Jakarta (ANTARA) - Warga Kelurahan Jati, Jakarta Timur, meminta kelengkapan rambu lalu lintas hingga perbaikan jalan pada Forum Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027.

"Berbagai usulan yang muncul dalam Musrenbang, di antaranya usulan kelengkapan rambu lalu lintas, seperti 'polisi tidur' (speed bump), kaca cembung lalu lintas hingga perbaikan jalan," kata Lurah Jati, Evi Erawati di Jakarta, Jumat.

Evi menyebutkan, Musrenbang tersebut menghasilkan 49 usulan warga dari 11 RW di Kelurahan Jati.

Seluruh usulan tersebut merupakan hasil penjaringan aspirasi masyarakat yang sebelumnya telah dibahas melalui musyawarah di tingkat RW.

Menurut dia, persoalan lalu lintas dan kondisi jalan masih menjadi perhatian utama masyarakat di wilayah tersebut. Dari puluhan usulan yang masuk, permintaan terkait kelengkapan fasilitas lalu lintas menjadi yang paling dominan.

Hal ini disebabkan banyaknya ruas jalan lingkungan yang berada di wilayah Kelurahan Jati dan dinilai rawan kecelakaan maupun kemacetan.

"Usulan paling banyak itu dari Dinas Perhubungan, karena kalau di kita wilayahnya terlalu banyak jalan. Jadi Dishub (Dinas Perhubungan) diminta untuk melengkapi rambu-rambu lalu-lintas," katanya.

Evi berharap usulan warga bisa terealisasi ke depannya sehingga pembangunan di wilayahnya dapat berjalan lebih terarah, tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam meningkatkan keselamatan lalu lintas dan kualitas infrastruktur lingkungan.

"Harapannya, usulan warga ini bisa diakomodasi dan direalisasikan secara bertahap, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," katanya.

Adapun prioritas pembangunan Jakarta tahun 2026 difokuskan pada transformasi kota global, penguatan infrastruktur layanan dasar dan fondasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Prioritas ini menjadi acuan bagi pemerintah di tingkat kota dan kabupaten untuk menentukan prioritas kegiatan kewilayahan yang disesuaikan dengan potensi dan karakteristik masing-masing wilayah.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyoroti beberapa isu strategis yang perlu menjadi perhatian. Di Jakarta Pusat, Pramono meminta agar arah kebijakan perlu difokuskan untuk mendorong pertumbuhan jasa keuangan dan bisnis, pengembangan pusat riset kesehatan global serta mendorong produktivitas perdagangan.

Lalu di Jakarta Utara, Pramono mengarahkan agar fokus pada pengembangan destinasi wisata pesisir dan budaya serta meningkatkan kualitas akses maupun konektivitas menuju Kepulauan Seribu.

Kemudian Jakarta Barat, pemerintah kota diminta untuk fokus pada pengembangan ekonomi bisnis pergudangan dan logistik, fasilitas penunjang pendidikan tinggi, serta pemajuan sosial budaya untuk pariwisata.

Sementara di Jakarta Selatan agar difokuskan pada pembangunan yang mencakup peningkatan produktivitas bisnis berinvestasi tinggi, pengembangan pusat retail dan inovasi bisnis, pengembangan ekonomi kreatif serta peningkatan kualitas serapan air dan pengendalian udara.

Kemudian Jakarta Timur, Gubernur mengarahkan agar fokus pada pengembangan bisnis pergudangan dan logistik, peningkatan produktivitas industri 4.0 dan UMKM, peningkatan integrasi dan konektivitas transportasi publik dan optimalisasi ketahanan pangan.

Untuk Kepulauan Seribu difokuskan pada pembangunan untuk pengembangan wisata perairan pesisir dan pengembangan lumbung pangan serta peningkatan ekonomi biru.