Jakarta (ANTARA) - Tunggal putri Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi menjadi penopang asa Indonesia pada semifinal Kejuaraan Beregu Asia (BATC) 2026 setelah mempersembahkan poin pertama bagi tim Merah Putih saat menghadapi Korea Selatan di Conson Gymnasium, Qingdao, China, Sabtu.
Pemain 19 tahun itu tampil meyakinkan untuk menundukkan Park Ga-eun dua gim langsung dengan skor 21-14, 21-13. Kemenangan Dhinda memperkecil ketertinggalan Indonesia menjadi 1-2.
“Tadi dari awal mulai pertandingan memang tim sedang tertinggal 0-2 tapi pelatih mengingatkan bahwa main saja, tidak usah dipikirkan skornya. Karena pasti mereka yang lebih beban apalagi saya unggul rekor pertemuan dari Park Ga Eun,” ujar Dhinda dalam keterangan resmi PP PBSI selepas laga.
Dhinda langsung mengambil kendali permainan sejak gim pembuka. Percaya diri dengan rekam jejak positif atas Park, ia menekan sejak awal melalui kombinasi bola-bola atas dan permainan net yang rapi. Keunggulan cepat 5-1 dibangun Dhinda sebelum menutup interval gim pertama dengan skor 11-4.
Selepas jeda, dominasi wakil Indonesia tak banyak berubah. Serangan ke sektor forehand Park menjadi kunci untuk menjaga jarak, meski lawan sempat menambah angka akibat kesalahan sendiri Dhinda. Namun konsistensi permainan membawa Dhinda mengamankan gim pertama 21-14.
Pada gim kedua, Park sempat mencoba mengimbangi tempo dan memperkecil selisih poin. Situasi itu dijawab Dhinda dengan menaikkan intensitas serangan, termasuk smes silang dan pukulan lurus yang memaksa lawan bertahan. Dhinda kembali memimpin dan menutup interval dengan keunggulan tipis.
Di fase akhir pertandingan, Dhinda tampil lebih tenang dan efektif dalam mengambil keputusan. Backhand dropshot silang dan tekanan beruntun membuat Park kehilangan ritme, hingga Dhinda memastikan kemenangan gim kedua 21-13.
“Saya sering sekali di beberapa pertandingan sebelumnya sudah unggul beberapa poin tapi jadi mepet, tadi berusaha buat lebih fokus, lebih konsisten dan bagaimana lawan tidak dapat berkembang dan dapat poin beruntun. Saya juga terus meyakinkan diri sendiri bahwa saya bisa, dukungan tim dari belakang juga sangat membantu,” ujar Dhinda menambahkan.
Poin dari Dhinda menjadi krusial bagi Indonesia yang sebelumnya tertinggal dua angka setelah tunggal putri Thalita Ramadhani Wiryawan serta ganda putri Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum gagal menyumbang poin.
Thalita kalah telak dari Kim Ga-eun dengan skor 5-21, 4-21, sementara Rachel/Febi takluk dari Baek Ha-na/Kim Hye-jeong 14-21, 10-21.
Indonesia masih memiliki peluang melalui ganda putri Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti yang berjumpa Lee Seo Jin//Lee Yeon Woo, serta terakhir, Ester Nurumi Tri Wardoyo melawan Kim Min Ji.
“Setelah ini saya yakin kakak-kakak yang akan main berikutnya bisa memberikan yang terbaik dan mendapat dua poin untuk Indonesia,” kata Dhinda.







