TRIBUNPAPUABARAT.COM, KAIMANA - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kaimana, Papua Barat, menegaskan fokus utama program pariwisata tahun 2026 adalah pendampingan desa wisata.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kaimana, Jafar Werfete, menyebutkan ada enam desa wisata yang menjadi prioritas pendampingan.
“Untuk pariwisata tahun ini, semua fokus pada pendampingan desa wisata, mulai dari Lobo, Marsi, Siawatan, Mai-Mai, Romajaya, hingga Namatota,” ujar Jafar saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (6/2/2026).
Selain pendampingan desa wisata, Jafar menambahkan pihaknya juga akan mendorong pengelolaan dive center yang telah dibangun di Desa Namatota.
Baca juga: Disbudpar Papua Barat Perkenalkan rumahekraf.id, Yakobus Kasongan: Promosi Produk Ekraf
Menurutnya, fasilitas dive center tersebut sudah lengkap dan siap untuk dioperasikan.
“Karena dive center sudah dibangun dan dilengkapi fasilitasnya, maka tahun ini kita akan coba dorong agar segera beroperasi,” jelasnya.
Dive center tersebut berada di Desa Wisata Namatota dan Kampung Marsi. Namun, Jafar menegaskan bahwa pada tahun 2026 pihaknya tidak mengalokasikan anggaran untuk pembangunan infrastruktur pariwisata baru.
Fokus utama tetap pada pendampingan agar pengelolaan desa wisata berjalan optimal.
“Untuk tahun ini, pembangunan belum kita anggarkan. Fokus kita hanya pada pendampingan agar dive center bisa berjalan dan mendatangkan penghasilan bagi daerah,” katanya.
Jafar berharap desa wisata yang belum berkembang dapat segera berjalan dengan baik melalui pendampingan, sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat setempat.