Keerom Harus Steril dari Teror dan Konflik Bersenjata
Ryan Nong February 06, 2026 11:19 PM

POS-KUPANG.COM, KEEROM - Lambertus Pekikir, eks Panglima TPNPB-OPM Wilayah Keerom/Markas Victoria memastikan daerahnya harus tetap steril dari konflik bersenjata dan berbagai teror gangguan keamanan lainnya.

Sikap tegas Lambert dilakukan untuk menjaga konsistensi deklarasi "Keerom Damai" yang ia cetuskan sejak 2014 silam sebagai fondasi hidup rukun di wilayah tapal batas negara.

Lamber memandang stabilitas keamanan di Kabupaten Keerom, Papua, merupakan buah kerja keras kolektif seluruh elemen masyarakat yang tidak boleh hancur oleh kepentingan sesaat.

Baginya, Keerom harus menjadi rumah yang teduh bagi setiap penduduk asli maupun pendatang yang menggantungkan hidup di atas tanah tersebut.

"Jadi saya ingin mengingatkan bahwa kedamaian adalah harga mati yang memerlukan penjagaan ketat dari segala bentuk provokasi isu negatif yang memecah belah,"ungkap Lambert, Selasa (3/2/2026) ,sebagai respons terhadap dinamika keamanan di Tanah Papua yang kian fluktuatif. 

Lambert memastikan situasi keamanan di Kabupaten Keerom hingga saat ini masih berjalan normal dan berada dalam kondisi yang sangat terkendali.

Ia membantah keras berbagai isu miring mengeklaim adanya perpecahan atau konflik horizontal antarwarga di kabupaten yang berada di bagian timur Provinsi Papua, dan berbatasan langsung dengan Papua Nugini di sebelah timur.

Lambert yang awalnya kepala desa di Kabupaten Keerom menilai ada pihak-pihak sengaja mengembuskan kabar bohong untuk mengganggu tatanan sosial yang sudah harmonis. 

Namun, masyarakat Keerom terbukti memiliki ketahanan mental yang kuat sehingga tidak mudah terhasut oleh narasi yang memicu permusuhan.

“Situasi di Keerom sampai hari ini aman dan terkendali, tidak benar jika ada isu yang mengatakan masyarakat terpecah atau terjadi konflik,”tegas Lambert.

Prinsip hidup berdampingan secara damai antara penduduk asli dan kaum pendatang telah menjadi urat nadi kehidupan di Kabupaten Keerom.

Lambert menekankan bahwa keharmonisan ini tidak boleh goyah hanya karena desas-desus yang tidak memiliki dasar kebenaran yang jelas.

Persatuan lintas etnis dan agama di wilayah perbatasan ini justru menjadi contoh konkret dari kedamaian yang sesungguhnya di Tanah Papua.

Seluruh warga diminta untuk tetap fokus pada pembangunan ekonomi dan tidak terjebak dalam pusaran polemik yang merugikan masa depan daerah.

“Masyarakat Keerom hingga saat ini hidup berdampingan dan tidak terpecah belah hanya karena isu-isu yang tidak jelas adanya,” beber Lambert berdasarkan fakta di lapangan.

a pun mengajak pemerintah daerah, TNI-Polri serta dewan adat untuk mempererat sinergi dalam menjaga kedaulatan warga sipil.

Organisasi kemasyarakatan dan paguyuban diharapkan menjadi jembatan informasi yang akurat bagi para anggotanya agar tidak mudah terprovokasi aksi anarkis.

Penjagaan perdamaian di Keerom bukan hanya tanggung jawab aparat keamanan, melainkan tugas suci setiap orang yang mendiami wilayah ulayat tersebut.

Kerja sama yang solid antara institusi formal dan lembaga adat akan menutup ruang gerak bagi pihak-pihak yang ingin menyisipkan agenda kekerasan.

“Karena kdamaian ini bukan dibangun oleh satu pihak saja, tetapi hasil kerja bersama seluruh masyarakat,” sebut Lambert.

Lebih lanjut Lambert menyampaikan peringatan terbuka kepada kelompok-kelompok bersenjata (KKB) yang masih aktif menunjukkan eksistensinya.

Ia meminta dengan keras agar barisan TPNPB-OPM tidak menyeret masyarakat sipil ke dalam konflik atau aksi kekerasan di wilayah hukum Keerom.

Warga yang tidak bersalah harus dilindungi keselamatannya dan tidak boleh menjadi korban dari ambisi politik atau unjuk kekuatan kelompok tertentu.

 
Penggunaan teror dan senjata hanya akan menambah luka berkepanjangan bagi rakyat Papua yang selama ini merindukan kesejahteraan tanpa rasa takut.

“Teruntuk barisan OPM yang sedang menunjukkan eksistensinya, saya minta jangan libatkan masyarakat sipil dan masyarakat yang tidak bersalah,”  seru Lambert. (*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.