Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama
TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Tahun 2026 ini, target luas tanam padi di Kabupaten Sampang, Madura, dinaikkan signifikan sebagai bagian dari dukungan terhadap program swasembada pangan nasional.
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta KP) Kabupaten Sampang menargetkan, luas tanam padi mencapai 54 ribu hektare.
Target tersebut jauh melampaui luas lahan sawah baku yang saat ini tercatat sekitar 31 ribu hektare.
Kepala Disperta KP Sampang, Suyono, menyebut, tingginya target tersebut didasarkan pada pola tanam petani yang rata-rata mencapai dua kali dalam setahun.
Musim tanam pertama menjadi andalan karena kondisi ketersediaan air dinilai paling ideal.
"Pada musim tanam pertama, petani bisa lebih optimal karena suplai air masih mencukupi," ujarnya, Jumat (6/2/2026).
Menurutnya, selisih antara target luas tanam dan luas sawah eksisting akan ditutup melalui pemanfaatan lahan tegal milik petani.
Lahan yang selama ini non sawah mulai diarahkan untuk ditanami padi guna mengejar target produksi.
"Pengembangan padi tidak hanya di sawah, tetapi juga di lahan tegal. Ini menjadi salah satu strategi untuk menjaga produktivitas," terangnya.
Baca juga: Petani Sampang Waswas, Cuaca Ekstrem Sebabkan Padi Menguning sebelum Panen
Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas produksi pangan daerah di tengah tantangan iklim dan kebutuhan pangan yang terus meningkat.
Upaya peningkatan indeks pertanaman juga diperkuat melalui pendampingan lintas sektor.
"Pendampingan dari TNI serta dukungan program kementerian sangat membantu meningkatkan indeks pertanaman petani," tuturnya.
"Dengan strategi ini, kami optimistis target luas tanam padi tahun ini dapat tercapai sekaligus menopang ketahanan pangan daerah," imbuhnya.