TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Menjelang pelantikan pengurus Kerukunan Keluarga Besar Pegunungan Tengah (K2BPT) Provinsi Papua Barat tampak meriah dan penuh makna budaya sejak Sabtu (7/2/2026) pagi, tepatnya di belakang Gedung BPMP Insirifuri Manokwari.
Pantauan Tribunpapuabarat.com, sebanyak 11 ekor babi dipanggang dengan metode tradisional barapen atau bakar batu, sebuah tradisi khas masyarakat Pegunungan Tengah Papua yang berasal dari wilayah Lapago dan Mepago.
Sejak pagi, panitia bersama masyarakat tampak sibuk menyiapkan prosesi tersebut.
Tradisi barapen tidak hanya menjadi simbol kebersamaan, tetapi juga wujud nyata pelestarian budaya leluhur yang terus dijaga oleh masyarakat Pegunungan Tengah di tanah rantau.
Ketua Panitia Pelantikan K2BPT Papua Barat, Ivensius Alua, menegaskan bahwa 11 ekor babi yang dibarapen merupakan bukti pentingnya momentum pelantikan bagi seluruh keluarga besar Pegunungan Tengah.
Ia menjelaskan, 11 ekor babi berasal dari sumbangan berbagai pihak, mulai dari orang tua, pendiri organisasi, para senior, anggota K2BPT, hingga hasil penggalangan dana panitia.
Baca juga: Sempat Tertunda, Pelantikan Pengurus K2BPT Papua Barat Dijadwalkan 7 Februari
“Babi yang dibarapen merupakan hasil uluran tangan dan kepedulian bersama dari para orang tua, pendiri, pemikir, senior, hingga anggota K2BPT. Hal ini menunjukkan kuatnya kebersamaan dan solidaritas dalam organisasi,” ujar Ivensius.
Ia berharap pelantikan pengurus K2BPT Papua Barat dapat berlangsung penuh suka cita serta menjadi awal yang baik bagi kepengurusan baru dalam menjalankan roda organisasi.
“Harapan kami, pelantikan ini tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga memperkuat persatuan, kebersamaan, dan komitmen untuk membangun K2BPT yang lebih solid ke depan,” tambahnya.
Acara pelantikan dijadwalkan dihadiri oleh Gubernur Papua Barat, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta keluarga besar Pegunungan Tengah yang tersebar di enam kabupaten di Papua Barat.