Kementan Sebut Potensi Peternakan Gorontalo Utara Setara Kawasan Luar Negeri
Wawan Akuba February 07, 2026 11:37 AM

 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Pemerintah pusat menilai Kabupaten Gorontalo Utara memiliki potensi besar dalam pengembangan peternakan modern.

Bahkan, wilayah tersebut disebut memiliki karakteristik yang tidak kalah dibandingkan sejumlah kawasan peternakan di negara maju.

Penilaian tersebut disampaikan Direktur Kesehatan Hewan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian, drh. Hendra Wibawa, saat menghadiri kegiatan groundbreaking program hilirisasi ayam terintegrasi nasional di Desa Tolongio, Kecamatan Anggrek, Jumat (6/2/2026).

Menurut Hendra, kondisi geografis dan lingkungan di Gorontalo Utara dinilai sangat mendukung pengembangan industri peternakan berbasis kawasan.

Baca juga: 4 Desa di Gorontalo Utara Disiapkan Jadi Rantai Industri Ayam Terintegrasi Nasional

“Lokasi ini tidak kalah dengan kawasan peternakan di luar negeri yang pernah saya kunjungi seperti Belanda, Jepang, maupun Australia. Bahkan dari sisi keindahan alam dan kealamiannya, Gorontalo Utara memiliki keunggulan tersendiri,” ujar Hendra.

Ia menambahkan, ketersediaan lahan, kondisi padang rumput, serta lingkungan yang masih alami menjadi faktor penting dalam mendukung pengembangan peternakan berkelanjutan.

“Padang rumputnya hijau, ternak bisa berkembang secara alami. Ini menjadi modal besar untuk pengembangan sektor peternakan dan pertanian di Provinsi Gorontalo,” tambahnya.

Gorontalo Masuk Tahap Awal Program Nasional

Penilaian tersebut menjadi salah satu pertimbangan pemerintah pusat dalam menetapkan Gorontalo sebagai lokasi pelaksanaan tahap awal program hilirisasi industri ayam nasional yang diinisiasi Danantara Indonesia melalui PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau ID FOOD.

Program tersebut bertujuan membangun sistem produksi peternakan ayam terintegrasi dari hulu hingga hilir dalam satu rantai industri modern.

Pelaksanaan program di Gorontalo ditandai dengan kegiatan groundbreaking yang dilakukan Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie bersama jajaran ID FOOD dan Kementerian Pertanian.

Kawasan Produksi Dibangun di Beberapa Desa

Pengembangan kawasan hilirisasi ayam terintegrasi di Kabupaten Gorontalo Utara direncanakan tersebar di beberapa lokasi dengan fungsi produksi berbeda.

Desa Tolongio, Kecamatan Anggrek, disiapkan sebagai lokasi pembangunan pabrik pakan dengan luas sekitar lima hektare.

Desa Motilhelumo, Kecamatan Sumalata Timur, akan dikembangkan sebagai kawasan pullet seluas sekitar tiga hektare.

Baca juga: Gorontalo Masuk Tahap Awal Hilirisasi Ayam Nasional, Groundbreaking Dilakukan Wagub Idah Syahidah

Selain itu, Desa Dambalo, Kecamatan Tomilito, direncanakan sebagai kawasan PS layer dengan luas sekitar 10 hektare.

Sementara Desa Putiana, Kecamatan Anggrek, akan dibangun Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) dan fasilitas cold storage seluas sekitar 2,5 hektare.

Seluruh kawasan tersebut dirancang terhubung dalam satu sistem produksi peternakan ayam yang modern dan berkelanjutan.

Diharapkan Dorong Ketahanan Pangan Nasional

Program hilirisasi ayam terintegrasi diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah sektor peternakan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Selain itu, pembangunan kawasan industri peternakan juga diproyeksikan membuka peluang lapangan kerja bagi masyarakat.

Selain Provinsi Gorontalo, pelaksanaan tahap awal program hilirisasi ayam nasional juga dilakukan di Jawa Timur, Lampung, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, dan Nusa Tenggara Barat. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.