Pandji Pragiwaksono Nilai Sikap Wapres Gibran Harusnya Jadi Contoh Merespons Materi Komedi
Adi Suhendi February 06, 2026 11:16 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komika Pandji Pragiwaksono menyatakan terimakasih terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang mendukung soal stand up comedy Mens Rea.

Menurutnya sikap Gibran tersebut mestinya menjadi contoh dalam merespons komedi.

"Makasih Gibran, saya rasa Wakil Presiden Gibran jadi contoh bahwa gimana baiknya menangkap sebuah joke, gimana baiknya memproses sebuah joke," tutur Pandji setelah diperiksa dalam kasus dugaan penistaan agama di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (6/2/2026).

Pandji menuturkan bahwa komedi tidak perlu ditanggapi terlalu serius dan tidak perlu sampai menciptakan permasalahan.

"Saya rasa itu indikasi yang cukup baik (dari Wapres Gibran, red)," ujar dia.

Baca juga: Kuasa Hukum Pandji Pragiwaksono Minta Pemeriksaan Berdasar Bukti Sahih, Bukan Potongan Video Medsos

Pernyataan Wapres Gibran 

Special Show stand up comedy milik Pandji yang berjudul Mens Rea menduduki peringkat pertama yang disiarkan di platform video streaming.

Pandji menyeret beberapa nama termasuk "Gibran Ngantuk."

Menanggapi hal itu, Gibran merasa tidak keberatan dengan roasting-an Pandji.

Baca juga: Polda Metro Gabungkan Lima LP Dugaan Penistaan Agama terhadap Pandji Pragiwaksono

"Banyak yang rame tuh yang ngebahas fisik," ucap Coki Pardede dalam YouTube Tretan Universe pada Minggu (18/1/2026).

"Fisik siapa?" tanya Gibran.

"Salah satunya fisiknya (Gibran)," sahut Coki.

"Oh iya sih hahaha," jawab Gibran sambil tertawa khasnya.

"Ya gak apa-apa buat lucu-lucuan saja, santai. Gak papa (dibilang ngantuk)," tanggapan Gibran.

"Tapi sebenarnya Mas ngantuk gak?" timpal Muslim.

"Ya dari lahir bentuk matanya seperti ini, mau gimana lagi," jawab Gibran lagi.

"Gak masalah berarti di-roasting sama Pandji, gak masalah?" tanya Muslim lagi.

"Gak masalah, di-roasting siapapun gak masalah," terang Gibran.

Dalam kesempatan itu, Gibran berkali-kali menegaskan siapapun boleh mengkritik pemerintah dalam bentuk apapun.

Pandji Dicecar 63 Pertanyaan

Pandji Pragiwaksono menjalani pemeriksaan selama kurang lebih tujuh jam terkait laporan dugaan penistaan agama di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (6/2/2026).

Dalam pemeriksaan tersebut, Pandji menjawab total 63 pertanyaan dari penyidik yang berkaitan dengan materi stand up comedy bertajuk Mens Rea.

Pandji mengatakan proses pemeriksaan berjalan lancar dan dirinya berupaya menjawab seluruh pertanyaan penyidik dengan sebaik mungkin.

“Ya saya tadi menjalani prosesnya, saya coba untuk jawab pertanyaan dari polisi sebaik mungkin. Saya ada pada posisi tidak merasa melakukan penistaan agama. Jadi prosesnya tadi jalan dengan cukup lancar, pertanyaannya terjawab, dan ya kita ikutin prosesnya saja,” ujarnya.

Meski demikian, Pandji menyatakan terbuka untuk menempuh jalur mediasi terkait ucapannya dalam materi Mens Rea yang dinilai telah merugikan sejumlah pihak.

Ia menegaskan, sejak lama dirinya selalu membuka ruang dialog apabila terjadi kesalahpahaman terhadap karya seni yang ia sampaikan.

“Oh saya selalu membuka ruang untuk dialog dan secara historikal juga ada terlalu banyak bukti yang menunjukkan bahwa dalam sebuah kesalahpahaman atau ada ketidaksesuaian penangkapan makna dari karya seni saya, saya selalu bersedia untuk dialog,” kata Pandji.

Pandji pun menegaskan akan mengikuti seluruh proses hukum yang berjalan dan menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara tersebut kepada pihak kepolisian.

Setelah bertemu Majelis Ulama Indonesia (MUI), pihaknya belum membuat rencana selanjutnya.

Menurutnya hal itu masih dibahas dengan kuasa hukumnya Haris Azhar.

"Belum ada rencana, mungkin nanti diskusi sama Haris juga kira-kira mesti datang ke mana intinya adalah ketika ada kesempatan untuk membuka ruang dialog, untuk menciptakan kejelasan, saya akan ambil," ucapnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.