Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin Puji Kinerja 12 Mantan Camat
Muh Hasim Arfah February 06, 2026 11:22 PM

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Pemerintah Kota Makassar mutasi besar-besaran pejabat eselon III dan IV lingkup Pemkot Makassar, Jumat (6/2/2026).

Dari total 15 kecamatan, hanya Camat Kepulauan Sangkarrang Andi Asdhar bertahan, sementara 13 camat lainnya mengalami pergeseran jabatan.

Sementara itu, jabatan Camat Wajo kosong.

Wali Kota Makassar Munafri ‘Appi’ Arifuddin (50), telah menyiapkan pelaksana tugas di sana.

Pelantikan di Tribun Lapangan Karebosi, Jl Jend Ahmad Yani, Makassar. 109 pejabat dilantik dalam mutasi perdana tahun ini. Pelantikan dipimpin Appi.

“Rotasi jabatan bukan semata pergantian posisi, melainkan bagian dari pembentukan jenjang karier aparatur sipil negara yang terukur dan berkelanjutan,” ujarnya.

Turut hadir Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham (56), Ketua DPRD Makassar Supratman (46), dan Ketua PKK Makassar Melinda Aksa (46), jajaran pimpinan OPD, hingga lurah.

Dalam formasi camat, hampir seluruh kecamatan mengalami perubahan.

Hanya Camat Kepulauan Sangkarrang Andi Asdhar yang tidak tergeser dari jabatannya.

Baca juga: Mutasi Camat di Makassar Bergerak, Dua Pejabat Diprediksi Aman

Dua camat lainnya masih tetap menjabat sebagai camat, namun berpindah wilayah tugas.

Mereka, Andi Husni yang sebelumnya Camat Ujung Pandang digeser menjadi Camat Tallo.

Sementara Maharuddin yang sebelumnya menjabat Camat Wajo, dipercaya menempati posisi Camat Biringkanaya.

Sebanyak 11 camat lainnya digeser ke perangkat daerah lain.

Sebagian diantaranya mengisi jabatan sekretaris dinas, kepala bidang, hingga kepala bagian.

Appi menegaskan, pelantikan dan pergeseran jabatan merupakan bagian dari penyegaran organisasi pemerintahan.

Menurutnya, rotasi dilakukan untuk memaksimalkan kinerja birokrasi serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Ketua DPD II Partai Golkar Makassar tersebut juga mengapresiasi camat-camat sebelumnya.

Appi menilai, 12 camat yang dimutasi merupakan pejabat yang telah bekerja dengan baik di wilayah masing-masing.

Namun demikian, para camat tersebut perlu ditempatkan di posisi lain guna membuka ruang pengembangan karier yang lebih luas.

“Camat yang digantikan itu camat berhasil. Mereka tidak bisa berada di satu tempat seumur hidup. Ini bagian dari career path agar kapasitas mereka terus berkembang,” katanya.

Ia pun menaruh harapan besar kepada camat-camat yang baru saja dilantik agar mampu melampaui kinerja para pendahulunya.

Appi menegaskan, selama ini camat memiliki peran strategis menjalankan program pemerintah serta menyelesaikan berbagai persoalan sosial di masyarakat.

Penanganan persoalan sosial harus dilakukan secara tegas, namun tetap mengedepankan pendekatan humanis.

“Waktu uji coba hanya enam bulan. Kalau rapornya bagus, silakan lanjut. Kalau kurang bagus, mohon maaf, banyak yang antre di posisi Bapak dan Ibu sekalian,” tegas Munafri.

Posisi Strategis

Selain jajaran camat, pelantikan juga mengisi sejumlah posisi strategis di bidang administrasi, perencanaan, keuangan, dan urusan umum.

Appi menilai, jabatan administrasi memiliki peran krusial dalam menjaga kesinambungan sistem kelembagaan serta memastikan pelaporan berjalan tertib dan tepat waktu.

Ia menekankan pentingnya penerapan manajemen talenta oleh Badan Kepegawaian Daerah dalam proses pengisian jabatan ke depan.

“Manajemen talenta harus diterapkan agar ASN memiliki jenjang karier yang jelas dan sesuai dengan kompetensinya,” ujarnya.

Wali Kota Makassar itu juga mengingatkan kompleksitas persoalan perkotaan menuntut kerja sama lintas sektor yang solid.

Ia meminta seluruh organisasi perangkat daerah menghilangkan ego sektoral dan mengedepankan kolaborasi demi pelayanan publik yang optimal.

“Saya tidak mau lagi ada ego sektoral. Orang besar tidak bercerita tentang individu, tapi tentang ide dan gagasan,” katanya.

Appi mengingatkan seluruh ASN agar terus meningkatkan kapasitas diri dan tidak berhenti belajar.

Ia menegaskan pentingnya menjaga integritas di tengah sistem pengawasan yang semakin ketat.

“Jangan coba bermain-main dengan sistem. Kalau integritas hilang, jangan harap semua bisa berjalan dengan baik,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Munafri memastikan rotasi jabatan akan terus berlanjut sesuai kebutuhan organisasi.

Pada kesempatan tersebut, Appi juga menyampaikan posisi Camat Wajo kini mengalami kekosongan setelah Maharuddin dimutasi menjadi Camat Biringkanaya.

Untuk sementara, Pemerintah Kota Makassar akan menyiapkan pelaksana tugas di Kecamatan Wajo.

“Kita akan siapkan Plt di sana,” kata Munafri.

Sementara itu, Kepala BKPSDMD Makassar Kamelia Thamrin Tantu menyatakan, dari 109 pejabat dilantik, sebanyak 41 orang merupakan pejabat yang mendapatkan promosi.

Selebihnya merupakan pergeseran jabatan atau mutasi. Namun, terdapat pula empat pejabat yang mengalami demosi.

Kamelia menambahkan, masih terdapat sejumlah jabatan belum terisi di lingkup Pemkot Makassar.

Untuk jabatan administrator atau eselon III, kekosongan disebut kurang dari 10 posisi.

Sedangkan jabatan pengawas atau eselon IV masih cukup banyak yang kosong, terutama di tingkat kelurahan.

“Kalau pengawas itu masih banyak, apalagi di kelurahan. Kita masih melakukan pemetaan,” jelasnya.

Ia menambahkan, ke depan pengisian jabatan akan dilakukan berbasis manajemen talenta sesuai arahan Wali Kota Makassar.

Namun, penerapan sistem tersebut masih terkendala kelengkapan data pegawai.

“Data pegawai sebenarnya sudah ada, tapi belum lengkap. Yang terisi kebanyakan data dasar seperti tanggal lahir. Padahal, manajemen talenta membutuhkan data potensi, pelatihan, dan kompetensi,” katanya.

Untuk mengatasi hal tersebut, Pemkot telah menurunkan tim ke seluruh OPD guna membantu pembaruan dan pengisian data kinerja pegawai.

“Uji kompetensi tetap harus. Kalau sudah UKom, potensi pegawai akan terlihat jelas dan memudahkan pimpinan dalam menentukan pilihan,” katanya.

Ia memastikan, seluruh jabatan termasuk eselon II akan masuk dalam sistem manajemen talenta.

Saat ini, Pemkot Makassar masih berada pada tahap perbaikan dan pemutakhiran data pegawai.

“Kemarin kami sudah koordinasi dengan BKN. Tim dari Kanreg juga sudah datang. Minggu depan rencananya pra-ekspos, lalu diekspos di kementerian,” tegasnya.(ami/zis)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.