Breaking News, Menhut Raja Juli Antoni ke Tambak Mangrove di Liagu Bulungan, Emak-emak Minta Dibantu
Amiruddin February 07, 2026 12:14 PM

 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN - Menteri Kehutanan atau Menhut RI, Raja Juli Antoni,  berkunjung ke tambak mangrove di Desa Liagu, Bulungan, langsung disambut emak-emak yang minta bantuan.

Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, berkunjung ke Dusun Siandau, Desa Liagu, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara ( Kaltara ), pada Sabtu (7/2/2026).

Kunjungan Raja Juli Antoni ke Dusun Siandau, Desa Liagu, merupakan rangkaian kunjungan kerja hari keduanya di Kaltara.

Pada Jumat (6/2/2026) kemarin, Raja Juli Antoni tinjau Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan, yang berada di Kota Tarakan, Kaltara.

Pantauan TribunKaltara.com, Raja Juli Antoni tiba di Desa Liagu, didampingi Gubernur Kaltara, Zainal Paliwang; Kapolda Kaltara, Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy; serta perwakilan unsur Forkopimda lainnya.

Raja Juli Antoni mengenakan kemeja putih, serta rompi hijau khas Kementerian Kehutanan, dipadu dengan topi lapangan.

Sementara Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang, terlihat mengenakan kaos berwarna hijau tua, dipadu dengan topi lapangan.

Sedangkan Kapolda Kaltara, Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy, mengenakan pakaian dinas lapangan Polri.

Saat tiba di Desa Liagu, Raja Juli Antoni dan rombongan mendapatkan informasi terkait Program M4CR, NASCLIM dan FP VI.

Program M4CR  dan NASCLIM di bawah naungan Kemenhut RI itu bekerja sama dengan pemda,  untuk memulihkan ekosistem mangrove, yang terdegradasi dengan metode penanaman dan regenerasi alami. 

Di sini pihak yang terlibat di antaranya Kemenhut RI, Pemprov Kaltara bersama mitra pembangunan dari Program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR), Program NASCLIM diwakili Global Green Growth Institute (GGGI).

 

Baca juga: Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni Sebut 23 Persen Mangrove Dunia Disumbang dari Indonesia

 

Disambut emak-emak

Terlihat rombongan Raja Juli Antoni disambut langsung oleh kelompok masyarakat, yang terdiri dari kelompok emak-emak pelaku UMKM. 

Tak ingin sia-siakan kesempatan, Ketua Amplang Kelompok Antal, Lijawati, menyampaikan harapannya kepada eks Wamen ATR/BPN itu.

Kepada Raja Juli Antoni, Lijawati harap agar ke depan ada dukungan sarana prasarana rumah produksi untuk usaha kuliner, yang dibuat oleh kelompok emak-emak di wilayah tersebut. 

Di kesempatan bertemu Menhut juga, kelompok emak-emak itu memaparkan produk-produk UMKM, khususnya kuliner yang telah diproduksi dan dipasarkan.

"Kami harapkan bisa dibantu sama Pak Menteri untuk rumah produksinya," kata Lijawati.

Usai menyapa kelompok emak-emak, Raja Juli Antoni bergeser langsung melakukan penanaman mangrove bersama rombongan secara simbolis.

Dirjen Pengelolaan DAS dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) Kemenhut, menyampaikan di Kaltara kurang lebih ada 100 kelomok tani atau poktan khusus.

Poktan khusus itu melakukan penanaman mangrove, khususnya program mangrove yang berfokus resiliance.

Provinsi Kaltara ditargetkan lakukan penanaman mangrove seluas 12.122 hektare. 

Sampai 2024, sudah terealisasi dilakukan penanaman 6.543 hektar, dan masuk 2026 seluas 5.579 hektare yang dilaksanakan 93 pokmas, dengan melibatkan 1.500 orang.

(*)

Penulis: Andi Pausiah

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.