Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Chrisantus Gonsales
POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Pemilik alat berat bersama operator menuntut pembayaran sewa alat berat pengerjaan kawasan Mawatu Labuan Bajo.
Gerhardus, pemilik alat berat bahkan membentang baliho bertuliskan tuntutan kepada kontraktor pengerjaan kawasan Mawatu, PT Mitralanggeng Prama Kontruksi, Kamis (5/2/2026).
Gerhardus bersama sejumlah pria mendatangi kawasan Mawatu untuk menuntut hak mereka di kawasan Mawatu. Mereka datang dan disambut para security dan berdialog dan menyampaikan niat mereka secara baik.
Tidak berselang lama kemudian, mereka langsung membentangkan dua baliho di depan jalan masuk menuju kawasan Mawatu.
Dua baliho tersebut berisikan point tuntutan dan bukti tangkapan layar hasil percakapan antara pihak PT Mitralanggeng Prama Konstruksi bersama Gerhardus Jack Darung.
Baca juga: Hadir di Labuan Bajo, Mawatu Terapkan Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan
Dalam baliho point tuntutan tersebut tertulis,
PERHATIAN
SAYA SELAKU PEMILIK ALAT BERAT DAN PARA OPERATOR ALAT BERAT YANG SUDAH BEKERJA DENGAN PENUH TANGGUNG JAWAB ATAS ROYEK INFRASTRUKTUR MAWATU RESORT LABUAN BAJO MENUNTUT AGAR PT. MITRALANGGENG PRAMA KONSTRUKSI SEGERA MEMBAYAR JASA DAN GAJI KAMI KARENA PT. MITRALANGGENG PRAMA KONSTRUKSI BELUM MEMBAYAR JASA DAN GAJI KAMI SAMPAI DENGAN SAAT INI. DENGAN ALASAN DARI PIHAK PT. MITRALANGGENG PRAMA KONSTRUKSI BAHWA PIHAK OWNER ATAU VASANTA GROUP PEMILIK DARI MAWATU RESORT LABUAN BAJO INI BELUM MEMBAYAR KE PIHAK PT. MITRALANGGENG PRAMA KONSTRUKSI, SAMPAI DENGAN SAAT INI.
APAKAH KAMI HARUS JADI KORBAN ATAS PERSELISIHAN KALIAN ????
TOLONG BAYAR JASA DAN GAJI KAMI, BAYAR HAK KAMI. KAMI SUDAH SAMPAI HARUS MENGUTANG UNTUK MEMBIAYAI KEHIDUPAN KELUARGA KAMI, KAMI JUGA HARUS MENGUTANG LAGI UNTUK BAYAR HUTANG KAMI KEPADA TOKO-TOKO YANG SUDAH MEMBANTU KAMI UNTUK NEMBERIKAN BON SPAREPART ALAT BERAT SELAMA ALAT BERAT KAMI BEKERJA DI PROYEK INFRASTRUKTUR MAWATU LABUAN BAJO INI, YANG DIMANA HARI LIBUR ATAU HARI MINGGUPUN KALIAN MINTA TOLONG KAMI UNTUK BISA TETAP BEKERJA, YANG SELALU KELUAR DARI MULUT KALIAN, UNTUK KEJAR PROGRES. DAN AKHIRNYA JUGA KAMI HARUS MENDAPAT BALASAN YANG SANGAT KEJAM. DENGAN KATA LAIN BANGUNAN KALIAN YANG MEGAH INI DI BANGUN DI ATAS JASA DAN KERINGAT KAMI YANG SUDAH KALIAN PAKAI DAN SETELAH ITU KALIAN BUANG KAMI SEPERTI BANGKAI
BOS BOS YANG TERHORMAT BAYAR JASA DAN GAJI KAMI.
Usai membentangkan baliho itu, Gerhardu Jack Darung langsung melakukan konferensi pers di hadapan media yang hadir.
"Total yang harus dibayar oleh PT Mitra Konstruksi ini adalah total semuanya Rp 371.080.000, tetapi dipotong, dikurangi PPN 2 persen, jadinya yang harus dibayarkan adalah Rp 363.658.400," katanya.
Pria yang akrab disapa Dede Darung ini menerangkan berbagai pendekatan sudah dilakukan oleh pihaknya kepada PT. Mitralanggeng Prama Konstruksi.
Mulai dari somasi, mendatangi kantor PT. Mitralanggeng Prama Konstruksi agar menemukan tutik terang. Namun usaha baik Dede darung itu pun nihil.
"Jawabannya itu tetap sama. Kami belum bisa membayar ke Pak Dede karena belum ada pembayarannya kami dari PT Vasanta Grup ini dan tanggal 27 Januari kemarin saya sempat ber WA dengan Direktur Utama PT Mitra Konstruksi. Saya menanyakan terkait kejelasan pembayaran kami ini dan di saat itu juga Direktur Utama menjawab bahwa Pak Dede kami belum bisa memastikan. Karena perhitungan final kami dengan Vasanya ini pertengahan Februari. Jadi diminta untuk bersabar," tutur Dede Darung, menceritakan percakaoan antara ia bersama Direktur PT. Mitralanggeng Prama Konstruksi.
"Ya kami sebagai manusia mau disuruh bersabar tujuh bulan, delapan bulan ini bukan waktu yang singkat untuk bersabar. Kami sudah cukup sabar," tambahnya.
Sebelumnya, pada Minggu (1/2/2026) Dede Darung juga sempat mendatangi kawasan Mawatu Labuan Bajo, sambil membentangkan baliho yang sama. Baliho tersebut diikat di bangunan tingkat, sisi timur kawasan.
Saat itu, Dede Darung tidak berhasil. Menemui pihak PT. Mitralanggeng Pra Konstruksi. Ia hanya bertemu dengan salah satu perwakilan dadi Vasanta Group.
Hingga saat ini wartawan POS-KUPANG.COM, sudah menghubungi pihak PT. Mitralanggeng Prama Konstruksi, akan tetapi belum diberikan jawaban.
Terkait kawasan Mawatu Labuan Bajo merupakan salah satu kawasan destinasi gaya hidup yang memadukan pariwisata, komersial dan komunitas.
Terletak di Jalan Lingkar Luar, Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.
Proyek yang digarap oleh Vasanta Group ini menghadirkan infrastruktur modern dengan tetap menekankan pada pariwisata berkelanjutan, pertumbuhan ekonomi lokal, serta pelestarian lingkungan.
Mawatu berdiri di atas lahan 12 hektar resmi dibuka untuk publik pada Oktober 2025, dengan tujuan menambah daya tarik Labuan Bajo dengan berbagai fasilitas gaya hidup.
Jarak antara pusat Kota Labuan Bajo ke Kawasan Mawatu Labuan Bajo dapat ditempuh dengan waktu 10-15 menit. (moa)