TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Berikut sebaran 462 balita stunting di Kota Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra) per Desember 2025.
Bersumber dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kendari yang dijabarkan dalam pertemuan pemerintah kota (pemkot) di Aula Samaturu Kantor Balai Kota Kendari, Rabu (4/2/2026).
Berdasarkan datanya, bayi di bawah lima tahun yang dinyatakan stunting berjumlah 462 anak dari 26.782 balita yang diukur di Pusat Kesehatan Masyarakat atau Puskesmas.
Sebanyak 462 anak berstatus stunting ini tersebar di 15 puskesmas dari 11 kecamatan se-Kota Kendari.
Ke 11 kecamatan itu yakni Baruga, Wuawua, Kadia, Puuwatu, Kambu, Poasia, Kendari, Kendari Barat, Abeli, Nambo, dan Mandonga.
Balita gagal tumbuh terbanyak ada di Kecamatan Puuwatu dari Puskesmas Puuwatu dengan jumlah 69 anak.
Disusul Kecamatan Kendari Puskesmas Mata sebanyak 64 balita, lalu Kecamatan Kendari Barat Puskesmas Benu-Benua sebanyak 57 anak.
Baca juga: Wilayah Pesisir Tertinggi Angka Stunting Jadi Prioritas Pembangunan 1.000 Rumah Pemprov Sultra 2026
Kemudian Kecamatan Kambu dari Puskesmas Mokoau sebanyak 51 anak, Kecamatan Abeli Puskesmas Abeli 48 anak, Kecamatan Kendari Puskesmas Kandai 37 anak.
Kecamatan Kendari Barat dari Puskesmas Kemaraya sebanyak 30 anak, Kecamatan Kadia Puskesmas Mekar 25 anak, Kecamatan Poasia Puskesmas Poasia 20 anak.
Selanjutnya Kecamatan Baruga Puskesmas Lepo-Lepo 15 anak, Kecamatan Mandonga Puskesmas Labibia 14 anak, Kecamatan Kadia Puskesmas Jati Raya 10 anak.
Kecamatan Wua-Wua Puskesmas Wua-Wua 10 anak, Kecamatan Kadia Puskesmas Perumnas tujuh anak, dan Kecamatan Nambo Puskesmas Nambo lima anak.
Jika dibandingkan dengan November 2025, balita stunting di Ibu Kota Provinsi Sultra ini bertambah sebanyak dua anak.
"November 2025 jumlah balita stunting sebanyak 460 anak, pada Desember 2025 menjadi 462 anak," kata Kepala Dinkes Kendari, Hasria.
Meski demikian, menurutnya jumlah bayi gagal tumbuh di Kota Lulo menurun dari awal tahun 2025 yang jumlahnya mencapai 500 anak.
Baca juga: Pendataan Keluarga di Kendari Sulawesi Tenggara, DP2KB Data Sasaran Stunting hingga Potensi Wilayah
Lalu prevalensi stunting menurut Elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM) sebesar 1,73 persen.
Hingga kini, pemberian Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada kelompok 3B yaitu Balita, Bumil, dan Busui mencapai 1.165 jiwa dari target 4.554 orang. (*)
(TribunnewsSultra.com/Apriliana Suriyanti)