BANGKAPOS.COM--Kepergian Lula Lahfah pada 23 Januari 2026 menyisakan duka mendalam bagi orang-orang terdekatnya.
Sahabat, rekan, dan warganet masih mencoba memahami kehilangan sosok yang dikenal ceria namun menyimpan pergulatan batin yang tidak banyak diketahui publik.
Di tengah suasana berduka tersebut, media sosial dihebohkan oleh beredarnya foto yang disebut-sebut sebagai tulisan tangan Lula Lahfah di buku hariannya.
Catatan itu diduga ditulis pada akhir Desember 2025, sekitar satu bulan sebelum Lula meninggal dunia.
Isi buku harian tersebut memperlihatkan sisi personal Lula yang jarang terlihat.
Dalam tulisannya, Lula mencatat hal-hal sederhana yang ia syukuri dalam keseharian, mulai dari berbincang dengan sahabat hingga keberanian untuk keluar rumah di tengah kondisi emosional yang sedang tidak stabil.
Salah satu catatan yang menjadi sorotan berasal dari tulisan tertanggal 23 Desember 2025.
Dalam halaman tersebut, Lula menuliskan rasa syukurnya setelah melakukan panggilan video dengan sahabatnya, Risya, yang menurutnya membawa ketenangan.
“Aku bersyukur aku video call dengan Risya, membicarakan masalahku, dia juga menceritakan masalahnya. Itu menenangkan,” tulis Lula dalam buku hariannya.
Namun, kalimat lain dalam catatan tersebut justru memicu perhatian luas, yakni pengakuan Lula yang merasa bersyukur karena kekasihnya masih mau berkomunikasi dengannya.
“Aku bersyukur pacarku masih mau berbicara denganku,” tulis Lula.
Tulisan tersebut dinilai banyak pihak menggambarkan kondisi emosional Lula saat itu.
Bagi sebagian netizen, kalimat sederhana tersebut mencerminkan hubungan asmara Lula yang tengah berada dalam fase sulit, sehingga komunikasi kembali dengan sang kekasih menjadi sesuatu yang sangat berarti baginya.
Keesokan harinya, pada catatan bertanggal 24 Desember 2025, Lula kembali menuliskan hal-hal yang ia syukuri.
Ia menyebut keberaniannya untuk keluar rumah, bertemu sahabat, serta rasa terima kasih kepada orang-orang di sekitarnya yang memberikan dukungan emosional.
“Aku bersyukur hang out di rumah Risya. Aku bersyukur punya keberanian untuk pergi keluar malam bersama Sarah, Keanu, dan Risya,” tulis Lula.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada sahabat yang menenangkannya dan orang-orang yang mengingatkannya untuk menjaga kesehatan, termasuk makan secara teratur.
Catatan tersebut semakin ramai diperbincangkan setelah sahabat dekat Lula, selebgram Awkarin atau Karin Novilda, ikut menyoroti salah satu isi curhatan tersebut melalui unggahan di media sosial.
Awkarin mengutip bagian tulisan Lula yang mempertanyakan apakah pasangannya masih mau berbicara dengannya.
Unggahan Awkarin itu kemudian memicu perdebatan luas di media sosial.
Dukungan warganet terbelah antara sahabat-sahabat Lula dan Reza Arap, sosok yang diyakini sebagai kekasih yang dimaksud dalam buku harian tersebut.
Situasi semakin memanas ketika sebagian pendukung Reza Arap menyerang Awkarin dan lingkaran pertemanan Lula.
Awkarin pun merespons dengan membagikan berbagai pernyataan dan pengalaman yang menurutnya menunjukkan perubahan kondisi Lula setelah menjalani hubungan asmara tersebut.
Meski demikian, kematian Lula Lahfah hingga kini tetap menyisakan banyak tanda tanya dan luka emosional bagi sahabat-sahabat terdekatnya.
Di sisi lain, pihak kepolisian telah menyatakan bahwa proses penyidikan terkait kematian Lula telah dihentikan.
Peristiwa ini kembali mengingatkan publik akan pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental, serta bagaimana curahan perasaan yang tampak sederhana dapat menyimpan cerita yang jauh lebih dalam tentang perjuangan seseorang dalam menghadapi hidup.
(Tribunnews.com/ Bayu Indra Permana)
Editor: Willem Jonata