Jumlah Karhutla di Tanjunguban Tahun 2026 Naik Signifikan, Warga Diminta Jangan Asal Bakar
Eko Setiawan February 07, 2026 11:07 AM

TRIBUN BATAM.id, BINTAN  - Peningkatan Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Tanjunguban, Seri Kuala Lobam dan Teluk Sebong kini jadi perhatian.

Itu pasalnya, karhutla di wilayah tersebut meningkat signifikan, jika dibandingkan dengan beberapa bulan sebelumnya. 

Dari data UPT Damkar Tanjunguban, tercatat Desember 2025, hanya 1 kali saja karhutla.

Lalu, Januari 2026, naik menjadi 35 kebakaran lahan dengan luas, 8,75 hektare. 

"Bulan Februari 2026 ini hingga hari ini ada 9 kebakaran lahan," sebut Kepala UPT Damkar Tanjunguban, Panyodi, Jumat (6/2/2026).

Adapun faktornya adalah cuaca panas dan kelalaian manusia menjadi pemicu utama karhutla di tiga wilayah itu.

Berbagai kendala yang dihadapi mereka saat memadamkan api antara lain sulitnya akses mobil ke lokasi titik api.

Kebakaran yang meluas membuat selang tidak cukup panjang untuk mencapai titik api.

"Terkadang kami melakukan pemadaman secara manual. Kita keprok-keprok saja dengan ranting pohon seadanya," jelasnya.

Tak hanya itu, jarak sumber air yang jauh dari lokasi kebakaran memperlambat proses pemadaman.

Termasuk angin kencang dapat mempercepat penyebaran api dan membuat pemadaman lebih sulit untuk di atasi.

"Informasi tidak akurat tentang lokasi kebakaran juga bisa memperlambat proses pemadaman api," kata dia.

Panyodi berharap kepada masyarakat untuk ikut aktif dalam mencegah karhutla di Tanjunguban Bintan. 

"Ayo masyarakat bisa mencegah dengan tidak membakar sampah yang lokasinya dekat dengan semak belukar," ajak Panyodi. 

Selain itu, jangan membuka lahan dengan cara dibakar.

Api itu jika sudah terbakar maka sulit juga untuk di padamkan. Harus butuh perjuangan. 

Apabila ada kejadian, secepatnya menghubungi Damkar agar segera mungkin diatasi lebih cepat.

Kepala BPBD Bintan Ramlah mengatakan, kebakaran pada Januari 2026 cukup tinggi. 

"Ada 109 titik kejadian kebakaran hutan di seluruh Kabupaten Bintan," kata dia.

Jika dirincikan, UPTD Toapaya yang meliputi wilayah Gunung Kijang, Toapaya dan Teluk Bintan, ada 49 kejadian. 

UPTD Kijang, meliputi wilayah Kecamatan Bintan Timur, Mantang, Bintan Pesisir dan Tambelan,  ada 25 kejadian. 

Sementara, UPTD Tanjunguban yang meliputi wilayah, Teluk Bintan, Teluk Sebong, dan Seri Kuala Lobam jumlah karutlah mencapai 35 kejadian. 

"Khusus Februari kami sedang mendata. Akan kami sampaikan lagi," akunya. 

Ramlah menghimbau masyarakat tidak boleh bakar hutan sembarangan. 

"Mari jaga keselamatan bersama," pesan Ramlah.  (TRIBUNBATAM.id/Ronnye Lodo Laleng).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.