Bacaan Injil Katolik Minggu 8 Februari 2026 Lengkap Renungan Harian Katolik
Gordy Donovan February 07, 2026 11:35 AM

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak bacaan injil katolik Minggu 8 Februari 2026.

Bacaan injil katolik lengkap renungan harian Katolik.

Minggu 8 Februari 2026 merupakan hari Minggu biasa V, Santo Hieronimus Emilianus, Pengaku Iman, Santo Yohanes dari Matha, Pengaku Iman, dengan warna liturgi hijau.

Adapun vacaan liturgi katolik hari Minggu 8 Februari 2026 adalah sebagai berikut:

Baca juga: Teks Ibadah Sabda Minggu 8 Februari 2026 Lengkap Renungan Harian Katolik

Bacaan Pertama Yesaya 58:7-10

"Apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kauinginkan sendiri, maka terangmu akan terbit dalam gelap."

Beginilah firman Tuhan Allah, “Aku menghendaki supaya engkau membagi-bagikan rotimu kepada orang yang lapar, dan membawa ke rumahmu orang-orang miskin yang tak punya rumah; dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian, dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri!

Pada waktu itulah terangmu akan merekah laksana fajar, dan luka-lukamu akan pulih dengan segera. Kebenaran menjadi barisan di depanmu dan kemuliaan Tuhan menjadi pengiringmu.

Pada waktu itulah engkau akan memanggil Tuhan dan Ia akan menjawab; engkau akan berteriak minta tolong, dan Ia akan berkata, ‘Ini Aku!’ Apabila engkau tidak lagi mengenakan kuk kepada sesamamu, dan tidak lagi menunjuk-nunjuk orang dengan jari dan memfitnah;

apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kauinginkan sendiri, dan memuaskan hati orang yang tertindas, maka terangmu akan terbit dalam gelap, dan kegelapanmu akan seperti rembang tengah hari.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan Mzm. 112:4-5.6-7.8a.9
Ref. Bagi orang benar Tuhan bercahaya laksana lampu di dalam gulita.

Bagi orang benar Tuhan bercahaya laksana lampu di dalam gelap Ia pengasih dan penyayang serta berlaku adil. Orang baik menaruh belaskasihan dan memberi pinjaman, ia melakukan segala urusan dengan semestinya.

Orang jujur tidak pernah goyah; ia akan dikenang selama-lamanya. Ia tidak takut kepada kabar buruk, hatinya tabah, penuh kepercayaan pada Tuhan.

Hatinya teguh, ia tidak takut, ia murah hati, orang miskin diberinya derma. Kebajikan tetap untuk selama-lamanya, tanduknya meninggi dalam kemuliaan.

Bacaan Kedua 1 Korintus 2:1-5

"Aku mewartakan kepadamu kesaksian Kristus yang tersalib."

Saudara-saudara, ketika aku datang kepadamu, aku tidak datang dengan kata-kata yang indah atau dengan hikmat untuk menyampaikan kesaksian Allah kepada kamu. Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa pun di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Bait Pengantar Injil Yohanes 8:12
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya.

Akulah terang dunia, sabda Tuhan. Barangsiapa mengikuti Aku, ia mempunyai terang hidup.

Bacaan Injil Matius 5:13-16

"Kamu adalah garam dunia."

Dalam khotbah di bukit Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada gunanya lagi selain dibuang dan diinjak-injak orang.

Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagi pula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian, sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.

Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik, dan memuliakan Bapamu yang di surga.”

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik

“Garam Dunia dan Terang Dunia” Injil: Matius 5:13–16

Di tengah dunia yang semakin bising oleh opini, citra diri, dan pencarian pengakuan, Injil hari ini terdengar sederhana namun menantang: “Kamu adalah garam dunia… Kamu adalah terang dunia.” Yesus tidak berkata, “Kamu harus menjadi”, melainkan “kamu adalah.” Ini bukan perintah kosong, melainkan identitas. Renungan Katolik hari ini mengajak kita menyadari panggilan mendasar sebagai murid Kristus: memberi rasa dan menerangi tanpa harus mencolok, tanpa kehilangan jati diri.

Injil Matius 5:13–16 (Inti Pesan)

Yesus mengajar orang banyak dan berkata bahwa murid-murid-Nya adalah garam dunia dan terang dunia. Garam yang menjadi tawar tidak lagi berguna. Terang tidak diletakkan di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian agar menerangi semua orang. Demikian pula hidup para murid: perbuatan baik mereka hendaknya bercahaya, bukan untuk memuliakan diri sendiri, melainkan agar orang memuliakan Bapa di surga.

