TRIBUNMANADO.CO.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara, mengeluarkan peringatan dini kewaspadaan cuaca ekstrem.
Cuaca ekstrem diprediksi bakal melanda wilayah Sulawesi Utara pada 6 hingga 7 Februari 2026.
Kepala Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi, Dhira Utama, menjelaskan bahwa berdasarkan analisis dinamika atmosfer, terdapat beberapa fenomena yang memicu peningkatan curah hujan secara signifikan.
Salah satu faktor utama adalah terdeteksinya Badai Tropis “PENHA” di utara Pulau Mindanao, Filipina.
"Badai Tropis Penha diprediksi bergerak ke arah barat-barat laut. Hal ini membentuk pola konvergensi yang memberikan dampak tidak langsung berupa peningkatan curah hujan dan angin kencang di wilayah Sulawesi Utara," ujar Dhira dalam keterangan resminya, Jumat (6/2/2026).
Selain pengaruh badai, aktivitas spasial Equatorial Rossby juga terpantau berkontribusi dalam pembentukan awan hujan di wilayah tersebut.
Kombinasi fenomena ini diprediksi memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, serta angin kencang.
BMKG memetakan beberapa wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan terkait ini di antaranya:
Masyarakat dan pemerintah setempat diminta bersiap menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, seperti genangan air, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.
Imbauan khusus ditujukan bagi warga yang tinggal di daerah bertopografi curam, pegunungan, atau tebing yang rawan longsor.
Mengingat kondisi cuaca yang dinamis, BMKG meminta masyarakat untuk terus memantau informasi terkini.
Pemerintah daerah juga diharapkan memperkuat koordinasi antarinstansi untuk langkah antisipasi cepat.
Informasi cuaca detail hingga tingkat kelurahan dapat diakses secara real-time melalui kanal resmi BMKG:
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini