Kalender Jawa 7 Februari 2026 Sabtu Kliwon Malam Minggu, Berapa Hari Lagi Ramadhan 1447 H?
Rusaidah February 07, 2026 11:16 AM

POSBELITUNG.CO -- Berikut ini kalender jawa tanggal 7 Februari 2026.

Berdasarkan kalender Jawa, tanggal 7 Februari 2026 merupakan Sabtu kliwon, bertepatan dengan malam minggu.

Hari Sabtu dalam kalender Jawa digambarkan dengan sifat cenderung tenang, sabar, dan memiliki tanggung jawab yang besar.

Baca juga: Biodata Ratu Rizky Nabila Istri Kedua Pesulap Merah, 3 Kali Menikah, Kini Tengah Hamil Anak Kedua

Sedangkan pasaran kliwon dikenal memiliki energi spiritual yang kuat, intuisi yang tajam, dan seringkali dikaitkan dengan hal-hal yang bersifat gaib.

Dalam hitungan kalender Jawa, Weton Sabtu Kliwon memiliki jumlah neptu 17.

Angka 17 berasal dari penjumlahan 9 (Sabtu) dengan 8 (Kliwon).

Weton ini termasuk dalam weton dengan neptu tinggi.

Dilansir dari sejumlah sumber, orang yang lahir dengan Weton Sabtu Kliwon diibaratkan dengan Lakune Bumi.

Baca juga: Kalender Maret 2026, Bulan Paling Banyak Hari Libur, Berikut Daftarnya

Orang ini memiliki sifat suka memberi tanpa meminta imbalan. Sifatnya lemah lembut dan tiga tegaan jika melihat orang lain mengalami kesulitan.

Mereka tidak akan ragu memberikan bantuan bagi orang lain yang membutuhkan.

Orang Sabtu Kliwon dikenal dermawan. Akan tetapi, mereka juga punya sifat negatif, yaitu weton Sabtu Kliwon mudah sekali menyerah, mudah terkecoh dan susah memaafkan.

Mereka juga punya sifat sifat angkuh, suka membantah dan tidak suka diperintah.

Mempelajari weton merupakan bagian dari melestarikan kebudayaan.

Belajar weton diperbolehkan untuk memahami warisan budaya Jawa atau sebagai sarana ikhtiar kehati-hatian selama tidak mendahului takdir Sang Pencipta.

Berapa Hari Lagi Ramadhan?

Awal puasa Ramadhan diperkirakan pada pekan ketiga bukan Februari 2026.

Baca juga: Kalender Mei 2026, Ada 11 Hari Libur Termasuk Akhir Pekan, Download di Sini

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menentukan awal bulan puasa Ramadhan.

Menurut Muhammadiyah, 1 Ramadhan 2026 akan dimulai pada Rabu, 18 Februari 2026. 

Artinya pada Selasa, 17 Februari 2026, warga Muhammadiyah akan menggelar shalat Tarawih perdana lalu keesokan harinya bersantap sahur dan mulai berpuasa.

Keputusan tentang awal puasa Ramadhan ini berdasarkan hasil hisab hakiki wujudul hilal yang menjadi acuan Muhammadiyah.

Metode hisab hakiki wujudul hilal merupakan perhitungan astronomi yang menggabungkan data posisi matahari dan bulan secara akurat. 

Dengan pendekatan ini, Muhammadiyah dapat menentukan awal Ramadan, Syawal, maupun Zulhijah tanpa bergantung pada pengamatan langsung.

"Menurut hisab hakiki wujudul hilal, posisi bulan sudah memenuhi syarat sehingga 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026," demikian isi maklumat PP Muhammadiyah.

Mengutip dari muhammadiyahjateng.or.id, metode penentuan awal puasa yang digunakan Muhammadiyah berbeda dengan pemerintah.

Muhammadiyah mengandalkan pendekatan ilmiah melalui perhitungan astronomi, sedangkan pemerintah masih menerapkan rukyatul hilal atau pengamatan bulan secara langsung.

Selain sudah menetapkan awal puasa Ramadhan 2026, Muhammadiyah juga sudah memutuskan 1 Syawal 1447 H atau Idul Fitri 2026.

