TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Momen langka terjadi di Kebun Raya Bogor dengan mekarnya bunga Bangkai raksasa jenis Amorphophallus titanum secara sempurna pada Jumat (6/2/2026).
Tanaman yang tumbuh di area tebingan Mata Air Kahuripan merupakan koleksi yang telah ditanam sejak 19 September 1992 menggunakan bibit asli asal Jambi.
Setelah terpantau memasuki fase generatif sejak akhir Januari 2026, bunga raksasa tersebut akhirnya mencapai puncak pemekaran pada dini hari tadi.
General Manager PT Mitra Natura Raya (MNR) selaku pengelola Kebun Raya Bogor, Zaenal Arifin, mengonfirmasi bahwa bunga mekar sempurna sekira pukul 02.15 WIB.
Saat mekar sempurna, tinggi bunga tercatat mencapai 1 meter 40 centimeter dengan diameter 56 cm.
Fenomena ini menarik perhatian besar karena waktu penantiannya yang sangat lama namun hanya mekar dalam durasi singkat.
Kabar mekarnya bunga bangkai raksasa langsung memicu serbuan ratusan pengunjung yang ingin menyaksikan secara dekat.
Sejak Jumat pagi hingga siang, tercatat lebih dari 200 orang telah memadati area Mata Air Kahuripan untuk mengabadikan momen langka tersebut.
“Pengunjung terlihat antusias sekali, dan kami sebagai pengelola mempersiapkan karena lokasi bunga bangkai ini berada di ketinggian diatas 4 meter,” kata Zaenal Arifin kepada TribunnewsBogor.com di lokasi.
Meski demikian, masa mekar sempurna ini diperkirakan hanya akan bertahan selama 2-3 hari ke depan, dan itu pun sangat bergantung pada kondisi alam.
“Jadi kalau hari ini mekar dan hari berikutnya hujan deras maka itu sangat mempengaruhi pada spandik, basah dan dia akan langsung rontok,” jelas Zaenal.
Mekarnya bunga ini dirasa sangat spesial oleh pihak pengelola karena kelangkaannya.
“Jadi ini sangat spesial, karena ini mekarnya tidak lama tetapi nunggunya harus 12 tahun,” tambahnya.
Demi menjaga kelestarian bunga, Zaenal Arifin memberikan imbauan tegas kepada para pengunjung untuk mematuhi peraturan selama berada di lokasi.
Pihak pengelola sangat menjaga keamanan tanaman dari tindakan tangan jahil.
"Jangan sampai ada menyentuh atau melempar apalagi melempar apalagi vandalisme pada bunga bangkai, itu yang kita jaga,” pungkas Zaenal.
Salah satu wisatawan asal Depok, Bowo, mengaku sangat antusias menyaksikan fenomena ini karena baru pertama kali melihat bunga bangkai mekar.
Ia bahkan rela mengantre selama 30 menit demi melihatnya secara langsung.
“Kita sengaja kesini minggu lalu belum mekar mangkannya kita balik kesini lagi. Apalagi ini enam tahun sekali. Kalau saya belum pernah sama sekali melihat, mangkannya pas kemarin kami dapet info kami langsung kesini,” ungkap Bowo.
Bowo berharap ke depannya budidaya bunga ini bisa lebih masif agar pengunjung tidak perlu mengantre terlalu lama.
"Saya berharap karena ini Bogor sudah terkenal kalau bisa dibudidayakan lebih banyak supaya tidak antre dan disebar di seluruh dunia biar tidak di indonesia aja,” tuturnya.