Terungkap Motif Suami Bunuh Istri di Lebong Bengkulu Padahal Pengantin Baru, Ternyata Dendam Lama
Ricky Jenihansen February 07, 2026 01:54 PM

 

Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M. Rizki Wahyudi

TRIBUNBENGKULU.COM, LEBONG – Misteri tewasnya Aulia Zakrike (19), warga Desa Air Kopras, Kecamatan Pinang Belapis, Kabupaten Lebong, akhirnya terungkap.

Korban ternyata dibunuh oleh suaminya sendiri, Oga Yunanda (23).

Kasat Reskrim Polres Lebong, AKP Darmawel Saleh, mengungkapkan bahwa motif pembunuhan tersebut dilatarbelakangi rasa sakit hati yang telah lama dipendam pelaku terhadap korban.

“Dari hasil pemeriksaan, faktor utamanya karena sakit hati. Pelaku merasa tertekan akibat berbagai permasalahan rumah tangga yang terjadi,” sampai Kasat ketika dihubungi TribunBengkulu.com pada Sabtu (7/2/2026).

Dari informasi yang dihimpun TribunBengkulu.com, diketahui bahwa Oga Yunanda tidak memiliki pekerjaan tetap.

Kondisi tersebut memicu konflik berkepanjangan dalam rumah tangga mereka.

Bahkan, akibat pelaku yang menganggur, pihak keluarga korban sempat meminta agar pelaku kembali ke rumah orang tuanya di Desa Lemeu, Kecamatan Uram Jaya, sembari mencari pekerjaan.

Baca juga: Breaking News: Terungkap Pembunuh Pengantin Baru di Lebong Bengkulu, Ternyata Suami Sendiri

Dendam Lama

Selain persoalan ekonomi, hubungan rumah tangga pasangan muda ini juga kerap diwarnai cekcok dan keributan.

Sejumlah perkataan dan perlakuan yang diterima pelaku disebut semakin menumpuk menjadi dendam.

“Pelaku mengaku sakit hati, permasalahan keluarga, sehingga dendam,” lanjut Kasat.

Puncaknya, pelaku nekat melakukan aksi kejam dengan menghabisi nyawa istrinya menggunakan senjata tajam jenis pisau dapur.

Dalam aksinya, diduga terjadi pertengkaran terlebih dahulu antara pelaku dan korban.

Saat kejadian, rumah dalam kondisi sepi karena kedua orang tua korban tengah bekerja.

Pelaku diduga mencekik leher korban, lalu menggorok leher korban hingga menyebabkan luka fatal di bagian tenggorokan.

Akibat perbuatannya, pelaku kini telah diamankan pihak kepolisian dan menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Lebong untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku.

“Saat ini pelaku sudah kita amankan dan kita tahan,” tutup Kasat.

KORBAN PEMBUNUHAN - Kolase evakuasi korban dan kondisi Tempat Kejadian Perkara (TKP). Kini polisi menetapkan suami korban sebagai pelaku pembunuhan, Sabtu (7/2/2026).
KORBAN PEMBUNUHAN - Kolase evakuasi korban dan kondisi Tempat Kejadian Perkara (TKP). Kini polisi menetapkan suami korban sebagai pelaku pembunuhan, Sabtu (7/2/2026). (TribunBengkulu.com/M Rizki Wahyudi)

Keterangan Palsu Suami

Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunBengkulu.com, saat peristiwa terjadi korban diketahui berada seorang diri di rumah.

Ibu korban yang berprofesi sebagai guru tengah mengajar di salah satu sekolah, sementara ayahnya sedang bekerja berjualan di pasar.

Adapun suami korban, Oga, juga tidak berada di lokasi kejadian.

Diketahui pula, korban dan suaminya sudah beberapa hari tidak tinggal serumah.

Suami korban disebut pulang ke rumah orang tuanya di Desa Lemeu, Kecamatan Uram Jaya.

Warga sekitar mengaku tidak mendengar adanya suara mencurigakan maupun keributan sebelum korban ditemukan meninggal dunia.

“Ibunya guru, bapaknya jualan. Dia anak tunggal. Kami tidak dengar ada ribut-ribut sebelumnya,” sampai salah satu warga setempat.

Berdasarkan keterangan suami korban kepada penyidik, sekitar pukul 11.00 WIB ia menghubungi ayah mertuanya.

Saat itu, Oga mengaku memiliki firasat buruk terkait kondisi istrinya.

Mendapat kabar tersebut, ayah korban langsung pulang ke rumah untuk memastikan keadaan putrinya. 

Setibanya di rumah, ia mendapati Aulia telah tergeletak tidak bernyawa di dalam kamar dengan luka sayatan di bagian leher serta darah berceceran di sekitar tubuh korban.

Ayah korban kemudian menghubungi kembali menantunya dan menyampaikan bahwa putrinya mengalami kecelakaan, tanpa menjelaskan secara rinci kondisi sebenarnya. 

Tak lama berselang, Oga datang ke rumah korban bersama ibunya dan mendapati sang istri telah meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan.

