Sehubungan dengan rencana pelaksanaan pemilu Bangladesh pada 12 Februari 2026, KBRI Dhaka mengimbau kepada WNI di Bangladesh untuk senantiasa memonitor perkembangan situasi dan perlu tetap meningkatkan kehati-hatian dan kewaspadaan
Jakarta (ANTARA) - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Dhaka mengingatkan para WNI di Bangladesh agar senantiasa menjaga keamanan diri dan tetap waspada menjelang pemilihan umum pertama di negara tersebut sejak ambruknya pemerintahan Sheikh Hasina pada pertengahan 2024.
“Sehubungan dengan rencana pelaksanaan pemilu Bangladesh pada 12 Februari 2026, KBRI Dhaka mengimbau kepada WNI di Bangladesh untuk senantiasa memonitor perkembangan situasi dan perlu tetap meningkatkan kehati-hatian dan kewaspadaan,” menurut pernyataan tertulis KBRI Dhaka di media sosialnya sebagaimana dipantau di Jakarta, Sabtu.
KBRI Dhaka melaporkan bahwa menjelang hari pemungutan suara pekan depan, situasi keamanan di Bangladesh terpantau aman, dan aktivitas sehari-hari tetap berjalan normal.
Namun demikian, sebagai langkah antisipasi terhadap hal-hal yang diinginkan, WNI di Bangladesh dinasihati untuk menghindari titik ramai yang menjadi pusat massa serta terus memantau informasi terkini dari sumber resmi dan terpercaya.
Sembari meminta WNI agar menyimpan nomor-nomor penting selama berada di Bangladesh, KBRI Dhaka turut mengingatkan supaya mereka segera menghubungi KBRI melalui hotline +880-1614-444-452 apabila menghadapi hal mendesak.
Lebih dari 100 juta warga memiliki hak suara dalam pemilu 12 Februari mendatang, yang oleh para analis dianggap sebagai momen kunci yang menentukan bagi masa depan Bangladesh setelah keruntuhan rezim Sheikh Hasina, menurut pemberitaan Anadolu.
Kampanye pemilu dimulai sejak 22 Januari dan akan berlanjut hingga 10 Februari, dengan hasil awal pemilu dijadwalkan diumumkan di hari yang sama usai pemungutan suara.
Namun, karena referendum konstitusi juga akan dilakukan di hari yang sama, penghitungan akhir hasil pemilu kemungkinan akan memerlukan waktu yang lebih lama.
Setelah partai Sheikh Hasina, Liga Awami, dilarang ikut pemilu, Partai Nasional Bangladesh (BNP) dan Partai Jamaat-e-Islam menjadi kompetitor utama yang bertanding merebut suara rakyat dalam pemilu pekan depan.







