Panen 1,5 Ton Jagung di Lahan Eks Tambang Timah
suhendri February 06, 2026 11:50 PM

BADAU, BABEL NEWS - Lahan eks tambang milik PT Timah Tbk di Desa Badau, Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung, kembali menunjukkan potensi produktif.

Perusahaan pelat merah tersebut bersama Kelompok Tani Aik Jelutung berhasil memanen jagung manis yang ditanam di atas lahan seluas 1.040 meter persegi.

Total 1,5 ton jagung dipanen bersama Camat Badau, kelompok tani, dan rombongan IPB pada Rabu (4/2/2026). 

Department Head HSE PT Timah Tbk Area Belitung, Sudi Aryanto, mengatakan, pemanfaatan lahan bekas tambang difokuskan pada tanaman bernilai ekonomis yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar.

“Di lahan ini memang kami tanami tanaman yang punya nilai ekonomis dengan menggandeng Kelompok Tani Aik Jelutung. Tahap awal kami tanami nanas karena menjadi ikon Desa Badau,” ujar Sudi.

Ia menjelaskan, hasil panen nanas sebelumnya tidak hanya dijual mentah, tetapi juga diolah oleh kelompok ibu-ibu setempat menjadi berbagai produk makanan olahan berbahan dasar nanas.

Memasuki tahap kedua, lahan yang sama kemudian ditanami jagung manis seluas sekitar 1.040 meter persegi dengan total 5.200 bibit.

Dari penanaman tersebut, hasil panen mencapai sekitar 1,5 ton jagung.

“Program ini merupakan bentuk dukungan PT Timah terhadap ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Jagung ini bukan hanya untuk kebutuhan pangan, tetapi juga bernilai ekonomis sehingga bisa meningkatkan pendapatan masyarakat,” tutur Sudi. 

PT Timah berharap, program pemanfaatan lahan eks tambang ini dapat terus berkembang dan menjangkau masyarakat yang lebih luas di masa mendatang.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Aik Jelutung Desa Badau, Suhari, mengatakan, jagung tersebut mulai ditanam pada November 2025 dengan jumlah 5.200 bibit.

Hasil panennya diperkirakan sekitar 1,5 ton. 

“Sebenarnya bisa lebih, tetapi ada sebagian tanaman yang rusak akibat angin puting beliung,” kata Suhari.

Ia mengakui, tantangan utama bercocok tanam di lahan eks tambang timah adalah kondisi tanah yang minim unsur hara.

Akibatnya, penggunaan pupuk harus lebih banyak karena tanah bekas tambang sudah sangat miskin unsur hara. 

“Persiapan lahan kemarin sekitar tiga minggu sebelum tanam, mulai dari pembajakan sampai pemupukan,” ucap Suhari.

Menurutnya, pengalaman menanam nanas sebelumnya menjadi bekal penting bagi pihaknya dalam mengolah lahan tersebut.

Ke depan, setelah panen jagung, Kelompok Tani Aik Jelutung berencana menanam cabai dengan pendampingan PT Timah Tbk yang akan bekerja sama dengan IPB.

“Mudah-mudahan kerja sama dengan PT Timah ini terus berjalan sehingga kelompok tani kami bisa menikmati hasilnya untuk menunjang perekonomian,” kata Suhari.

Camat Badau Azhari mengapresiasi upaya dari PT Timah Tbk dalam mengelola lahan eks tambang dengan melibatkan kelompok masyarakat.

Ia berharap program ini terus berkelanjutan untuk mengedukasi dan mengubah pola pikir (mindset) masyarakat agar tidak terus bergantung pada sektor tambang.

Apalagi ke depan, lahan tersebut akan kembali ditanami cabai dengan area yang lebih luas. 

"Langkah ini tentunya akan berdampak dalam menekan inflasi di wilayah Kabupaten Belitung," kata Azhari. (dol)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.