Balikpapan dan Bontang Masuk Kandidat Penerima Adipura, Menteri LH: Kami Cek Ulang Secara Objektif
Rita Noor Shobah February 06, 2026 11:07 PM

‎TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Dua kota di Kalimantan Timur, yakni Kota Balikpapan dan Bontang masuk dalam kandidat penerima Adipura.

Hal ini cukup membanggakan, karena se-Indonesia, hanya 4 kota yang memiliki peluang menerima penghargaan itu.

Adipura adalah penghargaan nasional bagi kota yang dinilai berhasil menjaga kebersihan dan kualitas  lingkungan. 

Baca juga: Bank Sampah Kunci Adipura Kencana, DLH Balikpapan Targetkan Minimal 6 Unit Setiap Kelurahan

Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Hanif Faisol Nurofiq, melakukan kunjungan kerja ke Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, Jumat (6/2/2026).

Kegiatan ini dalam rangka pemantauan langsung pengelolaan lingkungan hidup, mulai dari pasar hingga aliran sungai

‎Kota ‎Balikpapan menjadi salah satu kota yang masuk kandidat penerima Adipura, namun Hanif menegaskan penilaian tersebut masih dalam tahap verifikasi lapangan.

Dari hasil evaluasi sementara Kementerian Lingkungan Hidup terhadap 471 kabupaten/kota di Indonesia (di luar Papua), hanya empat daerah yang berpotensi meraih nilai di atas 75.

Baca juga: Pengelolaan Sampah di Berau Akan Dievaluasi, Menteri Lingkungan Hidup Larang Gunakan Insinerator

‎Dari hasil penilaian sementara, ada empat yang berpotensi, yakni:

  • Kota Surabaya, Jawa Timur
  • Kota Balikpapan, Kalimantan Timur
  • Kota Bontang, Kalimantan Timur
  • dan Kabupaten Ciamis, Jawa Barat

"Tapi semuanya masih harus kami cek ulang secara objektif,” ujar Hanif.

‎‎Ia mengungkapkan, secara visual Balikpapan menunjukkan sejumlah capaian, terutama di jalan-jalan utama.

BALIKPAPAN KUMUH SAMPAH - Kondisi kumuh karena cemaran sampah di pinggir jalan provinsi, Jalan Soekarno Hatta Km 7, Kelurahan Graha Indah, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, Kamis (15/1/2026) siang. Padahal di dekatnya terdapat bak sampah, tetapi cemaran sampah melebar ke berbagai penjuru, termasuk ke ruang terbuka hijau. Pemandangan jadi terlihat semrawut cemaran sampah. (TRIBUNKALTIM.CO/BUDI SUSILO)  
BALIKPAPAN KUMUH SAMPAH - Kondisi kumuh karena cemaran sampah di pinggir jalan provinsi, Jalan Soekarno Hatta Km 7, Kelurahan Graha Indah, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, Kamis (15/1/2026) siang. Padahal di dekatnya terdapat bak sampah, tetapi cemaran sampah melebar ke berbagai penjuru, termasuk ke ruang terbuka hijau. Pemandangan jadi terlihat semrawut cemaran sampah. (TRIBUNKALTIM.CO/BUDI SUSILO)  

Namun, kondisi berbeda masih ditemukan di kawasan permukiman dan daerah aliran sungai.

‎‎“Jalan-jalan besar relatif bagus, tapi di pemukiman masih banyak yang harus diperbaiki. Sungai-sungainya juga belum ramah lingkungan,” katanya.

‎‎Hanif bahkan sengaja meninjau lapangan tanpa pengawalan pemerintah kota, agar bisa berdiskusi langsung dengan masyarakat dan melihat kondisi riil pengelolaan sampah di lapangan.

Menurutnya, temuan lapangan ini berpotensi mengoreksi nilai awal yang telah diberikan oleh tim penilai sebelumnya.

Baca juga: 3 Kota di Kaltim Bakal Dibangun Pembangkit Listrik dari Sampah, Kukar Terbentur Kendala Geografis

‎‎Lebih jauh, Hanif menegaskan Indonesia saat ini berada dalam kondisi darurat sampah.