Kondisi kamar korban yang berantakan serta sejumlah luka di tubuh korban semakin menguatkan dugaan adanya perlawanan sebelum korban meninggal dunia.

PENYELIDIKAN - Jenazah korban saat hendak dibawa ke RSUD Lebong pada Kamis (5/2/2026) siang. Polres Lebong hingga saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kematian korban.
PENYELIDIKAN - Jenazah korban saat hendak dibawa ke RSUD Lebong pada Kamis (5/2/2026) siang. Polres Lebong hingga saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kematian korban. (TribunBengkulu.com/M Rizki Wahyudi)

Kondisi Korban Saat Ditemukan

Kasat Reskrim Polres Lebong, AKP Darmawel Saleh, mengungkapkan kondisi korban saat pertama kali ditemukan sangat mengenaskan.

Pada bagian leher korban terdapat luka sayatan yang cukup parah.

Korban ditemukan dalam kondisi batang tenggorokan nyaris putus.

"Selain luka sayatan, juga didapati adanya bekas cengkeraman kuku di sekitar luka pada leher korban,” ungkap Darmawel.

Perkiraan Waktu Kematian Korban

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal oleh tim medis, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar enam jam sebelum ditemukan.

“Sesuai keterangan dokter, korban sudah meninggal kurang lebih enam jam sebelum ditemukan. Hal itu diperkuat dengan kondisi mayat yang sudah mulai kaku,” jelasnya.

Polisi Masih Selidiki Motif

Meski demikian, pihak kepolisian belum dapat memastikan motif di balik peristiwa tragis tersebut.

Apakah kematian korban mengarah pada dugaan pembunuhan atau kemungkinan lainnya, masih dalam tahap penyelidikan.

“Untuk motifnya, apakah ini mengarah ke pembunuhan atau hal lainnya, kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut serta pemeriksaan terhadap saksi-saksi,” lanjutnya.

Saat ini, Satuan Reserse Kriminal Polres Lebong masih mendalami berbagai kemungkinan guna mengungkap penyebab pasti kematian korban.

“Kita dalami dulu kemungkinan-kemungkinan itu,” pungkasnya.

Postingan Terakhir

Di tengah penyelidikan yang masih berlangsung, kasus meninggalnya ibu muda ini juga menjadi sorotan setelah sebuah unggahan media sosial yang diduga milik korban mendadak viral di kalangan warganet.

Unggahan tersebut dinilai memiliki makna mendalam dan disebut-sebut sebagai postingan terakhir korban sebelum ditemukan meninggal dunia secara tidak wajar.

Akun Facebook bernama Sesadd, yang diketahui merupakan akun pribadi milik korban, tercatat sempat memperbarui foto profil pada Selasa, 3 Februari 2026, sekitar pukul 10.04 WIB.

Dalam unggahan tersebut, korban menuliskan caption bernada pilu, “Seribu yang datang tidak akan sama seperti satu yang hilang.”

Kalimat itu kini ramai ditafsirkan warganet setelah kabar kematian korban menyebar luas.

Kronologi Kejadian

Pihak kepolisian mengungkap kronologi penemuan jasad perempuan hamil berusia 19 tahun tewas bersimbah darah di Lebong, Bengkulu pada Kamis (5/2/2026) siang.

Korban bernama Aulia Zakrike (19) warga Desa Air Kopras Kecamatan Pinang Belapis, Lebong, Bengkulu.

Aulia diketahui merupakan pengantin muda yang baru sekitar tiga bulan menikah.

Korban juga disebut tengah mengandung bayi atau hamil. 

Ia ditemukan tewas dengan kondisi leher tergorok di dalam kamarnya.

Kasi Humas Polres Lebong, Iptu Hadi Sutrisno, melalui Kasubsi PIDM Humas, Aipda Syaiful Anwar menjelaskan kronologi penemuan korban bermula saat ayah korban pulang dari berjualan di Pasar Muara Aman.

Saat itu ayah korban masuk ke dalam rumah dan masuk ke kamar korban.

Saat masuk ke kamar anaknya, ayah korban menemukan korban telah dalam kondisi leher tersayat akibat senjata tajam jenis pisau dapur dengan posisi telentang. 

"Saat itu kondisi korban sudah meninggal dunia dan berlumuran darah," jelas Syaiful. 

Melihat kejadian tersebut, ayah korban langsung suami korban yang saat itu sedang bekerja.

Kemudian ayahnya menutupi jenazah anaknya dengan selimut dan memberi tahu tetangga tentang kejadian tersebut. 

Korban diduga kuat menjadi korban tindak kekerasan atau pembunuhan.

Jenazah korban langsung dievakuasi aparat kepolisian dan dibawa ke RSUD Lebong untuk keperluan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk proses visum atau autopsi. 

"Masih diduga, kita tunggu hasil pemeriksaan ya,jenazah korban sekarang di rumah sakit," lanjut Syaiful. 

Saat ditemukan, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan luka sayatan senjata tajam pada leher korban.

Luka gorokan di leher korban cukup dalam dengan banyak dalam mengalir. 

"Saat ini masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut atas kejadian tersebut," tutup Syaiful.

Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.