SURYA.CO.ID - Gelagat Abdullah Syauqi Jamaludin (22) sebelum meracuni ibunya, Siti Solihah (52), beserta dua saudaranya, Afiah Al Adilah Jamaludin (27) dan Adnan Al Jabrar Jamaludin (13), terekam kamera pengawas alias CCTV.
Dipantau SURYA.CO.ID dari rekaman CCTV yang beredar, Syauqi yang mengenakan jas hujan terlihat mengendarai sepeda motor sembari membawa panci, Rabu (31/12/2025) pagi.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Onkoseno Grandiarso Sukahar mengatakan, gelagat Syauqi terlihat jelas melalui sejumlah CCTV di sekitar lokasi kejadian, yang tak lain merupakan rumah kontrakannya di Jalan Warakas 8, RT 06 RW 10 Kelurahan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
"Rangkaian aktivitas pelaku terekam, mulai dari keluar rumah membawa panci hingga kembali pulang dan menyiapkan racun untuk para korban," kata Onkoseno dalam konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Utara, Jumat (6/2/2026), dikutip SURYA.CO.ID dari TribunJakarta.
Setelah keluar rumah pada pagi hari itu, tersangka sempat membeli racun tikus dan kapur barus.
Ia kemudian pergi bermain sekaligus merayakan malam pergantian tahun baru bersama rekan-rekannya.
Bahkan, tersangka sempat menginap di tempat kerjanya di kawasan Tanjung Priok setelah minum minuman keras bersama teman-temannya.
Keesokan harinya, Kamis (1/1/2026) sekira pukul 10.21 WIB, Syauqi kembali ke rumah diantar oleh rekannya sambil membawa sisa kembang api.
Baca juga: Sidang Kasus Pembunuhan Perempuan Terpendam dalam Lumpur di Tuban, Vonis Ditunda Lagi
Berdasarkan hasil penyidikan, setelah tiba di rumah itu tersangka mulai menjalankan rencananya meracik racun yang kemudian dimasukkan ke dalam panci untuk dijadikan minuman teh.
Pada malam hari sekitar pukul 22.00 WIB, saat ibu dan saudara-saudaranya tertidur, tersangka merebus teh di dalam panci sambil menggunakan beberapa lapis masker.
Ia juga memasukkan kapur barus hingga ruangan dipenuhi asap sebelum keluar rumah dan menutup pintu.
Selanjutnya Jumat (2/1/2026) dini hari, tersangka memastikan para korban dalam kondisi lemas.
Ia kemudian menyuapi satu per satu minuman teh yang telah dicampur racun tikus hingga menyebabkan tiga korban meninggal dunia.
Tiga korban tewas yakni ibu mereka Siti Solihah (52), kakak perempuan Afiah Al Adilah Jamaludin (27), dan adik bungsu Adnan Al Jabrar Jamaludin (13).
Usai melakukan aksinya, tersangka juga sempat membakar kembang api dan mengarahkannya ke tubuhnya sendiri agar terlihat seperti korban.
Ia kemudian ditemukan dalam kondisi lemas di depan kamar mandi sebelum akhirnya dibawa ke rumah sakit.
Kasus ini bermula dari penemuan tiga jenazah di sebuah rumah kontrakan, Jumat (2/1/2026) pagi
Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Erick Frendriz menjelaskan, awalnya menduga ketiganya meninggal karena keracunan makanan.
Namun setelah serangkaian penyelidikan, autopsi, pemeriksaan laboratorium forensik, hingga analisis toksikologi oleh Puslabfor Bareskrim Polri, polisi memastikan kematian para korban merupakan pembunuhan berencana.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Onkoseno Grandiarso Sukahar, mengatakan bahwa dari hasil penyidikan, tersangka diketahui memiliki motif dendam terhadap keluarga.
"Motif dari pelaku adalah dendam kepada keluarganya karena merasa diperlakukan berbeda dan sering dimarahi oleh ibunya," kata Onkoseno dalam konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Utara, Jumat (6/2/2026).
Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik mengantongi sejumlah alat bukti ilmiah, mulai dari hasil laboratorium forensik, keterangan dokter, bukti toksikologi, hingga analisis barang bukti lainnya.
===
Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam Whatsapp Channel Harian Surya. Melalui Channel Whatsapp ini, Harian Surya akan mengirimkan rekomendasi bacaan menarik Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Persebaya dari seluruh daerah di Jawa Timur.
Klik di sini untuk untuk bergabung