Dari ratusan kabupaten/kota yang dinilai, hampir 400 daerah masih masuk kategori kota kotor, sementara kota bersertifikat hanya 29 daerah.

‎‎“Ini menjadi perhatian serius Bapak Presiden Prabowo Subianto, sehingga digerakkan Gerakan Nasional Indonesia Asri. Kami di KLH mendukung penuh melalui pengawasan dan evaluasi langsung seperti ini,” tegasnya.

20260206_Sampah Daur Ulang di Balikpapan Kaltim
OLAH DAUR ULANG - Kegiatan pilah sampah plastik dari botol bekas minuman bermerk. Aktivitas ini ada di Jalan Belambangan, Kelurahan Graha Indah, Kecamatan Balikpapan Utara, Kalimantan Timur, Jumat (6/2/2026) pagi. Tutup botol plastik dikumpulkan jadi satu untuk dikelola lagi, didaur ulang menjadi barang berguna di Kota Surabaya. (TRIBUNKALTIM.CO/BUDI SUSILO) 

Balikpapan Perkuat Bank Sampah

Melalui program pengurangan volume sampah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan kini fokus memperkuat peran bank sampah di seluruh kelurahan sebagai strategi utama menjaga kebersihan kota sekaligus mengatasi ancaman krisis sampah.

Kepala DLH Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, menegaskan bank sampah adalah garda terdepan pengelolaan lingkungan kota. Menurutnya, program ini sudah mencapai 30 persen.

“Setiap kelurahan diwajibkan membentuk minimal enam bank sampah, namun diperbolehkan lebih. Ada yang bahkan bisa membentuk hingga 10 sampai 15 bank sampah. Kalau dikalkulasi dengan 34 kelurahan, berarti ada lebih dari 200 bank sampah yang bisa beroperasi,” jelas Sudirman, Kamis (18/9).

Bank sampah terbukti mampu menekan timbulan sampah secara nyata. 

Baca juga: Balikpapan Targetkan Pengurangan Sampah 50 Persen Demi Adipura Kencana

“Satu bank sampah saja bisa mengurangi 100 sampai 200 kilogram sampah per hari. Kalau dikalikan ratusan, angka pengurangannya luar biasa besar,” ujarnya.

DLH menargetkan pada Desember 2025 mendatang, setidaknya 50 persen sampah di Balikpapan berhasil dikurangi.

Namun, Sudirman mengakui keberhasilan itu tak mungkin terwujud tanpa keterlibatan seluruh pihak.

“Lurah, RT, dan masyarakat harus bergerak bersama membiasakan membuang sampah ke bank sampah. Target ini bisa tercapai atau tidak sangat tergantung pada kolaborasi bersama. Tapi saya optimis kita bisa wujudkan pengurangan sampah 50 persen,” tegasnya.

Meski penuh keyakinan, Sudirman tidak menutup mata terhadap ancaman krisis di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Manggar.

Baca juga: Penilaian Adipura 2025, Balikpapan Andalkan Bank Sampah dan Kesadaran Warga

Saat ini, TPA Manggar hampir kolaps lantaran volume sampah yang masuk sudah mendekati 400 ton per hari.

“Dari tujuh zona pembuangan yang ada, lima sudah ditutup karena penuh, dua lainnya pun kian sesak. Hanya tersisa satu zona yang segera difungsikan. Kalau begini terus, TPA diperkirakan hanya bisa bertahan tiga tahun lagi,” ujar Kepala UPT TPA Manggar, Mochammad Hariyanto.

Pihaknya kini berjibaku mencari solusi agar TPA tidak cepat kehabisan daya tampung.

“Kami terus berupaya mensiasati penumpukan sampah di tengah krisis ini. Pemerintah Kota Balikpapan juga sedang menyiapkan skema KPBU (Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha) untuk mencari jalan keluar,” jelasnya.

Dia meyakini dengan kondisi TPA yang kian sesak, penguatan bank sampah bukan sekadar program pendukung, tetapi menjadi salah satu kunci utama untuk menjaga kelestarian lingkungan kota sekaligus mempertahankan predikat Adipura Kencana. (TribunKaltim/ Dwi Ardianto/ Zainul)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.