Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris I Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Bupati Bireuen, H Mukhlis ST, Jumat (6/2/2026) sore menyerahkan Bantuan Tunai Multiguna (BanTu) kepada ratusan korban banjir di Meunasah Pante Lhong, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen.
Bantuan uang tunai melalui rekening sumber bantuan Yayasan Fondasi Hidup (FH Indonesia) diserahkan bersama, Direktur Nasional Yayasan Fondasi Hidup, Effendy Aritonang, para asisten, kepala dinas, Plt Kalak BPBD Bireuen, Camat Peusangan dan undangan lainnya.
Bantuan tunai menjangkau tujuh desa dengan total sasaran sebanyak 1.612 KK.
Amatan Serambinews.com, sejak usai shalat Jumat para korban banjir memadati meunasah tersebut ditambah korban banjir yang masih mengungsi di tenda dalam komplek meunasah.
Nama-nama penerima bantuan tersebut sudah ditempel di tenda pengungsian, warga melihat satu persatu penerima bantuan.
Direktur Nasional Yayasan Fondasi Hidup, Effendi Aritonang mengatakan, bantuan melalui proyek Aceh Relief Integrated Support in Emergency (ARISE) yang didukung oleh Tearfund Netherlands.
Yayasan Fondasi Hidup menyalurkan Bantuan Tunai Multiguna (BanTu) guna mendukung pemulihan kehidupan keluarga terdampak bencana di Kecamatan Peusangan.
Rp2 Juta Per KK
Program ini menjangkau tujuh desa dengan total sasaran sebanyak 1.612 KK.
Dalam pelaksanaannya, Yayasan Fondasi Hidup bekerja sama dengan Bank Aceh untuk penyaluran bantuan sebesar Rp 2.000.000 per keluarga penerima manfaat, yang disalurkan dalam dua tahap
transfer.
Selain itu, terdapat tambahan bantuan sebesar Rp 250.000 bagi penerima manfaat yang merupakan penyandang disabilitas atau memiliki anggota keluarga penyandang disabilitas.
Bantuan yang disalurkan merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap masyarakat terdampak bencana.
Bupati Bireuen, H Mukhlis ST menyambut baik dan memberikan apresiasi atas pelaksanaan Program Bantuan Non Tunai atau Multi Purpose Cash (MPC) yang telah menjangkau masyarakat di sejumlah desa terdampak di Kecamatan Peusangan.
Program ini dilaksanakan melalui tahapan yang terencana, transparan, dan akuntabel, dengan melibatkan pemerintah daerah, aparatur desa, komite lokal serta Bank Aceh Syariah cabang Bireuen.
Dimulai dari asesmen lapangan, koordinasi dengan BPBD, pemerintah kecamatan, desa, hingga kolaborasi dengan berbagai NGO dan kerja sama dengan Bank Aceh Syariah Cabang Bireuen.
Semua dilakukan untuk memastikan bantuan benar-benar tepat sasaran dan tidak tumpang tindih.
Bantuan ini tidak hanya meringankan beban ekonomi masyarakat, namun juga memberikan ruang bagi para penyintas untuk memenuhi kebutuhan dasar secara mandirin dan bermartabat.
Ditambahkan, Pemkab Bireuen juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas pelaksanaan Program Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) di Kecamatan Kuta Blang.
Upaya penguatan koordinasi kelembagaan, pengumpulan data berbasis bukti, serta respon awal terhadap kebutuhan mendesak akses air bersih dan sanitasi telah memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Pemkab Bireuen menyatakan komitmen untuk terus membuka ruang kolaborasi, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta memastikan setiap intervensi kemanusiaan berjalan seiring dengan kebijakan dan prioritas pembangunan daerah.
Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Yayasan Fondasi Hidup (FH Indonesia) beserta seluruh mitra, dan pihak terkait atas kepedulian, serta komitmen kemanusiaan yang telah diberikan kepada masyarakat Kabupaten Bireuen pascabencana banjir dan tanah longsor. (*)