Sambut Ramadan-Lebaran, Dispaper Pangkalpinang Bakal Gelar Gerakan Pangan Murah
suhendri February 06, 2026 11:50 PM

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Selain Dinas Koperasi, Perdagangan, dan UMKM (Diskopdag dan UMKM) Kota Pangkalpinang, Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaper) setempat juga akan menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah (GPM) menjelang Ramadan 1447 Hijriah.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dispaper Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, Yiyi Zilaida Dwitri, mengatakan, GPM akan dilaksanakan pada 11 Februari 2026 di halaman kantor Kecamatan Gabek.

"Gerakan Pangan Murah ini kami laksanakan dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan serta menyambut bulan suci Ramadan," kata Yiyi kepada Bangka Pos, Rabu (4/2/2026).

Tak hanya menjelang Ramadan, Dispaper Kota Pangkalpinang juga akan menggelar GPM pada awal bulan puasa dan satu kali lagi menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.

Langkah tersebut untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau di tengah meningkatnya permintaan.

Dalam pelaksanaannya nanti, GPM akan menyediakan berbagai bahan pangan mulai dari beras stabilisasi pangan dan harga pasar (SPHP), bumbu dapur, hingga produk-produk hasil kelompok wanita tani (KWT). Seluruh komoditas tersebut nantinya dijual dengan harga di bawah harga pasar.

Perhatian serius

Menurut Yiyi, geliat aktivitas pasar di Pangkalpinang mulai terasa menjelang datangnya bulan suci Ramadan ini.

Permintaan bahan pangan perlahan meningkat seiring pelaksanaan tradisi keagamaan dan persiapan masyarakat menyambut ibadah puasa. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah agar tidak terjadi lonjakan harga yang membebani masyarakat. 

"Kegiatan (tradisi) adat dan keagamaan seperti ruahan dan perang ketupat biasanya berdampak pada meningkatnya konsumsi telur, daging, dan cabai. Ini menjadi perhatian kami dalam pengendalian pasokan dan harga," tutur Yiyi.

Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang, kata Yiyi, mencatat ada sejumlah komoditas yang dinilai rawan mengalami kenaikan harga, di antaranya cabai, ayam ras, bawang merah, bawang putih, hingga Minyakita.

Pemantauan intensif pun dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok tetap aman selama Ramadan.

Adapun hingga akhir Januari 2026, lanjut Yiyi, harga sebagian besar bahan pangan di Pangkalpinang masih berada dalam kondisi relatif stabil.

Meski demikian, ia mengakui adanya kenaikan tipis pada beberapa komoditas tertentu.

"Secara umum masih stabil meskipun memang ada kenaikan kecil pada beberapa bahan pangan," ucapnya.

Untuk menjaga daya beli masyarakat, Pemerintah Kota Pangkalpinang melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) juga rutin menggelar rapat koordinasi mingguan dan  memantau perkembangan harga dan ketersediaan stok pangan di pasaran. 

Salah satunya, dengan menggelar tiga kali Gerakan Pangan Murah (GPM). 

Tiga kali GPM tersebut akan dilaksanakan Dinas Koperasi, Perdagangan, dan UMKM (Diskopdag dan UMKM) Kota Pangkalpinang selama periode Februari-Maret mendatang. 

"Menjelang Ramadan, kita akan melaksanakan Gerakan Pangan Murah satu kali, insyaallah tanggal 13 Februari di halaman kantor wali kota," kata Kepala Diskopdag dan UMKM Kota Pangkalpinang, Andika Saputra, Selasa (3/2/2026).

Selain itu, pihaknya juga telah menyiapkan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah sebanyak dua kali selama bulan puasa hingga menjelang Idulfitri.

Langkah tersebut sebagai antisipasi terhadap potensi kenaikan harga bahan pangan menjelang hari besar keagamaan. (t2)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.