Di Sukabumi, terdapat sebuah daerah di perdesaan yang asri dan tenang bernama Kampung Lio. Berbanding terbalik dengan panorama alamnya yang memikat dan indah, daerah ini menyimpan sebuah kisah sejarah yang kelam.
Sebuah perkampungan yang terletak di Desa Cireunghas, Kabupaten Sukabumi ini dikenal dengan lanskap alam yang hijau dikelilingi perbukitan yang asri. Namun, kampung ini disebut-sebut sebagai saksi bisu sejarah peradaban perang di Indonesia.
Fakta-fakta Kampung Lio Sukabumi
Merangkum arsip detikTravel, Sabtu (7/2/2026), berikut fakta-fakta Kampung Lio sebagai saksi bisu sejarah:
1. Kamp Latihan Perang Zaman Belanda
Kampung Lio di Sukabumi dikenal memiliki jejak sejarah sebagai kamp latihan perang tentara Hindia Belanda pada masa kolonial. Kawasan ini dimanfaatkan sebagai lokasi latihan militer karena kondisi geografisnya yang dinilai strategis, mulai dari kontur tanah hingga lingkungan alam yang menyerupai medan perang.
Kampung Lio tercatat beberapa kali dijadikan sebagai kamp pelatihan militer Tentara Belanda. Salah satunya adalah latihan militer pada tahun 1980-an ketika muncul ketegangan antara Sekutu dan Jepang.
Selain itu, Kampung Lio juga dijadikan sebagai markas latihan militer untuk persiapan Perang Dunia II melawan Jepang. Latihan ini bahkan menjadi tontonan publik dengan tribun khusus yang disiapkan untuk para pejabat seperti Bupati Sukabumi, Bupati Cianjur, serta perwira tinggi militer.
Skenario yang dimainkan dalam latihan tersebut menampilkan pasukan Hindia Belanda menghadapi serangan dari desa ke desa. Pasukan ditempatkan di berbagai titik strategis seperti bukit Pamipiran, kaki Gunung Cipadung, serta bantaran Sungai Cimandiri.
2. Pernah Dilalui Tokoh Dunia
Tak banyak yang tahu, Kampung Lio juga disebut pernah dilalui tokoh-tokoh penting dunia. Kawasan ini berada di jalur strategis yang kerap dilewati pejabat dan petinggi militer Belanda saat melakukan inspeksi atau menyaksikan latihan perang.
Tercatat bahwa keindahan alam Kampung Lio mendapat membuat sejumlah tokoh dunia terpukau saat melintasi kawasan ini melalui jalur kereta api. Sejumlah tokoh tersebut antara lain: Eliza R. Scidmore, William Worsfold, Raja Thailand, Pangeran Austria Franz Ferdinand, hingga sosok legendaris Mata Hari.
3. Saksi Peradaban Perang Belanda-Jepang
Kampung Lio menjadi saksi bisu peralihan kekuasaan dari Belanda ke Jepang di Indonesia. Saat Jepang mulai melancarkan serangan ke Nusantara, termasuk Hindia Belanda tak ada yang bisa menduga dan menahannya.
Pasukan Jepang disebut melancarkan serangan tanpa peringatan. Daerah Sukabumi sendiri mendapat serangan bertubi-tubi melalui serangan udara. Pertempuran berdarah tersebut juga terjadi di Kampung Lio sebagai saksi bisu sejarah peralihan kekuasaan Indonesia dari Belanda kepada Jepang sebagai pihak pemenang Perang Dunia II.
4. Memiliki Pemandangan Alam yang Memikat
Selain nilai sejarahnya, Kampung Lio juga menawarkan pemandangan alam yang memikat. Hamparan sawah, perbukitan, serta suasana pedesaan yang tenang menjadikan kawasan ini dikenal dengan panorama alam yang memikat.