1. Garam: Kecil, Sederhana, tetapi Menentukan

Garam tidak pernah menjadi pusat perhatian. Ia tidak dimakan sendiri, tetapi memberi rasa pada makanan lain. Sedikit saja garam yang tepat, seluruh masakan berubah. Namun jika terlalu banyak, semuanya rusak. Yesus memakai simbol ini untuk mengajarkan bahwa kehadiran orang beriman seharusnya memberi dampak, bukan mendominasi.

Dalam renungan Injil Matius 5:13, kita diingatkan bahwa iman Kristen bukan soal tampil paling religius, melainkan menghadirkan kasih, kejujuran, dan keadilan dalam keseharian:

di rumah,
di sekolah atau tempat kerja,
di media sosial,
di ruang publik.

Garam yang tawar adalah gambaran iman yang kehilangan daya. Kita mungkin masih menyebut diri Katolik, rajin mengikuti kegiatan, tetapi bila hidup kita tidak lagi memancarkan kasih, maka identitas itu kehilangan maknanya.

2. Terang Dunia: Bercahaya Tanpa Menyilaukan

Yesus melanjutkan dengan gambaran terang. Terang tidak perlu berteriak untuk diakui; ia cukup menyala. Terang menunjukkan jalan, memberi rasa aman, dan menyingkapkan kebenaran. Dalam dunia yang sering gelap oleh hoaks, kebencian, dan ketidakadilan, kehadiran orang beriman dipanggil menjadi cahaya.

Namun Yesus juga mengingatkan: terang tidak boleh disembunyikan. Banyak orang beriman hari ini memilih “aman”: iman disimpan rapi, tidak ditampakkan, takut berbeda. Renungan Katolik Minggu ini menantang kita: apakah kita berani menampilkan nilai Injil dengan rendah hati namun tegas?

Terang Kristiani bukanlah kesombongan rohani. Ia bersinar lewat:

kesetiaan dalam hal kecil,
keberanian berkata benar,
kesediaan mengampuni,
kepedulian pada yang lemah.

3. Antara Iman dan Pencitraan

Yesus menegaskan tujuan dari terang itu: “Supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu di surga.” Ini batas yang sangat penting. Perbuatan baik bukan untuk membangun citra diri, melainkan untuk mengarahkan orang kepada Allah.

Di era digital, ini menjadi refleksi serius. Banyak kebaikan dipublikasikan—dan itu tidak selalu salah. Namun renungan Katolik hari ini mengajak kita bertanya jujur:

Apakah aku berbuat baik agar dipuji?
Atau agar Tuhan semakin dikenal dan dimuliakan?

Yesus menghendaki murid-Nya dikenal bukan karena sensasi, melainkan karena konsistensi hidup yang memancarkan kasih.

4. Panggilan yang Relevan bagi Remaja dan Keluarga

Bagi remaja dan orang tua milenial, Injil ini sangat relevan. Remaja dipanggil menjadi terang di tengah pergaulan yang sering menormalisasi kompromi moral. Orang tua dipanggil menjadi garam di keluarga memberi rasa iman melalui teladan, bukan hanya nasihat.

Menjadi garam dan terang tidak menuntut kesempurnaan. Ia menuntut kehadiran yang otentik. Kita tidak dipanggil menjadi orang lain, tetapi menjadi diri sendiri yang diterangi Injil.

5. Garam dan Terang di Tengah Dunia yang Luka

Dunia kita penuh luka: ketidakadilan, kemiskinan, kesepian, dan konflik. Yesus tidak memanggil murid-murid-Nya untuk mengutuk kegelapan, tetapi menyalakan lilin. Tidak perlu besar cukup setia.

Dalam renungan Injil hari Minggu ini, kita diajak menyadari bahwa Tuhan menaruh kita di tempat tertentu keluarga, komunitas, dunia digital bukan tanpa tujuan. Di sanalah kita dipanggil memberi rasa dan cahaya.

Penutup: Jadilah, Jangan Berpura-pura

Yesus tidak berkata, “Berusahalah terlihat seperti garam dan terang.” Ia berkata, “Kamu adalah.” Artinya, identitas itu sudah diberikan. Tinggal bagaimana kita menjaganya agar tidak menjadi tawar dan membiarkannya bersinar.

Doa Penutup

Tuhan Yesus, Engkau memanggil kami menjadi garam dan terang dunia. Jauhkan kami dari iman yang tawar dan terang yang tersembunyi. Ajarlah kami hidup sederhana, setia, dan penuh kasih, agar melalui hidup kami, nama Bapa dimuliakan. Amin.   (Sumber iman katolik.com/kgg).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.