Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Andika Satria Bharata
TRIBUNPALU.COM, SIGI – Kemunculan seekor ular Piton, menggegerkan warga Desa Walatana, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Kamis (5/2/2026).
Ular itu diperkirakan memiliki panjang lebih dari enam meter itu ditemukan di area kebun warga dan nyaris melukai seorang warga yang sedang beraktivitas.
Informasi awal mengenai kejadian tersebut pertama kali beredar melalui siaran langsung akun Facebook Ramla Sary, sekitar lima jam setelah peristiwa terjadi.
Baca juga: Ketua KONI Sulteng Fathur Razaq Inisiasi Trail Adventure di Banggai
Dalam siaran tersebut, Ramla Sary menyampaikan kondisi di lokasi kejadian sekaligus mengingatkan warga agar lebih waspada, terutama saat memasuki kebun dan kawasan hutan.
Warga setempat mengaku kejadian ini cukup meresahkan, mengingat lokasi penemuan ular berada di area yang biasa digunakan masyarakat untuk berkebun dan beraktivitas sehari-hari.
Menanggapi peristiwa tersebut, Ketua Evolux IDN Indonesia, Youssel Edbert Daniel Panggabean, yang berdomisili di Kota Palu dan aktif di bidang konservasi satwa khususnya reptil, menjelaskan ular piton di daratan Sulawesi dan kepulauan utama memang dikenal memiliki ukuran tubuh relatif lebih besar dibandingkan daerah lain.
“Ular piton di Sulawesi bisa berukuran sangat besar. Dalam kondisi tertentu, manusia dapat menjadi mangsa, terutama jika berada di habitat alaminya,” ujar Youssel, Sabtu (7/2/2026).
Ia menambahkan, kemunculan ular ke wilayah permukiman warga tidak lepas dari kerusakan ekosistem akibat perubahan hutan menjadi lahan kebun.
Baca juga: Ubi Banggai Kantongi Hak Perlindungan Varietas Tanaman dari PPVT
Aktivitas pembukaan hutan membuat habitat alami satwa liar terganggu sehingga mereka terdorong turun ke wilayah yang lebih dekat dengan permukiman.
“Di wilayah Sigi memang aktivitas ular cukup tinggi. Kalau hutan dibabat, pasti mereka akan turun ke desa,” jelasnya.
Selain itu, penggunaan herbisida yang marak di lingkungan perkebunan juga dinilai turut memperparah kondisi. Bahan kimia tersebut dapat membunuh banyak hewan pengerat yang merupakan sumber makanan utama ular.
Akibatnya, ular kehilangan sumber pakan dan akhirnya mencari makanan hingga ke wilayah permukiman warga.
Baca juga: Harga Emas Hari Ini Sabtu 7 Februari 2026, Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Ini Harga Emas Terbaru
Youssel Edbert Daniel Panggabean pun mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama saat beraktivitas di kebun dan sekitar hutan, serta segera melapor ke pihak berwenang atau petugas terkait jika menemukan satwa liar berukuran besar yang berpotensi membahayakan.(*)