Versi Muhammadiyah, Idul Fitri atau Lebaran 2026 jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Dengan demikian, warga Muhammadiyah akan berpuasa selama 30 hari penuh.

Namun pemerintah belum mementukan kapan puasa Ramadhan 2026 lantaran menunggu sidang isbat terlebih dahulu.

Sidang Isbat yang nantinya dipimpin Menteri Agama Nasaruddin Umar ini akan menentukan awal pelaksanaan umat Islam beribadah puasa.

Direktur Jenderal Bimas Islam Kemenag, Abu Rokhmad mengatakan, sidang Isbat awal  Ramadan 1447 H akan dilakukan pada Selasa, 17 Februari 2026. 

"Sidang Isbat akan dihadiri oleh sejumlah pihak, perwakilan ormas Islam, perwakilan kedubes negara-negara Islam, MUI, BMKG, ahli falak, DPR dan perwakilan Mahkamah Agung," kata Abu Rokhmad di Jakarta, Kamis (29/1/2026). 

Ia menjelaskan, ada tiga rangkaian pelaksanaan sidang Isbat, yaitu:

  • pemaparan data posisi hilal berdasarkan perhitungan astronomi
  • verifikasi hasil rukyatul hilal dari 37 titik pemantauan di Indonesia
  • musyawarah dan pengambilan keputusan yang diumumkan kepada masyarakat.

Dalam penentuan awal Ramadan, Idul Fitri 1 Syawal, dan Idul Adha, lanjut Abu Rokhmad, Kemenag mengintegrasikan metode Hisab dan Rukyah. 

Berikut jadwal puasa Ramadhan 2026 versi Muhammadiyah:

  • 1 Ramadan 1447 H: Rabu, 18 Februari 2026
  • 2 Ramadan 1447 H: Kamis, 19 Februari 2026
  • 3 Ramadan 1447 H: Jumat, 20 Februari 2026
  • 4 Ramadan 1447 H: Sabtu, 21 Februari 2026
  • 5 Ramadan 1447 H: Minggu, 22 Februari 2026
  • 6 Ramadan 1447 H: Senin, 23 Februari 2026
  • 7 Ramadan 1447 H: Selasa, 24 Februari 2026
  • 8 Ramadan 1447 H: Rabu, 25 Februari 2026
  • 9 Ramadan 1447 H: Kamis, 26 Februari 2026
  • 10 Ramadan 1447 H: Jumat, 27 Februari 2026
  • 11 Ramadan 1447 H: Sabtu, 28 Februari 2026
  • 12 Ramadan 1447 H: Minggu, 1 Maret 2026
  • 13 Ramadan 1447 H: Senin, 2 Maret 2026
  • 14 Ramadan 1447 H: Selasa, 3 Maret 2026
  • 15 Ramadan 1447 H: Rabu, 4 Maret 2026
  • 16 Ramadan 1447 H: Kamis, 5 Maret 2026
  • 17 Ramadan 1447 H: Jumat, 6 Maret 2026
  • 18 Ramadan 1447 H: Sabtu, 7 Maret 2026
  • 19 Ramadan 1447 H: Minggu, 8 Maret 2026
  • 20 Ramadan 1447 H: Senin, 9 Maret 2026
  • 21 Ramadan 1447 H: Selasa, 10 Maret 2026
  • 22 Ramadan 1447 H: Rabu, 11 Maret 2026
  • 23 Ramadan 1447 H: Kamis, 12 Maret 2026
  • 24 Ramadan 1447 H: Jumat, 13 Maret 2026
  • 25 Ramadan 1447 H: Sabtu, 14 Maret 2026
  • 26 Ramadan 1447 H: Minggu, 15 Maret 2026
  • 27 Ramadan 1447 H: Senin, 16 Maret 2026
  • 28 Ramadan 1447 H: Selasa, 17 Maret 2026
  • 29 Ramadan 1447 H: Rabu, 18 Maret 2026
  • 30 Ramadan 1447 H: Kamis, 19 Maret 2026

(Posbelitung.co/TribunJateng.co/Tribunnews.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.