Jurnalistik itu bicara tentang kepentingan publik. Ketika anak-anak muda bicara dan berkarya untuk kepentingan publik, itu hal yang luar biasa

Jakarta (ANTARA) -

Redaksi Foto ANTARA kembali menggelar Diskusi Taman Langit edisi ketiga dengan mengangkat tema peliputan bencana di wilayah Sumatera, di Taman Perantaraan 1 atau Taman Langit, Kompleks ANTARA Heritage Center (AHC), Pasar Baru, Jakarta, Jumat, disertai pameran foto bencana alam yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Perum Lembaga Kantor Berita Nasional ANTARA (LKBN ANTARA). Melalui program tersebut, ANTARA memberi ruang apresiasi bagi karya peserta magang Magenta BUMN sekaligus menyediakan edukasi jurnalistik bagi masyarakat, khususnya pelajar dan mahasiswa.

Tiga pewarta foto ANTARA, Bayu Pratama, Erlangga Bregas Prakoso, dan Rivan Awal Lingga berbagi pengalaman melalui foto cerita saat menjalankan penugasan peliputan bencana di Aceh dan Sumatera Utara. Mereka memaparkan teknik peliputan, manajemen risiko, dan alur kerja saat meliput bencana.

Direktur Utama Perum LKBN ANTARA Benny Siga Butarbutar mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk menghasilkan karya jurnalistik yang berdampak bagi kepentingan publik.

“Ini jadi acara yang menarik karena diselenggarakan di Taman Langit. Anak muda harus punya mimpi setinggi langit supaya bisa menghasilkan karya-karya masterpiece yang berdampak lebih luas bagi masyarakat,” kata Benny ketika ditemui di sela acara diskusi.

Ia menilai karya foto jurnalistik dari peliputan bencana yang ditampilkan peserta menunjukkan kepedulian sosial generasi muda serta dapat memperkuat modal sosial di masyarakat.

“Jurnalistik itu bicara tentang kepentingan publik. Ketika anak-anak muda bicara dan berkarya untuk kepentingan publik, itu hal yang luar biasa. Dari liputan bencana di Sumatera, terlihat kepedulian dan dorongan untuk saling bantu lewat karya,” ujarnya.

Direktur Pemberitaan Perum LKBN ANTARA Virgandhi Prayudantoro menambahkan, Diskusi Taman Langit menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menyediakan wadah apresiasi dan kegiatan bagi generasi muda, khususnya di bidang foto jurnalistik.

“Kantor Berita ANTARA menjadi wadah untuk apresiasi dan berkegiatan, khususnya di foto, karena salah satu core value kami ada di foto. Diskusi Taman Langit ini akan terus kami jalankan dan didukung direksi,” katanya.

Diskusi diawali dengan presentasi foto cerita dari peserta magang Magenta BUMN di Redaksi Foto ANTARA periode Agustus 2025 hingga Januari 2026, yakni Naufal Khoirullah dari Universitas Islam Tangerang dan Ika Maryani dari Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta.

Sebelum sesi diskusi, Redaksi Foto ANTARA turut menggelar tinjauan portofolio bagi mahasiswa dan lulusan baru. Tiga peserta dengan portofolio terbaik mendapat kesempatan mengikuti program magang di Redaksi Foto ANTARA selama enam bulan.