TRIBUN-MEDAN.com - Komika Pandji Pragiwaksono memberikan keterangan setelah diperiksa selama 8 jam di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (6/2/2026).
Pandji diperiksa atas dugaan penistaan agama.
Pandji diduga menistakan agama dalam materi Mens Rea yang ditayangkan di Netflix.
Pandji mengaku mendapatkan 63 pertanyaan.
Kuasa hukum Pandji, Haris Azhar, mengatakan bahwa pertanyaan yang dilontarkan yakni seputar penyelenggaraan acara Mens Rea.
"Tadi dimulai kurang lebih dari jam 10.30 lewat. Ada 63 pertanyaan. Yang ditanyakan itu, selain soal data pribadi standar, itu ditanyakan soal penyelenggaraan," kata Haris kepada wartawan.
Sementara itu, Pandji mengaku telah menjawab semua pertanyaan penyidik dengan baik.
Ia pun membantah telah melakukan penistaan agama seperti yang dituduhkan.
"Saya ada pada posisi tidak merasa melakukan penistaan agama. Jadi prosesnya tadi jalan dengan cukup lancar, pertanyaannya terjawab, dan ya kita ikutin prosesnya saja," ujar Pandji.
Terima Lima Laporan
Adapun Polda Metro Jaya menerima lima laporan polisi (LP) dan satu aduan masyarakat (dumas) terkait materi stand up comedy Mens Rea.
Salah satu laporan polisi dilayangkan oleh Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (AMNU) dan Aliansi Muda Muhammadiyah (AMM).
Ketua Presidium AMNU, Rizki Abdul Rahman, menyebut Pandji Pragiwaksono dalam penampilannya di Mens Rea telah merendahkan dan memfitnah NU serta Muhammadiyah.
"Beliau merendahkan, memfitnah, dan cenderung menimbulkan kegaduhan di ruang media dan memecah belah bangsa, menimbulkan keresahan terhadap, khususnya kami sebagai anak muda Nahdliyin dan teman saya sebagai Aliansi Muda Muhammadiyah," kata Rizki, Kamis (8/1/2026).
Ia mengungkapkan, salah satu materi yang dibawakan Pandji yaitu terkait izin pengelolaan tambang yang diberikan kepada NU dan Muhammadiyah.
Ia juga menilai anggapan bahwa NU dan Muhammadiyah terlibat politik praktis merupakan fitnah.
"Lalu narasi fitnahnya adalah menganggap NU dan Muhammadiyah terlibat dalam politik praktis. Terus kemudian, ini disampaikan seolah-olah NU dan Muhammadiyah mendapatkan tambang, imbalan begitu ya, karena telah memberikan suaranya terhadap kontestasi pemilu yang kemarin," ungkap Rizki.
(*/tribun-medan.com)