Kronologi Sekeluarga di Warakas Jakut Tewas Diracun Anak Ketiga, Korban Disuapi saat Tertidur Lelap
Weni Wahyuny February 07, 2026 02:32 AM

TRIBUNSUMSEL.COM, JAKARTA - Satu keluarga di Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, tewas diracun pada Januari 2026 lalu.

Ada 3 korban tewas, yakni SS (55) yang merupakan seorang ibu, dua anak yaitu AF (27) dan AD (14).

Ketiganya tewas diracun oleh AS (22) yang merupakan anak kandung SS. 

Anak kedua berinisial MK (24) menjadi pihak yang pertama kali menemukan ketiga jenazah di dalam rumah kontrakan tersebut.

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Erick Frendriz menjelaskan, saat kejadian di dalam rumah juga ditemukan satu anggota keluarga lainnya dalam kondisi lemas di kamar mandi.

"Di lokasi juga yang menemukan ada satu orang laki-laki lagi yang juga saudaranya. Jadi keluarga ini ada 4 bersaudara dengan satu orang ibu, yang mana ayahnya sudah meninggal dunia sebelumnya," ucap Kapolres Metro Jakarta Utara Kombespol Erick Frendriz saat menemui media pada Jumat (6/2/2026). 

Baca juga: Motif AS Anak Tengah Racuni Satu Keluarga di Warakas Jakut,Dendam Dimarahi & Diperlakukan Berbeda

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Onkoseno Grandiarso Sukahar mengungkapkan, tersangka AS yang merupakan anak ketiga mengaku dengan sengaja meracun satu keluarganya. 

"Dari hasil pemeriksaan kami, motivasi dari pelaku adalah dendam kepada keluarganya karena merasa diperlakukan berbeda dan sering dimarahi oleh ibunya," kata Onkoseno saat sesi jumpa pers di Polres Metro Jakarta Utara, Jumat. 

Onkoseno mengatakan, tersangka membeli racun tikus kemudian mencampurkan ke teh di dalam panci. 

"Kemudian, rebusan ini dimasukkan lagi ke dalam sebuah mug (cangkir). Kemudian dari cangkir itu disuapkan atau disendoki ke mulut para korban ketika para korban sedang terlelap tidur," jelas dia. 

Mulut Berbusa

Para korban pertama kali ditemukan oleh anak S lainnya yang baru pulang bekerja sekitar pukul 07.30 WIB. 

Saat memasuki rumah dan melihat kondisi keluarganya, ia langsung berteriak meminta pertolongan warga sekitar. 

Salah satu warga, Aryuni Wulan Febri (51), kemudian memeriksa ke dalam kontrakan dan menemukan S, AA, dan AA sudah tergeletak kaku dengan mulut berbusa. 

Sementara satu anak lainnya masih dalam kondisi hidup, meski sudah sangat parah. 

Setelah itu, Aryuni segera menghubungi ketua RT setempat dan pihak kepolisian untuk melaporkan kejadian tersebut. 

Baca juga: Sosok Pelaku Racuni Satu Keluarga di Warakas Jakut Hingga Tewas saat Tidur, Ternyata Anak Tengah

Ditemukan zat beracun

Kepala Urusan Subbid Toksikologi Puslabfor Bareskrim Polri Azhar Darlan mengatakan, ditemukan zat beracun di organ tubuh ketiga korban. 

"Seluruh korban yang meninggal, ada tiga orang meninggal tersebut, organ yang dikasih kami adalah positif Zinc Phosphide," ujar Azhar dalam sesi yang sama, Jumat. 

Spesialis Forensik Rumah Sakit Polri Kramat Jati Dokter Raditya Mahardika memastikan bahwa ketiga korban meninggal akibat senyawa kimia atau zat yang tidak lazim masuk ke dalam tubuh.

"Dari kesimpulan pemeriksaan tiga jenazah tersebut, didapatkan sebab kematian akibat senyawa kimia atau zat yang tidak lazim masuk ke dalam tubuh, yang melebihi batas toleransi dalam tubuh, yang mengakibatkan korban tersebut mati lemas," tambah dia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.