan adalah mengumpulkan 101 poin.

Pelatihan tersebut juga ditegaskan sejumlah pelanggaran yang harus dihindari. Mengaku pass padahal masih memiliki batu yang bisa dimainkan dapat membuat tim lawan langsung mendapatkan poin besar, bahkan berujung kalah satu set.

Pelanggaran lain seperti menurunkan batu yang tidak sesuai dengan angka di ujung permainan akan dikenai sanksi tambahan 11 poin untuk tim lawan, dengan giliran permainan tetap berjalan.

Begitu pula jika pemain bermain di luar giliran atau terlalu lama berpikir, lebih dari 30 detik, yang juga berakibat tambahan 11 poin bagi lawan.

Salah satu peserta, ORADO Hulu Sungai Tengah (HST), Rizky Fadillah, mengaku pelatihan jadi pengalaman berharga, karena di daerahnya belum memiliki wasit domino berlisensi.

“Insya Allah setelah ini saya akan sosialisasikan permainan dan perwasitan domino di daerah saya,” ujarnya.

Dia menilai materi yang diberikan PB ORADO mudah dipahami, meski para peserta berasal dari latar belakang cabang olahraga yang berbeda.

“Kalau di bulu tangkis ada kartu kuning, merah, hitam. Di domino tidak ada kartu, tapi poin langsung ke lawan. Ini unik dan menarik. Aturannya beda, tapi justru membuat pertandingannya lebih strategis,” tambahnya.

Berakhirnya training referee ini, ORADO Kalsel resmi memiliki stok calon wasit berlisensi yang siap mendukung pelaksanaan kompetisi berjenjang.

Dari datanya ada sekitar 25 wasit yang sudah mendapat lisensi setelah melalui training Referee ORADO Kalsel.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Andra Ramadhan) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.